Showing posts with label Ko Ngian gi Bangka. Show all posts
Showing posts with label Ko Ngian gi Bangka. Show all posts

Monday, 16 February 2026

Hari Baik dan Tradisi Ko Ngian Bangka

Daftar Tradisi Kegiatan Akhir Tahun  2025 [Kwan Tie Miau dok.]

Panduan pemilihan hari baik untuk transisi dari tahun Ular Kayu [2025] ke tahun Kuda Api [2026] menurut ajaran kepercayaan tradisional Tionghoa Bangka:

1. Tentukan kegiatan

2. Lihat daftar tanggal yang tersedia.

3. Cek kolom shio yang ciong. Jika hari itu tertulis tikus, dan kita bershio tikus, maka gunakan hari yang lain.

4. Cek jam pada penggunaan hari dan jam yang baik di hari ko ngian. 

Contoh kegiatan yang dilakukan menjelang dan sesudah ko ngian menurut tradisi dan budaya tionghoa Bangka:

a. Melakukan ban fuk [ pemilihan waktu terdapat pada petunjuk halaman 1]

b. 4 Februari 2026, memasuki waktu kau chun [ lip chun] dapat memasang hiasan ko ngian seperti ten lung [ lampion], menempelkan fuk se – tulisan fuk [ chun lian], telah selesai membersihkan rumah, telah membeli sandal atau sepatu, gunting rambut, telah selesai membuat thiam pan dan asinan bun tong choi. 

c. Tanggal 10 dan 11 Februari 2026 [ tanggal 23 dan 24 bulan 12 penanggalan imlek] – Sembahyang Dewa Dapur. 

d. 17 Februari 2026 – merayakan imlek. Untuk persembahyangan dapat melihat di daftar tradisi penggunaan hari dan jam yang baik di tahun baru [2]

e. Melakukan hi fuk dengan tanggal dapat dilihat di tabel ibadah untuk doa berkah / hi fuk.

f. Hari baik untuk mulai buka toko atau kerja – lihat tabel hari baik buka usaha. Di Bangka secara umum, jika tidak membuka usaha di hari ke -1 dan 2 imlek, maka dapat buka di hari ke-4 imlek. 

g. Untuk sembahyang ko sa mulai tanggal 25 Maret 2026.

h. Chin min jatuh tanggal 5 April 2026, jam 02.40 WIB. 


Petunjuk ini dari Goang Jing Tang Tong Seng. Merupakan salah satu penerbit Tong Shu [almanak tiongkok] yang berbasis di Hong Kong. 


Hari Baik Sobuk, Sembahyang Dewa Dapur, Ko Tung, Kau Chun [ Kwan Ti Miau dok.]

Li Chun [M] { Lip Cun; Kau Chun [ HP]}, secara harafiah kau – perubahan  dan chun – musim semi, yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2026. Kau chun merupakan awal perubahan ke musim semi berdasarkan kalender matahari dan titik matahari pertama dari 24 posisi matahari. Dalam metafisika Tiongkok, pergantian shio dimulai saat kau chun. 

Sedangkan perayaan ko ngian berdasarkan kalender bulan yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Secara tradisi dan budaya, perayaan tahun baru Tiongkok diperingati berdasarkan kalender bulan. 

Kalender tiongkok terdiri dari kalender matahari [ Yang Li / solar] dan kalender bulan [Yin Li / lunar]. Untuk penamaan kalender imlek  berasal dari bahasa hokkian. Secara harafiah im – bulan dan lek – penanggalan. Namun secara teknis kalender imlek merupakan kalender luni solar yang menyelaraskan siklus bulan dengan matahari. 

Dalam tradisi dan budaya tionghoa bangka, saat kau chun, merupakan batas sudah tidak diperbolehkan lagi untuk membuat kue thiam pan, asinan bun tong choi, kegiatan bersih dan beres rumah [ dalam rangka menyambut ko ngian], membeli sapu, sandal, dan potong rambut. Pada hari tersebut dapat mulai menggantung pernak-pernik imlek. 

Di Singkawang, saat kau chun terdapat aktivitas mendirikan telor. 


Ban Fuk  dilakukan di akhir tahun penanggalan tiongkok. Ban - membayar dan fuk – rezeki. Merupakan sembahyang terimakasih atas segala perlindungan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga yang telah diterima sepanjang tahun. 

Hi Fuk; hi – mulai kembali dan fuk – rezeki. Tahun 2026, Dewa Thai Soi yang bertugas yaitu Wen Zhe da Jiang Jun.

Daftar Tradisi, Hari, Jam Baik [Kwan Tie Miau dok.]

Sam sip pu 

1 hari menjelang ko ngian dikenal dengan sam sip pu [ tanggal 30], orang dapat melakukan kegiatan untuk pindah rumah. Dipercaya, pada hari tersebut bebas pantangan. Sehingga kepindahan rumah pada hari tersebut akan memberikan kelancaran. Malam tahun baru ko ngian dikenal dengan sam sip am pu. Walaupun terkadang tanggal terakhir di bulan 12 imlek adalah tanggal 29 [ seperti di tahun 2026 ini], tetap penamaan dengan sam sip pu. 

Sembahyang Ko Ngian dan Hi Fuk [ Kwan Ti Miau dok.]

Tradisi makan malam bersama keluarga hingga menyambut ko ngian [ ciap ko ngian ]. Dikenal pula dengan ciap sin ngian – menyambut tahun baru. Tepat jam 00.00 wib melakukan sembahyang langit [ Thian A Kung]. Sepanjang sam sip am pu membuka pintu utama rumah dan membiarkan seluruh lampu menyala terang benderang hingga pagi hari. 

Membuka pintu untuk menyambut Dewa Rezeki dan lampu menyala hingga pagi untuk penerangan nasib sepanjang tahun. Dan terang untuk mengusir energi negatif dari dalam rumah. Terkadang ada pula yang memainkan petasan di tepat tengah malam. 


Ci kung dan khoi kung

Hari Baik Buka Usaha [Kwan Ti Miau dok.]

Beberapa hari menjelang ko ngian, pada zaman dahulu, orang mulai ci kung [ ci -  stop; kung – bekerja]. Minimal 1 hari sebelumnya sudah ci kung. Untuk mempersiapkan persembahyangan kepada para leluhur. 

Makna filosofi dan sosial di dalam ci kung:

a. Penyelesaian kewajiban

Semua pekerjaan harus diselesaikan, utang piutang dilunasi, dan alat-alat kerja dibersihkan.

b. Fokus pada kegiatan rumah tangga. 

Secara keseluruhan, ci kung adalah bentuk disiplin waktu, berhenti kerja untuk menghormati tradisi dan budaya. 

Setelah berhenti, maka akan kembali kerja. Ini dikenal dengan khoi kung. Khoi – buka; kung – kerja. Artinya mulai bekerja.  Memulai aktivitas ekonomi kembali dengan semangat baru. 

Waktu khoi kung yang diambil adalah untuk usaha toko mengikuti beberapa aturan umum yaitu:

a. Jika membuka di hari pertama ko ngian, biasanya hanya sebentar. Cukup laris 1 macam barang, sudah dapat tutup kembali. Di sini untuk mengambil keberuntungan di perayaan ko ngian, agar dapat terus mengalir sepanjang tahun. Setelah itu hari kedua, ketiga, keempat dan seterusnya dapat terus membuka seperti biasa. 

b. Jika akan membuka di hari kedua imlek, maka dapat membuka toko di hari ketiga dan seterusnya.

c. Khusus hari ketiga, tidak dianjurkan untuk buka. Karena memang secara tradisi, hari ini orang membuang sampah. Diambil sampah sedikit-sedikit dari 4 penjuru rumah, ditaruh dalam kantong yang diisi 3 batang hio, 2 batang lilin, sedikit kertas kimci dan sapu lidi bekas. Secara tradisi, akan dibuang di pertigaan jalan. Namun, sekarang dibuang di tempat pembuangan sampah. Jika baru akan membuka di hari ketiga, dipercaya ketidakberuntungan yang akan mengikuti sepanjang tahun.

d. Hari keempat ko ngian, merupakan hari yang umum orang mulai khoi kung. 

Dapat pula mengikuti perhitungan hari baik buka usaha yang telah diterbitkan oleh Yayasan Kwan Tie Miau. 

Secara prinsip ci kung adalah tentang “ istirahat” dan khoi kung tentang “pompa semangat” agar rezeki kembali mengalir deras di sepanjang tahun. 

Chin Min 

Sembahyang Chun Sa [ Ko Sa {HP}] merupakan sembahyang kepada para mendiang yang belum genap 1 tahun  meninggal dunia. Sehingga pada saat chin min 2026, waktu ko sa yang dapat dipakai mulai tanggal 25 Maret 2026.

10 hari menjelang chin min 2026 [ tanggal 5 April], sudah dapat melakukan persembahyangan ke kuburan untuk para mendiang yang telah lebih dari 1 tahun meninggal dunia.

 

Makna hujan saat kau chun bagi orang Tionghoa 

Pandangan orang tionghoa terhadap hujan pada waktu kau chun dari sudut neo tradisional:

a. Budaya feng shui. Bahwa air melambangkan kekayaan. Hujan di kau chun ditafsirkan sebagai pertanda baik. Hujan membawa kekayaan melimpah.

b. Kearifan pertanian. Hujan mengikuti ritme alami dan menyuburkan tanah.

c. Psikologis. Hujan melambangkan pelepasan emosi dan pembersihan batin. Membantu orang menemukan momen ketenangan dalam kehidupan mereka yang serba cepat.

Dalam ajaran kepercayaan tradisional tionghoa bangka, melihat hujan saat kau chun dari budaya feng shui. Hujan membawa kelimpahan rezeki. Permaknaan ini diwariskan melalui tradisi lisan turun temurun. Ini memperkuat optimisme harapan dan semangat menyambut tahun baru imlek. 


Makna ko ngian bagi orang hak ngin Bangka

Ko ngian dalam dialek hak fa [bahasa hakka] pangkalpinang – Bangka,sedangkan dalam bahasa mandarin yaitu Guo Nian . Ko berarti melewati dan ngian yaitu tahun. Jadi ko ngian berarti melewati tahun. 

Orang hakka [ hak ngin {HP}] memiliki sejarah sebagai kelompok pendatang. Ko ngian dalam pandangan tradisional, memiliki makna:

1. Makna tersurat 

Merupakan wujud terimakasih setelah bekerja keras sepanjang tahun yang tercermin pada:

a. Penyajian makanan spesial yang jarang ditemui di hari-hari biasa.

b. Tradisi membersihkan rumah.

c. Sembahyang leluhur.


2. Makna tersirat

Memiliki kandungan emosional dan berkaitan dengan identitas sebagai pendatang. 

a. Ketangguhan dan kelangsungan hidup

Kata “ko” [melewati] bagi orang hak ngin menyiratkan ketangguhan. Mengingat sejarah yang sering berpindah-pindah, berhasil melewati satu tahun lagi adalah sebuah kemenangan atas kerasnya hidup. 

b. Solidaritas kelompok

Sebagai kelompok minoritas di tempat yang baru, ko ngian merupakan momen untuk memperkuat ikatan persaudaraan lewat saling mengunjungi dan saling bercerita. 

c. Harapan akan keberuntungan

Doa dipanjatkan agar di tahun baru akan mendapatkan perlindungan dan kemurahan rezeki di perantauan. 

Ko ngian dalam pandangan neo tradisional mengalami pergeseran makna yaitu:

1. Makna tersurat:

a. Momen berkumpulnya keluarga besar. Yang merantau, akan pulang untuk berkumpul. Bagi orang hak ngin, keluarga adalah utama. Meja makan, tertawa dan kisah lama yang diceriterakan ulang menjadi bagian dari  ko ngian. Kebersamaan dalam keluarga bersifat sementara, namun kenangan yang akan tinggal. 

b. Tradisi membersihkan rumah lewat membuang barang yang lama tidak terpakai sebagai tindakan fisik untuk memutus rantai ketidakberuntungan di tahun lalu dan memberikan ruang untuk keberuntungan baru.

c. Atribut serba merah sebagai simbol vitalitas hidup yang kuat di tengah tantangan zaman.

d. Penyelesaian hutang. Secara tradisi perdagangan, ko ngian menjadi tenggat waktu, semua hutang di tahun lalu dilunasi, agar tidak membawa kesialan di tahun yang baru. 


2. Makna tersirat:

a. “Jangkar” identitas diaspora.Mempertegas identitas sebagai hak ngin, dimana nilai-nilai luhur dari tradisi yang dipraktekkan kembali.

b. Ketangguhan. Kata “ko” - [melewati] menyiratkan keberhasilan kolektif dalam bertahan hidup. Harga timah yang fluktuatif saat ini, momentum ko ngian memberikan makna dapat berhasil melewati tahun yang penuh tantangan. 


Lagu ko ngian legendaris di Bangka

a. Zhang Xiao Ying - penyanyi legendaris Singapura era 60-an.

b. Zhuang Xue Zhong – penyanyi legendaris Malaysia. Telah merilis 30 album sejak tahun 1986. Suara yang maskulin dan bertenaga.


Nb: HP : hak fa Pangkalpinang [ bahasa hakka pangkalpinang]


                                                                              [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]




Thursday, 27 February 2025

Potong Rambut Habis Ko Ngian

Menjelang Ko Ngian [ sebutan tahun baru imlek oleh orang Tionghoa Bangka], orang Tionghoa Bangka mulai mendatangi barbershop dan salon untuk memotong rambut. Menurut tradisi, perlu 1 bulan setelah ko ngian, baru boleh untuk kembali memotong rambut. Umumnya setelah memasuki tanggal 1 bulan 2 imlek, orang-orang pun mulai bisa memotong rambut.

Ternyata di Tiongkok, ada satu waktu yang dipercaya baik untuk memotong rambut setelah berlalunya ko ngian. Tanggal 2 bulan 2 imlek dipercaya membawa keberuntungan. Orang mulai mengantri potong rambut untuk “menyambut energi baru”.

Acong 2 – Pangkas Rambut Bangka; Bangka Barbershop; 邦加理发店 (Bāngjiā lǐfà diàn); Bangka kapperszaak; Barbearia Bangka; Barbería Bangka; बांका नाई की दुकान (Bānkā nāī kī dukān); Парикмахерская Бангка (Parikmakherskaya Bangka) [ dokumen pribadi]

“ Potong rambut di hari Long Tai Tou, tahun depan hidup berkecukupan”. - pepatah Tiongkok.

龙抬头 – Long Tai Tou atau Festival Naga Mengangkat Kepala yang menandai awal musim semi dan kebangkitan naga sebagai simbol kemakmuran. Pada tanggal 2 bulan 2 imlek dipercaya naga langit mengangkat kepala membawa hujan untuk pertanian. Secara filosofi orang Tiongkok kuno, hari ini adalah waktu terbaik untuk memulai pekerjaan penting. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com].


Haircuts Before and After Ko Ngian

Leading up to Ko Ngian (the term for Chinese New Year used by Bangka Chinese people ), Bangka Chinese people begin visiting barbershops and salons for haircuts. Tradition dictates that one must wait a month after Ko Ngian before getting another haircut. Generally, people can start getting haircuts again after the first day of the second month of the Lunar calendar.

It turns out that in China, there is a specific time considered auspicious for haircuts after Ko Ngian. The second day of the second month of the Lunar calendar is believed to bring good fortune. People start lining up for haircuts to "welcome new energy".

"Get a haircut on Long Tai Tou day, and you will have a prosperous life next year," - a Chinese proverb.

龙抬头 – Long Tai Tou, or the Dragon Raising Head Festival, marks the start of spring and the resurgence of the dragon as a symbol of prosperity. It is believed that on the second day of the second month of the Lunar calendar, the celestial dragon raises its head, bringing rain for agriculture. In ancient Chinese philosophy, this day is considered the best time to start important work. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com].


Ko Ngian 前后的理发" (Ko Ngian qián hòu de lǐ fà)

在过 Ko Ngian(邦加华人对农历新年的称呼)之前,邦加华人开始前往理发店和美容院理发。传统习俗规定,过 Ko Ngian 后必须等待一个月才能再次理发。一般来说,农历二月初一之后,人们又可以开始理发了。

事实证明,在中国,人们认为过 Ko Ngian 后有一个特定的时间理发是吉祥的。农历二月初二被认为会带来好运。人们开始排队理发,以“迎接新的能量”。

“龙抬头日理发,来年生活富足。”——中国谚语。

龙抬头——龙抬头节,标志着春季的开始和龙作为繁荣象征的复兴。人们认为,在农历二月初二,天龙抬头,为农业带来雨水。在古代中国哲学中,这一天被认为是开始重要工作的最佳时机。[Vau-G/www.bapang007.blogspot.com].

 

Haar knippen voor en na Ko Ngian

In de aanloop naar Ko Ngian (de term voor Chinees Nieuwjaar die door Bangka-Chinezen wordt gebruikt), beginnen Bangka-Chinezen kappers en salons te bezoeken voor een knipbeurt. De traditie schrijft voor dat men een maand na Ko Ngian moet wachten voordat men zich opnieuw laat knippen. Over het algemeen kunnen mensen zich weer laten knippen na de eerste dag van de tweede maand van de maankalender.

Het blijkt dat er in China een specifieke tijd is die als gunstig wordt beschouwd om je haar te laten knippen na Ko Ngian. De tweede dag van de tweede maand van de maankalender zou geluk brengen. Mensen beginnen in de rij te staan voor een knipbeurt om "nieuwe energie te verwelkomen".

"Laat je haar knippen op Long Tai Tou-dag, en je zult volgend jaar een voorspoedig leven hebben," - een Chinees spreekwoord.

龙抬头 – Long Tai Tou, of het Draak die zijn Kop Heft Festival, markeert het begin van de lente en de heropleving van de draak als symbool van voorspoed. Men gelooft dat op de tweede dag van de tweede maand van de maankalender de hemelse draak zijn kop opheft en regen brengt voor de landbouw. In de oude Chinese filosofie wordt deze dag beschouwd als de beste tijd om met belangrijk werk te beginnen. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com].

 

Cortes de cabelo antes e depois do Ko Ngian

Antes do Ko Ngian (o termo para o Ano Novo Chinês usado pelo povo chinês de Bangka), os chineses de Bangka começam a visitar barbearias e salões de beleza para cortar o cabelo. A tradição dita que é preciso esperar um mês após o Ko Ngian antes de cortar o cabelo novamente. Geralmente, as pessoas podem começar a cortar o cabelo novamente após o primeiro dia do segundo mês do calendário lunar.

Acontece que na China, há um momento específico considerado auspicioso para cortar o cabelo após o Ko Ngian. Acredita-se que o segundo dia do segundo mês do calendário lunar traga boa sorte. As pessoas começam a fazer fila para cortar o cabelo para "receber novas energias".

"Corte o cabelo no dia de Long Tai Tou e terá uma vida próspera no próximo ano", - um provérbio chinês.

龙抬头 – Long Tai Tou, ou Festival da Cabeça Erguida do Dragão, marca o início da primavera e o ressurgimento do dragão como símbolo de prosperidade. Acredita-se que no segundo dia do segundo mês do calendário lunar, o dragão celestial levanta a cabeça, trazendo chuva para a agricultura. Na antiga filosofia chinesa, este dia é considerado o melhor momento para iniciar um trabalho importante. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com].

 

Cortes de pelo antes y después de Ko Ngian

Antes de Ko Ngian (el término para el Año Nuevo Chino utilizado por el pueblo chino de Bangka), los chinos de Bangka comienzan a visitar barberías y salones de belleza para cortarse el pelo. La tradición dicta que uno debe esperar un mes después de Ko Ngian antes de volver a cortarse el pelo. Generalmente, la gente puede volver a cortarse el pelo después del primer día del segundo mes del calendario lunar.

Resulta que en China, hay un momento específico considerado propicio para cortarse el pelo después de Ko Ngian. Se cree que el segundo día del segundo mes del calendario lunar trae buena suerte. La gente empieza a hacer cola para cortarse el pelo y "dar la bienvenida a la nueva energía".

"Córtate el pelo el día de Long Tai Tou y tendrás una vida próspera el año que viene", - un proverbio chino.

龙抬头 – Long Tai Tou, o Festival del Dragón que Levanta la Cabeza, marca el comienzo de la primavera y el resurgimiento del dragón como símbolo de prosperidad. Se cree que el segundo día del segundo mes del calendario lunar, el dragón celestial levanta la cabeza, trayendo lluvia para la agricultura. En la antigua filosofía china, este día se considera el mejor momento para empezar un trabajo importante. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com].

 

को न्गियान से पहले और बाद में बाल काटना" (Ko Ngian se pahale aur baad mein baal kaatana)

को न्गियान (बांका चीनी लोगों द्वारा इस्तेमाल किए जाने वाले चीनी नव वर्ष के लिए शब्द) से पहले, बांका चीनी लोग बाल कटाने के लिए नाई की दुकानों और सैलून में जाना शुरू कर देते हैं। परंपरा के अनुसार, को न्गियान के एक महीने बाद तक दूसरा बाल कटवाने से पहले इंतजार करना ज़रूरी है। आम तौर पर, चंद्र कैलेंडर के दूसरे महीने के पहले दिन के बाद लोग फिर से बाल कटवाना शुरू कर सकते हैं।

पता चला है कि चीन में, को न्गियान के बाद बाल कटाने के लिए एक खास समय शुभ माना जाता है। चंद्र कैलेंडर के दूसरे महीने का दूसरा दिन सौभाग्य लाने वाला माना जाता है। लोग "नई ऊर्जा का स्वागत" करने के लिए बाल कटाने के लिए लाइन में लगना शुरू कर देते हैं।

"लॉन्ग ताई टू दिवस पर बाल कटवाएं, और अगले साल आपका जीवन समृद्ध होगा," - एक चीनी कहावत।

龙抬头 – लॉन्ग ताई टू, या ड्रैगन रेज़िंग हेड फेस्टिवल, वसंत की शुरुआत और समृद्धि के प्रतीक के रूप में ड्रैगन के पुनरुत्थान का प्रतीक है। ऐसा माना जाता है कि चंद्र कैलेंडर के दूसरे महीने के दूसरे दिन, आकाशीय ड्रैगन अपना सिर उठाता है, जिससे कृषि के लिए बारिश होती है। प्राचीन चीनी दर्शन में, इस दिन को महत्वपूर्ण काम शुरू करने का सबसे अच्छा समय माना जाता है। [Vau-G//www.bapang007.blogspot.com].

 

Стрижки до и после Ко Нгиан" (Strizhki do i posle Ko Ngian)

В преддверии Ко Нгиан (термин, обозначающий китайский Новый год, используемый китайцами Бангка), китайцы Бангка начинают посещать парикмахерские и салоны, чтобы подстричься. Традиция предписывает ждать месяц после Ко Нгиан, прежде чем снова стричься. Как правило, люди могут снова начать стричься после первого дня второго месяца лунного календаря.

Оказывается, в Кита есть определенное время, которое считается благоприятным для стрижки после Ко Нгиан. Считается, что второй день второго месяца лунного календаря приносит удачу. Люди начинают выстраиваться в очередь на стрижку, чтобы "приветствовать новую энергию".

"Подстригитесь в день Лун Тай Тоу, и в следующем году вы будете жить в достатке", - китайская пословица.

龙抬头 – Лун Тай Тоу, или Фестиваль Поднятия Головы Дракона, знаменует начало весны и возрождение дракона как символа процветания. Считается, что во второй день второго месяца лунного календаря небесный дракон поднимает голову, принося дождь для сельского хозяйства. В древней китайской философии этот день считается лучшим временем для начала важной работы. [Vau-G//www.bapang007.blogspot.com].


Tuesday, 4 February 2025

Sin Mun Thai Kit [ Kertas tulisan tema Ko Ngian ]

 “ Selamat Tahun Baru “; “Happy New Year; Xīn nián kuài lè; Gelukkig Nieuwjaar”  – Sin Mun Thai Kit; Bangka [dok.pribadi]


Di Bangka, kertas merah yang berisi tulisan bertema Ko Ngian. Ukuran kertas dengan lebar 1.5 cm dan panjang 5 cm. Kertas tersebut dibuat oleh Thong San Loi [orang Tiongkok yang datang ke Bangka] pada hari Ko Ngian. Thong san loi akan menempelkan di daun pintu utama. Hari ko ngian, akan datang beberapa Thong san loi, selain membawa kertas sin mun thai kit, tak lupa lem untuk menempelkan. Sin mun thai kit akan ditempel jejeran secara horisontal sejumlah kedatangan thong san loi.

Jenis tulisan sin mun thai kit:

1.       Thai kit li si - berarti selamat.

2.       Jit pun wan li – berarti modal kecil, untung besar.

3.       Jit lu sun fung – berarti sekali jalan, lancar.

 

Pemilik rumah akan memberikan uang lisi [ uang tanda keberuntungan] kepada thong san loi. Selain sebagai pengganti bahan sin mun thai kit, juga sebagai bantuan  ekonomi kepada mereka.

Sedangkan di Singkawang, dikenal dengan nama Bong Kim Ban Liong. Ditulis oleh orang terpelajar. Saat menempelkan, akan menyebutkan bunyi tulisan dan maknanya. Orang menunggu kedatangan dan memberikan uang sebagai tanda terimakasih. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]

 

Sin Mun Thai Kit [Ko Ngian Theme Writing Paper]

In Bangka, red paper containing Ko Ngian-themed writing is used. The paper measures 1.5 cm wide and 5 cm long. This paper is made by Thong San Loi [a chinese person who came to Bangka] on ko ngian day. Thong San Loi will stick it on the main door. On ko ngian day, several thong san loi will come, bringing not only sin mun thai kit paper but also glue to stick it. The sin mun thai kit will be pasted horizontally in a row according to the number of thong san loi arrivals.

Types of sin mun thai kit writing:

  1. Thai Kit Li Si - means good luck.
  2. Jit Pun Wan Li - means small capital, big profit.
  3. Jit Lu Sun Fung - means once you go, it will be smooth.

The homeowner will give uang lisi [money for good luck] to the thong san loi. Besides being a substitute for sin mun thai kit materials, it is also an economic assistance to them.

Meanwhile, in Singkawang, it is known as Bong Kim Ban Liong. It is written by educated people. When pasting it, they will mention the sound of the writing and its meaning. People wait for their arrival and give money as a token of gratitude. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]

Sin Mun Thai Kit [高颜主题字纸]

在 Bangka,人们使用写有 Ko Ngian 主题的红纸。纸宽 1.5 厘米,长 5 厘米。这种纸由 Thong San Loi [来到 Bangka 的华人] 在 Ko Ngian 日制作。Thong San Loi 会将它贴在 मुख्य 门上。在 Ko Ngian 日,一些 Thong San Loi 会来,他们不仅带来 Sin Mun Thai Kit 纸,还带上浆糊来粘贴。Sin Mun Thai Kit 会根据 Thong San Loi 到来的数量水平排列粘贴。

Sin Mun Thai Kit 上字体的种类:

  1. Thai kit li si - 意思是平安或远离危险。
  2. Jit pun wan li – 意思是小本大利。
  3. Jit lu sun fung – 意思是 一路顺风。

屋主会给 Thong San Loi uang lisi [象征好运的钱]。这除了作为 Sin Mun Thai Kit 材料的替代品外,也是对他们经济上的帮助。

而在 Singkawang,它被称为 Bong Kim Ban Liong。由受过教育的人书写。粘贴时,他们会念出字的声音和含义。人们等待他们的到来并给钱作为感谢。[Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]

 

Sin Mun Thai Kit [Ko Ngian-thema schrijfpapier]

In Bangka wordt rood papier gebruikt met Ko Ngian-thema's. Het papier is 1,5 cm breed en 5 cm lang. Dit papier wordt gemaakt door Thong San Loi [een Chinees die naar Bangka kwam] op Ko Ngian-dag. Thong San Loi plakt het op de hoofdingang. Op Ko Ngian-dag komen er verschillende Thong San Loi, die niet alleen Sin Mun Thai Kit-papier meebrengen, maar ook lijm om het op te plakken. De Sin Mun Thai Kit wordt horizontaal in een rij geplakt, afhankelijk van het aantal Thong San Loi dat arriveert.

Soorten Sin Mun Thai Kit-teksten:

  1. Thai kit li si - betekent geluk of vrij van gevaar.
  2. Jit pun wan li – betekent klein kapitaal, grote winst.
  3. Jit lu sun fung – betekent een vlotte reis.

De huiseigenaar geeft uang lisi [geld als teken van geluk] aan de Thong San Loi. Dit is niet alleen een vergoeding voor het Sin Mun Thai Kit-materiaal, maar ook een economische hulp voor hen.

In Singkawang staat het bekend als Bong Kim Ban Liong. Het wordt geschreven door geleerde mensen. Bij het opplakken zeggen ze de klank van het schrift en de betekenis ervan. Mensen wachten op hun komst en geven geld als dankbetuiging.[Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]

 


Es batu Ko Ngian

Minuman yang tersaji pada zaman dahulu berupa minuman bravo dan city. Terakhir terdapat pilihan minuman fanta dan sprite. Saat itu, lemari es termasuk barang langka. Sehingga pagi hari, pas hari Ngian Co Jit [ tanggal 1 penanggalan imlek], kita akan membeli es batu. Es batu masih dalam bentuk balokan. Sehingga dipotong lebih kecil menggunakan choi to [pisau ukuran besar], agar masuk dalam gelas. Baru minuman dapat disajikan dalam gelas yang berisi es batu. Sehingga rasa dingin dan segar pun tercipta. Tak lupa es batu yang telah dipotong-potong kecil di simpan di es kan [termos es]. Agar es dapat bertahan lebih lama. Es kan ini dapat berfungsi juga untuk menyimpan nasi putih. Saat jalan-jalan ke pantai saat perayaan Ng Ngiat Ciat. Jika rajin membuat es mambo [ es panjang berisi rasa limus, rasa jeruk asam, rasa manisan nanas, dll] diisi dalam es kan untuk dijajakan di warung. 


Es Kan - Termos Es [dok. pribadi]

Rasanya senang dan bahagia, mengingat hari itu Ko Ngian. Bisa datang membeli es batu di warung terdekat. Kadang harus bolak-balik beberapa kali. Karena penjual, perlu waktu pulang dari pasar, membeli es balokan, untuk dijual kembali di warung. Sungguh repot juga penjual pada hari itu. Jasa mereka juga besar, agar acara Ko Ngian bisa berjalan lancar. Pagi-pagi sudah mencari es batu untuk masyarakat yang merayakan Ko Ngian. [Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]

Saturday, 1 February 2025

Khiung Hi Sin Ngian [ Selamat Tahun Baru {Imlek} ]

 Khiung Hi Sin Ngian

Sumber: poster Makin Pangkalpinang


新春恭喜!
Sin Tjoen Kiong Hie!
Selamat memasoeki moesim semi! 🌱

添福添壽!
Thiam Hok Thiam Sioe!
Bertambah redjeki, bertambah oemoer! 🎁

萬事如意!
Ban Soe Djie Ie!
Selaksa perkara terselesaiken seperti jang diharapken! 👏

闔家平安!
Hap Kaij Peng An!
Seisi roemah s'lamet sentosa. 🏡

Lagoe: Phobin Djin Kwee Ke. 🎶
 
Tjia Gwee Ce It, Tahoen Hoang Ti 4723.✍️ { Vau-G/www.bapang007.blogspot.com }

Monday, 18 March 2024

Ko Ngian [ Imlek ] Tradisional Bangka

 

Tanggal 1 penanggalan Imlek menandai mulainya musim semi di Tiongkok. Musim semi mengumandangkan kesegaran dan harapan akan kebahagiaan dan kemakmuran di antara umat manusia. Pada saat Imlek [Ko Ngian dalam bahasa Bangka] merupakan momen untuk menguat persaudaraan dan pertalian keluarga. Makan malam bersama saat sam sip am pu [ tanggal 30 Imlek malam – malam tahun baru Ko Ngian],  saling mengunjungi antar kerabat dan teman merupakan kegiatan yang berlangsung dari hari pertama hingga hari ketiga Ko Ngian. Kegiatan bersama saat Ko Ngian mengingatkan tentang pentingnya keluarga. Hari-hari menjelang Ko Ngian merupakan waktu-waktu yang sibuk. Namun kegiatan mempersiapkan Ko Ngian oleh orang Tionghoa Bangka dilakukan secara beguyur [bertahap], sehingga tidak menimbulkan keadaan lim si lim kit alias kalang kabut [dalam bahasa Khek Bangka] pada waktu hari H.

Keperluan berbelanja pakaian, sandal, sepatu baru. Untuk sandal dan sepatu, baru dapat membeli kembali setelah 1 bulan dari Ko Ngian. Soalnya dipercaya akan membawa ketidakberuntungan. Secara sederhana, zaman dahulu pembelian pakaian hanya sekali dalam setahun. Selain itu perlu belanja perlengkapan sembahyang seperti hio, lilin, kimci, baju dan sandal sembahyang, buah, kue, ayam, dan daging babi. Demikian pula menyediakan kue, makanan ringan seperti empek-empek, bakmi, dan minuman untuk para tamu yang datang. Untuk makanan ringan ini, merupakan tradisi baru yang berjalan selama Ko Ngian. Sebelumnya hanya kue. Namun ini memberikan suatu pengalaman menarik. Dimana walau hanya kue, tapi kita menjadi sempat untuk berbincang dengan  seru. Tanpa disibukkan menyiapkan dan membersihkan aneka makanan ringan. Sebetulnya ini sungguh merepotkan. Sedangkan jika dibayangkan kemampuan orang untuk memakan makanan ringan, paling hanya di 3 rumah saja. Selebihnya sudah kurang mampu lagi.  Mempersiapkan sembahyang leluhur. Membersihkan rumah meliputi mencuci lantai, perabotan, menjemur kasur tidur, merenovasi rumah meliputi mengecat rumah, memperbaiki bagian rumah yang rusak. Serta mencuci  bersih kendaraan. Sebetulnya kegiatan membersihkan ini memberikan efek kesehatan mental. Rasa tenang dan nyaman muncul setelah keadaan kembali rapi dan bersih.

3 hari sejak hari pertama Ko Ngian, tidak diperbolehkan untuk menyapu rumah. Karena rezeki yang datang akan ikut tersapu.  Namun saat ini sudah lebih longgar dengan tetap menyapu, namun kotorannya diletakkan di salah satu sudut di dalam rumah atau dengan mengepel.  Pada hari ke 3 , sampah dari seputaran rumah diambil sedikit, dimasukkan ke dalam karung. Dengan ditambah hio 3 batang,  2 lilin, sedikit kertas kimci dan sapu lidi bekas [ sapu lidi yang telah dipakai 1 tahun yang telah lalu]. Dibuang di area pertigaan jalan [ sam kok lu]. Ini cukup sulit dilakukan pada zaman sekarang. Karena akan menggangu kebersihan lingkungan. Sehingga cukup diletakkan di tempat sampah.

Ko Ngian erat kaitannya dengan kebersihan. Tak hanya fisik tapi berhubungan pula dengan kebersihan batin. Hutang-piutang perlu diselesaikan pada waktu menjelang Ko Ngian. Dengan memiliki hutang, seseorang menjadi tidak tenang sehingga menjadi tidak bahagia.  Adanya harapan bahwa dalam tahun yang baru membawa kedamaian dan kebahagiaan.

Kebersihan fisik yang menjadi perhatian seperti kuku tangan dan kaki, memotong rambut, dan mencuci rambut, Untuk rambut sebelum Ko Ngian telah dipotong. Memerlukan waktu 1 bulan kemudian baru boleh dipotong lagi. Ini salah satu pantangan dalam potong rambut. Zaman dahulu, untuk membuat kuku terlihat putih dan bersih, orang akan menggunakan pecahan beling dari gelas atau piring. Pecahan tersebut digosok di atas permukaan kuku baik tangan maupun kaki. Efeknya putih dan bersih. Bagian tubuh seperti di belakang leher yang cenderung penuh daki, selain disikat dengan sikat sabut kelapa, dapat pula dibantu dengan digosok minyak tanah. Seketika daki akan rontok. Sungguh pengalaman yang unik dari orang zaman dahulu. Dapat dimaklumi, zaman dahulu, anak-anak lebih banyak beraktivitas dengan permainan seperti mandi di sungai, bermain layangan, petak umpet. Dimana sabun juga masih jarang, sehingga daki lebih mudah timbul. Perlu juga untuk mencukur kumis bagi yang biasa mencukur kumis.

Pada hari Ko Ngian, tidak membicarakan hal negatif, memecahkan barang, mengkonsumsi obat-obatan, makan bubur. Namun untuk kondisi tertentu, hal-hal tersebut dapat dikesampingkan.

Sehari sebelum Ko Ngian, ada kegiatan sembahyang para leluhur dan di klenteng setempat. Malam Ko Ngian diadakan makan malam bersama. Anggota keluarga yang merantau, akan pulang dan ikut bergabung dalam acara. Diusung semangat kesatuan dan keutuhan keluarga melalui makan malam bersama.

Angin Ko Ngian

Cuaca cukup unik menjelang Ko Ngian. Angin cenderung bertiup sepanjang hari hingga malam, mulai bertiup sepoi-sepoi dan terus menerus. Sehingga angin ini memberikan warna tersendiri ketika akan Ko Ngian.

Cahaya matahari

Matahari jam 18.00 WIB [dok.pribadi]

Cahaya matahari yang muncul lebih lambat di pagi hari dan tenggelam lebih lama di sore hingga jam 6 sore, cahaya matahari cenderung masih terang. Hal ini mulai terasa 2 minggu menjelang Ko Ngian.

Asinan Bun Thong Choi

Bun Thong Choi [dok.pribadi]

Membuat asinan bun thong choi [kucai]. Dari bun thong choi yang telah dibersihkan tinggal bagian umbi. Iris tipis jahe putih. Jemur seharian bun thong choi dan irisan jahe putih. Beri gula, cuka, dan garam. Dicampur di baskom, kemudian ditutup menggunakan kain untuk didiamkan satu malam. Pindahkan di dalam toples kaca dan ditutup rapat hingga 1- 2 minggu. Bun thong choi ini bermakna semoga semakin berkembang. Hingga memiliki harapan agar semakin maju. Pas malam Ko Ngian, bun thong choi sudah dapat dinikmati. Untuk para sahabat yang memiliki rasa nyeri atau ngilu di tubuh, untuk mengkonsumsinya secara terbatas.

Sit Cai (Vegetarian) ½ hari

Ada tradisi yang menjalankan sit cai setengah hari,  saat hari pertama Ko Ngian. Dimana setelah jam dua belas siang, sudah diperbolehkan untuk berbuka. Kue yang mengandung lemak dari hewani, dan makanan berdaging, sementara tidak dikonsumsi selama puasa sit cai.

Mandi air kembang

Untuk menambah keberuntungan, mandi malam [tgl 30 bulan 12 imlek] menggunakan air kembang yang dibuat dari campuran beberapa kembang, dan perasan jeruk nipis.

Masakan Khas Ko Ngian

Setelah sembahyang baik leluhur, klenteng, dan altar rumah, biasanya ada sejumlah persembahan berupa ayam dan daging babi. Nah ayam dan daging babi ini dimasak mun. Dengan dimasak menggunakan kecap. Sehingga disebut ayam mun. Masakan ini dapat tahan dikonsumsi lama. Cukup dipanaskan ulang, ayam mun sudah siap konsumsi. Terkadang ayam yang jumlahnya banyak, dimasak ayam arak dengan cocolan menggunakan garam. Ini jg memberikan efek hangat dan menyegarkan tubuh.

Persembahyangan

Setiap menjelang Ko Ngian, untuk yang memiliki altar di rumah, maka akan melakukan kegiatan bersih-bersih dan mengganti ornamen altar.

Ban Fuk [dok.pribadi]

Tradisi sembahyang Dewa Thai Soi Sen Kiun. Memasuki bulan 12 penanggalan imlek hingga tanggal 16, biasanya melakukan persembahyangan ban fuk [ membayar keinginan atau ucapan terima kasih] dan tanggal 5 bulan 1 hingga tanggal 15 tahun baru imlek, biasanya melakukan persembahyangan hi fuk { memohon keinginan].

Sembahyang kepada Dewa Dapur. Untuk yang memiliki altar Dewa Dapur, akan sembahyang tgl 23 bulan 12 Imlek. Mengantarkan Dewa Dapur naik ke langit. Kemudian tgl 4 bulan 1 Imlek. Menyambut Dewa Dapur turun ke bumi.

Selain itu ada juga sembahyang leluhur menggunakan meja di teras rumah. Sembahyang ini memerlukan kertas Pai Bui [ berisi nama leluhur] ditancapkan di kaleng yang telah dilapisi kertas berwarna merah yang berisi tanah pasir. Baru kertas Pai Bui dan hio ditancapkan. Perlu menulis kertas Pai Bui di ahli penulisan. Biasa dapat ditemui di Jalan Ratu Tunggal [ dahulu Gg. Bahagia]. Untuk yang memiliki altar leluhur, dapat langsung sembahyang di altar leluhur. Persembahan berupa sam sang [ ayam dan daging babi], 3 macam kue dan 3 macam buah. Buah dan kue berjumlah ganjil misalnya 3 dan 5 buah. 3 cangkir kecil teh dan 5 cangkir kecil arak. Penambahan masakan kesukaan leluhur selama masih hidup, juga diperbolehkan.  Selain itu terdapat kertas perak, uang-uangan dari kertas, pakaian kertas dan sandal kertas. Untuk yang kurang mampu, bisa sembahyang dengan 1 butir telur pun diperbolehkan. Ayam untuk sembahyang yang digunakan adalah ayam kampung jam kai [ayam kampung jantan yang telah dikebiri sejak kecil]. Ayam ini cenderung memiliki bobot yang lebih berat dan perawakan ayam yang besar. Tekstur daging yang lunak. Sehingga jika dimasak mun [kecap], begitu mengundang selera. Namun sekarang sudah cukup jarang dan harganya lebih mahal dari ayam kampung biasa. Dahulu orang akan memelihara ayam ini sendiri dengan pakan jagung dan irisan daging kelapa. Jadi seperti menabung secara sedikit demi sedikit lewat ayam yang akan digunakan untuk sembahyang. Sehingga pada waktu sembahyang, tidak terlalu memberatkan lagi.

Untuk yang biasa sembahyang di Klenteng setempat, perlu mempersiapkan aneka persembahan seperti ayam, daging  babi, buah dan kue. Ada pula yang mengangkat orang tua angkat sebagai pelindung dari salah satu dewa, dewi atau Pakung. Sehingga perlu mengadakan persembahyangan. Demikian  yang memiliki altar sembahyang ( altar Dewa-dewi) di rumah. Sehingga secara umum sembahyang bisa sampai 4 macam yaitu di Klenteng setempat atau Klenteng orang tua angkat, Altar rumah, sembahyang leluhur ( baik yang memiliki altar atau langsung di teras rumah}, dan sembahyang Dewa Thay Sui { di depan teras rumah atau di klenteng setempat}. Persembahyangan ini merupakan agama rakyat [folk religion] yang banyak dijalankan oleh orang Tionghoa Bangka. Agama rakyat ini kental dengan kepercayaan Dewa – Dewi jaman purba, shamanisme, dan animisme-dinamisme. Dimana berpadu pula dengan unsur ajaran Tao, Kong Hu Cu,dan  Buddha.

Sembahyang leluhur merupakan suatu kewajiban. Ini berkaitan dengan, “ Jika kita minum air, maka kita harus selalu ingat kepada sumbernya.” Persembahyangan ini membawa makna bahwa kita tidak melupakan asal keturunan dan leluhur sendiri.

Membuka toko

Secara umum, orang Khek Bangka akan membuka usaha setelah Kongian di hari ke-4. Jika mau membuka usaha di hari ke-3, perlu membuka usaha di hari ke-2  atau di hari- 1 Ko Ngian. Membuka toko di hari pertama Ko Ngian, jika sudah terjadi transaksi 1 x, maka sudah boleh menutup toko. Harapan membuka usaha di hari pertama Ko Ngian, untuk menerima keberuntungan.

Fung pao

Fung pao [ ang pao – bahasa Hokkian] merupakan bahasa Khek yang berarti kertas merah.  Pada zaman dahulu, fung pao diberikan dengan memggunakan kertas berwarna merah yang disebut fung ci. Pemberian fung pao dilakukan oleh orang yang telah menikah kepada orang yang dituakan dan anak-anak. Orang yang telah menikah merupakan batas antara masa kanak-kanak dan dewasa dan dianggap mapan secara keuangan. Yang belum menikah, tetap berhak menerima fung pao, walaupun secara umur, sudah dewasa. Fung pao memiliki nilai kebaikan, adanya harapan agar orang yang menerima fung pao dapat menerima keberuntungan.

Menempel Fung Ci [kertas merah] di pohon

Kertas merah sebagai perlambang kegembiraan. Sehingga harapan agar pohon-pohon dapat membawa keberuntungan.

Menempel kertas Fuk

Kertas fuk ditempelkan di pintu-pintu di rumah. Setiap tahun, kertas fuk selalu diganti dengan yang baru.

Memasang hiasan Ten Lung

Ten Lung atau Lampion mulai dipasang menjelang Ko Ngian dan dilepas setelah tgl 15 imlek. Untuk menambah kemeriahan, ditambahkan pula ornamen-ornamen seperti dui lian (kalimat berpasangan ) di pintu, dan bunga mei hua.

 

Menerima kedatangan Barongsai

Barongsai sebagai hewan mitologi, dipercaya mampu membawa keberuntungan dan mengusir roh-roh jahat. Barongsai  melambangkan semangat dan kegembiraan. Sehingga saat Ko Ngian, ketika ada barongsai, orang akan menerima kedatangannya. Dengan riuh tabuhan bunyi simbal dan tambur.  Setelah beratraksi, barongsai akan menghormat ke arah pintu rumah dan altar rumah. Kita dapat memberikan fung pao sebagai tanda keberuntungan.

 

Ucapan Selamat Ko Ngian

Pai dengan mengepalkan tangan kanan di depan dada, lalu dibungkus oleh telapak tangan kiri. Sambil mengucapkan  Khiung Hi Sin Ngian { Selamat tahun baru} atau Khiung Hi, …[ Khiu, Ji, Suk, Kung, Pho --- nama panggilan]. Sebelum kemudahan mengirimkan ucapan selamat lewat telepon genggam. Zaman dahulu orang mingirimkan kartu ucapan Ko Ngian lewat jasa pengiriman pos. Beberapa waktu sebelum Ko Ngian, sudah mulai mengirimkan kartu ucapan. Trend ini masi berlangsung hingga periode tahun 90-an. Sebelum tergantikan oleh teknologi telepon genggam.

 

Pameo khas Ko Ngian Bangka

Pameo ini dalam bahasa Khek Bangka

Ngi eng – ngi luk

Hang lu ta cuk cuk

Menjelang Kongian, tanggal 25 – 26, jalan dengan tangan, kaki di atas, dan kepala di bawah [ karena sudah sibuk mengurusi urusan  Ko Ngian].

 

Ngi jit – ngi pat

Hang lu ta kui ngap

Menjelang Kongian,  tanggal 27 – 28, jalan sambil ngomong sendiri [ berpikir apalagi yang perlu disediakan untuk Ko Ngian. Jadi jalan sambil ngomong sendiri untuk mengingat-ingat]

 

Ngi jit – ngi pat

Sam pha liong kat

Menjelang Kongian, tanggal 27 – 28, terserah saja [ ambil keputusan yang sederhana saja, yang penting bisa Ko Ngian]

 

Ngian oi tew

Buk kha jiw lew

Phan pho oi cew

Aciaw o tew

Kak li kak sa jiw ngetew.

 

Ko ngian sudah mau tiba. Atap rumah bocor. Istri mau kabur. Anak nakal

Tetangga rumah cari masalah. { Vau-G/www.bapang007.blogspot.com}

 

Daftar Pustaka

1.       Budaya Masyarakat Cina di Desa Gedong Kabupaten Bangka; Dwi Setiati, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang 2010

2.       Imlek; Andarini Trisnasari, Talenta Pustaka Indonesia, 2010

3.       Jangan Asal Mengepal, Ini Makna di Balik Salam Orang Tionghoa; travel.kompas.com, diakses tanggal 07 April 2024, jam 19.59 WIB.

4.       Dewa-Dewi Kelenteng; Ir. E. Setiawan, Yayasan Kelenteng Sampookong, 1990.

5.       Kisah, Kultur, dan Tradisi Tionghoa Bangka; Rika Tjeo dan Fennie Lie, Penerbit Buku Kompas, 2014.

6.       Membersihkan Rumah Dapat Menjaga Kesehatan Mental, Ini Tipsnya; kompas.com, diakses tanggal 11 April 2024, jam 15.45 WIB