Daftar Tradisi Kegiatan Akhir Tahun 2025 [Kwan Tie Miau dok.]
Panduan pemilihan hari baik untuk transisi dari tahun Ular Kayu [2025] ke tahun Kuda Api [2026] menurut ajaran kepercayaan tradisional Tionghoa Bangka:
1. Tentukan kegiatan
2. Lihat daftar tanggal yang tersedia.
3. Cek kolom shio yang ciong. Jika hari itu tertulis tikus, dan kita bershio tikus, maka gunakan hari yang lain.
4. Cek jam pada penggunaan hari dan jam yang baik di hari ko ngian.
Contoh kegiatan yang dilakukan menjelang dan sesudah ko ngian menurut tradisi dan budaya tionghoa Bangka:
a. Melakukan ban fuk [ pemilihan waktu terdapat pada petunjuk halaman 1]
b. 4 Februari 2026, memasuki waktu kau chun [ lip chun] dapat memasang hiasan ko ngian seperti ten lung [ lampion], menempelkan fuk se – tulisan fuk [ chun lian], telah selesai membersihkan rumah, telah membeli sandal atau sepatu, gunting rambut, telah selesai membuat thiam pan dan asinan bun tong choi.
c. Tanggal 10 dan 11 Februari 2026 [ tanggal 23 dan 24 bulan 12 penanggalan imlek] – Sembahyang Dewa Dapur.
d. 17 Februari 2026 – merayakan imlek. Untuk persembahyangan dapat melihat di daftar tradisi penggunaan hari dan jam yang baik di tahun baru [2]
e. Melakukan hi fuk dengan tanggal dapat dilihat di tabel ibadah untuk doa berkah / hi fuk.
f. Hari baik untuk mulai buka toko atau kerja – lihat tabel hari baik buka usaha. Di Bangka secara umum, jika tidak membuka usaha di hari ke -1 dan 2 imlek, maka dapat buka di hari ke-4 imlek.
g. Untuk sembahyang ko sa mulai tanggal 25 Maret 2026.
h. Chin min jatuh tanggal 5 April 2026, jam 02.40 WIB.
Petunjuk ini dari Goang Jing Tang Tong Seng. Merupakan salah satu penerbit Tong Shu [almanak tiongkok] yang berbasis di Hong Kong.
Li Chun [M] { Lip Cun; Kau Chun [ HP]}, secara harafiah kau – perubahan dan chun – musim semi, yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2026. Kau chun merupakan awal perubahan ke musim semi berdasarkan kalender matahari dan titik matahari pertama dari 24 posisi matahari. Dalam metafisika Tiongkok, pergantian shio dimulai saat kau chun.
Sedangkan perayaan ko ngian berdasarkan kalender bulan yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Secara tradisi dan budaya, perayaan tahun baru Tiongkok diperingati berdasarkan kalender bulan.
Kalender tiongkok terdiri dari kalender matahari [ Yang Li / solar] dan kalender bulan [Yin Li / lunar]. Untuk penamaan kalender imlek berasal dari bahasa hokkian. Secara harafiah im – bulan dan lek – penanggalan. Namun secara teknis kalender imlek merupakan kalender luni solar yang menyelaraskan siklus bulan dengan matahari.
Dalam tradisi dan budaya tionghoa bangka, saat kau chun, merupakan batas sudah tidak diperbolehkan lagi untuk membuat kue thiam pan, asinan bun tong choi, kegiatan bersih dan beres rumah [ dalam rangka menyambut ko ngian], membeli sapu, sandal, dan potong rambut. Pada hari tersebut dapat mulai menggantung pernak-pernik imlek.
Di Singkawang, saat kau chun terdapat aktivitas mendirikan telor.
Ban Fuk dilakukan di akhir tahun penanggalan tiongkok. Ban - membayar dan fuk – rezeki. Merupakan sembahyang terimakasih atas segala perlindungan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga yang telah diterima sepanjang tahun.
Hi Fuk; hi – mulai kembali dan fuk – rezeki. Tahun 2026, Dewa Thai Soi yang bertugas yaitu Wen Zhe da Jiang Jun.
Sam sip pu
1 hari menjelang ko ngian dikenal dengan sam sip pu [ tanggal 30], orang dapat melakukan kegiatan untuk pindah rumah. Dipercaya, pada hari tersebut bebas pantangan. Sehingga kepindahan rumah pada hari tersebut akan memberikan kelancaran. Malam tahun baru ko ngian dikenal dengan sam sip am pu. Walaupun terkadang tanggal terakhir di bulan 12 imlek adalah tanggal 29 [ seperti di tahun 2026 ini], tetap penamaan dengan sam sip pu.
Sembahyang Ko Ngian dan Hi Fuk [ Kwan Ti Miau dok.]
Tradisi makan malam bersama keluarga hingga menyambut ko ngian [ ciap ko ngian ]. Dikenal pula dengan ciap sin ngian – menyambut tahun baru. Tepat jam 00.00 wib melakukan sembahyang langit [ Thian A Kung]. Sepanjang sam sip am pu membuka pintu utama rumah dan membiarkan seluruh lampu menyala terang benderang hingga pagi hari.
Membuka pintu untuk menyambut Dewa Rezeki dan lampu menyala hingga pagi untuk penerangan nasib sepanjang tahun. Dan terang untuk mengusir energi negatif dari dalam rumah. Terkadang ada pula yang memainkan petasan di tepat tengah malam.
Ci kung dan khoi kung
Hari Baik Buka Usaha [Kwan Ti Miau dok.]
Beberapa hari menjelang ko ngian, pada zaman dahulu, orang mulai ci kung [ ci - stop; kung – bekerja]. Minimal 1 hari sebelumnya sudah ci kung. Untuk mempersiapkan persembahyangan kepada para leluhur.
Makna filosofi dan sosial di dalam ci kung:
a. Penyelesaian kewajiban
Semua pekerjaan harus diselesaikan, utang piutang dilunasi, dan alat-alat kerja dibersihkan.
b. Fokus pada kegiatan rumah tangga.
Secara keseluruhan, ci kung adalah bentuk disiplin waktu, berhenti kerja untuk menghormati tradisi dan budaya.
Setelah berhenti, maka akan kembali kerja. Ini dikenal dengan khoi kung. Khoi – buka; kung – kerja. Artinya mulai bekerja. Memulai aktivitas ekonomi kembali dengan semangat baru.
Waktu khoi kung yang diambil adalah untuk usaha toko mengikuti beberapa aturan umum yaitu:
a. Jika membuka di hari pertama ko ngian, biasanya hanya sebentar. Cukup laris 1 macam barang, sudah dapat tutup kembali. Di sini untuk mengambil keberuntungan di perayaan ko ngian, agar dapat terus mengalir sepanjang tahun. Setelah itu hari kedua, ketiga, keempat dan seterusnya dapat terus membuka seperti biasa.
b. Jika akan membuka di hari kedua imlek, maka dapat membuka toko di hari ketiga dan seterusnya.
c. Khusus hari ketiga, tidak dianjurkan untuk buka. Karena memang secara tradisi, hari ini orang membuang sampah. Diambil sampah sedikit-sedikit dari 4 penjuru rumah, ditaruh dalam kantong yang diisi 3 batang hio, 2 batang lilin, sedikit kertas kimci dan sapu lidi bekas. Secara tradisi, akan dibuang di pertigaan jalan. Namun, sekarang dibuang di tempat pembuangan sampah. Jika baru akan membuka di hari ketiga, dipercaya ketidakberuntungan yang akan mengikuti sepanjang tahun.
d. Hari keempat ko ngian, merupakan hari yang umum orang mulai khoi kung.
Dapat pula mengikuti perhitungan hari baik buka usaha yang telah diterbitkan oleh Yayasan Kwan Tie Miau.
Secara prinsip ci kung adalah tentang “ istirahat” dan khoi kung tentang “pompa semangat” agar rezeki kembali mengalir deras di sepanjang tahun.
Chin Min
Sembahyang Chun Sa [ Ko Sa {HP}] merupakan sembahyang kepada para mendiang yang belum genap 1 tahun meninggal dunia. Sehingga pada saat chin min 2026, waktu ko sa yang dapat dipakai mulai tanggal 25 Maret 2026.
10 hari menjelang chin min 2026 [ tanggal 5 April], sudah dapat melakukan persembahyangan ke kuburan untuk para mendiang yang telah lebih dari 1 tahun meninggal dunia.
Makna hujan saat kau chun bagi orang Tionghoa
Pandangan orang tionghoa terhadap hujan pada waktu kau chun dari sudut neo tradisional:
a. Budaya feng shui. Bahwa air melambangkan kekayaan. Hujan di kau chun ditafsirkan sebagai pertanda baik. Hujan membawa kekayaan melimpah.
b. Kearifan pertanian. Hujan mengikuti ritme alami dan menyuburkan tanah.
c. Psikologis. Hujan melambangkan pelepasan emosi dan pembersihan batin. Membantu orang menemukan momen ketenangan dalam kehidupan mereka yang serba cepat.
Dalam ajaran kepercayaan tradisional tionghoa bangka, melihat hujan saat kau chun dari budaya feng shui. Hujan membawa kelimpahan rezeki. Permaknaan ini diwariskan melalui tradisi lisan turun temurun. Ini memperkuat optimisme harapan dan semangat menyambut tahun baru imlek.
Makna ko ngian bagi orang hak ngin Bangka
Ko ngian dalam dialek hak fa [bahasa hakka] pangkalpinang – Bangka,sedangkan dalam bahasa mandarin yaitu Guo Nian . Ko berarti melewati dan ngian yaitu tahun. Jadi ko ngian berarti melewati tahun.
Orang hakka [ hak ngin {HP}] memiliki sejarah sebagai kelompok pendatang. Ko ngian dalam pandangan tradisional, memiliki makna:
1. Makna tersurat
Merupakan wujud terimakasih setelah bekerja keras sepanjang tahun yang tercermin pada:
a. Penyajian makanan spesial yang jarang ditemui di hari-hari biasa.
b. Tradisi membersihkan rumah.
c. Sembahyang leluhur.
2. Makna tersirat
Memiliki kandungan emosional dan berkaitan dengan identitas sebagai pendatang.
a. Ketangguhan dan kelangsungan hidup
Kata “ko” [melewati] bagi orang hak ngin menyiratkan ketangguhan. Mengingat sejarah yang sering berpindah-pindah, berhasil melewati satu tahun lagi adalah sebuah kemenangan atas kerasnya hidup.
b. Solidaritas kelompok
Sebagai kelompok minoritas di tempat yang baru, ko ngian merupakan momen untuk memperkuat ikatan persaudaraan lewat saling mengunjungi dan saling bercerita.
c. Harapan akan keberuntungan
Doa dipanjatkan agar di tahun baru akan mendapatkan perlindungan dan kemurahan rezeki di perantauan.
Ko ngian dalam pandangan neo tradisional mengalami pergeseran makna yaitu:
1. Makna tersurat:
a. Momen berkumpulnya keluarga besar. Yang merantau, akan pulang untuk berkumpul. Bagi orang hak ngin, keluarga adalah utama. Meja makan, tertawa dan kisah lama yang diceriterakan ulang menjadi bagian dari ko ngian. Kebersamaan dalam keluarga bersifat sementara, namun kenangan yang akan tinggal.
b. Tradisi membersihkan rumah lewat membuang barang yang lama tidak terpakai sebagai tindakan fisik untuk memutus rantai ketidakberuntungan di tahun lalu dan memberikan ruang untuk keberuntungan baru.
c. Atribut serba merah sebagai simbol vitalitas hidup yang kuat di tengah tantangan zaman.
d. Penyelesaian hutang. Secara tradisi perdagangan, ko ngian menjadi tenggat waktu, semua hutang di tahun lalu dilunasi, agar tidak membawa kesialan di tahun yang baru.
2. Makna tersirat:
a. “Jangkar” identitas diaspora.Mempertegas identitas sebagai hak ngin, dimana nilai-nilai luhur dari tradisi yang dipraktekkan kembali.
b. Ketangguhan. Kata “ko” - [melewati] menyiratkan keberhasilan kolektif dalam bertahan hidup. Harga timah yang fluktuatif saat ini, momentum ko ngian memberikan makna dapat berhasil melewati tahun yang penuh tantangan.
Lagu ko ngian legendaris di Bangka
a. Zhang Xiao Ying - penyanyi legendaris Singapura era 60-an.
b. Zhuang Xue Zhong – penyanyi legendaris Malaysia. Telah merilis 30 album sejak tahun 1986. Suara yang maskulin dan bertenaga.
Nb: HP : hak fa Pangkalpinang [ bahasa hakka pangkalpinang]
[Vau-G/www.bapang007.blogspot.com]





No comments:
Post a Comment