Sunday, 23 August 2026

Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 3]

Perayaan Chiong Si Ku di Pulau Bangka diselenggarakan pula di kelenteng setempat. Melanjutkan pembahasan dari Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 2], pada bagian 3 ini kita akan mengulas deretan kelenteng setempat penyelenggara Chiong Si Ku.

Chiong Si Ku Kelenteng Setempat


Pada umumnya kelenteng setempat yang menyelenggarakan chiong si ku di tanggal 14 bulan 7 imlek.

 

A.      Kelenteng Amal Bakti – Ketapang; Pangkal Balam


Kelenteng yang terletak di Jalan Malahayati, Ketapang. Tepat di sudut jalan pertemuan antara jalan Malahayati dan Ketapang II.

📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Amal Bakti - Ketapang; Pangkal Balam 

 
Kelenteng dengan tuan rumah kelenteng - Sui Pak Kung [Pak Kung Air]. Meskipun tidak menghadirkan patung Thai Se Ja, di sini menyediakan phang si ku untuk meletakkan persembahan. Terdapat pula panggung hiburan rakyat berupa pertunjukan organ tunggal dan hidangan makanan. Hidangan makanan merupakan sumbangan bersama dari masyarakat Ketapang.

Toleransi dari masyarakat non tionghoa terjalin dengan baik. Mereka ikut serta membantu persiapan penyelenggaraan chiong si ku. Sampai pada pengamanan acara meliputi penggunaan jalan di Jalan Ketapang II ke arah Pangkal Arang. Sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.

B.      Kelenteng Sip Sam Fun – Desa Beluluk, Bangka Tengah.


Kelenteng yang terletak di Dusun Sip Sam Fun,  Kecamatan Pangkalan Baru- Bangka Tengah. Kelenteng yang diresmikan tahun 2010. Memiliki luas sekitar 2500 meter persegi. Dengan ukuran bangunan 20 x 35 meter. Kelenteng ini berada di pinggiran aliran sungai.  Dengan tuan rumah kelenteng - Dewa Kwan Tie.

 
Tahun 2015, saat chiong si ku ada kegiatan melepas lampion sedangkan di tahun 2019 terdapat pertunjukan jalan di atas bara api, lelang payung Thai Se Ja, dan doorprize.

Chiong si ku 2024, kelenteng Sip Sam Fun dengan kelengkapan altar Thai Se Ja [berbentuk papan nama tulisan],  phang si ku, miniatur pesawat dan pertunjukan barongsai.

 

C.      Kelenteng Sam Thai Pak Kung Thai Hin – Semabung Lama, Pangkalpinang.


Kelenteng yang terletak di Jalan Batu Nirwana 1 [ tepat di depan Pabrik Air Minum dalam Kemasan Bolesa]. Terdapat 3 Pak Kung yaitu Sak Thew Pak Kung – Pak Kung Batu [ tuan rumah kelenteng], Sui Pak Kung – Pak Kung Air, dan Muk Su Pak Kung – Pak Kung Kayu. Dan altar Kakek. 


Kelenteng yang berawal dari sembahyang di bawah pohon jambu hutan. Lalu dengan swadaya masyarakat setempat, dibangun kelenteng permanen. Sempat mengalami 1 kali renovasi. Menurut penuturan seorang  Thai Pak [ orang pintar],  Pak Kung melindungi masyarakat setempat dari kondisi yang angker pada masa lalu. Karena jalan Batu Nirwana terletak di bawah areal pekuburan Sentosa dan masih berwilayah hutan. Sekarang Pak Kung masih sering berkeliling sambil membawa senjata golok. Kebaikan hati Pak Kung terpancar ketika pohon yang menjadi cikal bakal tempat bernaung yaitu pohon jambu hutan mengalami patah dahan hingga menimpa atap. Pak Kung lebih senang jika pohon tersebut ditebang demi keselamatan banyak orang. Karena selain umat yang sering datang, karyawan dan keluarga yang bekerja di pabrik Bolesa pun senang duduk di gazebo Pak Kung. Pak Kung merelakan pohon jambu hutan ditebang demi kepentingan orang banyak.


Setiap chiong si ku, kelenteng Sam Thai Pak Kung Thai Hin mengikuti tradisi yang telah turun temurun dilaksanakan pada tanggal 15 bulan 7 Imlek. Dimana secara umum, kelenteng setempat akan merayakan sembahyang rebut di tanggal 14. Setiap tahun pabrik Air Minum Bolesa secara rutin menyumbangkan beras yang akan dibagikan merata ke masyarakat setempat. Persembahan chiong si ku setelah selesai acara, akan dibagi-bagi ke masyarakat setempat.


Pada perayaan chit ngiat pan, kelenteng ini ramai didatangi oleh umat yang melakukan ritual sembahyang Khe – Ja dan sembahyang Thai Pak Kung. 


(Bersambung ke bagian 4: Tradisi Ullambana, Pattidana, dan Jing He Ping)

---

Oleh: Vau-G | Hak Cipta Dilindungi © 2026 Bapang 007 (www.bapang007.blogspot.com)





Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [Bagian 2]

Perayaan Chit Ngiat Pan di Pulau Bangka merupakan tradisi yang kaya sejarah. Melanjutkan pembahasan pada Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [Bagian 1], pada bagian kedua ini kita akan mengulas lokasi legendaris penyelenggara Chiong Si Ku.

Lokasi Legendaris Chiong Si Ku 



Perayaan Chiong Si Ku yang menghadirkan patung Thai Se Ja banyak ditemukan di area Kabupaten Bangka. Pada tahun 2025 ini ada penampilan perdana Thai Se Ja di Cetya Setia Budi,  Dusun Cengel [ Jurung – Merawang]. Sementara tahun 2026, patung Thai Se Ja juga hadir di Kelenteng Thai Pak Kung Ciong [ 26 Agustus 2026] dan lukisan Thai Se Ja  di Kelenteng Sempurna Jaya [ tanggal 27 Agustus 2026]. Keduanya terletak di di Fathin - Lubuk Kelik. 

Ada beberapa kelenteng legendaris yang menjadi pusat perhatian saat perayaan chiong si ku:

1.       Kelenteng Setia Bhakti Koba
 

Alamat : Jalan Kenanga Atas No.9 Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Dewa Utama : Dewa Kwan Tie.
Luas Bangunan : 20x15  meter [ luas lahan 70x50 meter].


📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Setia Bhakti Koba
 



Kelenteng yang telah berumur lebih dari satu abad ini, dibangun oleh orang Tiongkok yang datang ke Bangka. Memiliki kenangan mendalam bagi warga Bangka. Zaman dahulu, tidak banyak kelenteng yang menyelenggarakan chiong si ku dengan ornamen lengkap dengan patung Thai Se Ja yang tinggi dan besar, panggung hiburan band, hingga acara lelang sumbangan barang elektronik.
Tradisi Lelang Barang: donatur menyumbangkan bahan pokok [beras, minyak], alat elektronik [kulkas, TV, radio] hingga sepeda. Harga barang lelang dengan pembayaran setoran awal keikutsertaan yang dapat dicicil pembayaran hingga 1 tahun, dimana seluruh hasilnya disumbangkan untuk operasional kelenteng. Barang lelang yang paling bernilai adalah payung di atas kepala Thai Se Ja, yang dipercaya membawa perlindungan dari kesialan dan kemalangan. Pada tahun 2025, Cetya Setia Budi Cengel memecahkan rekor lelang payung senilai Rp. 150.000.000,- 
Kemeriahan acara : menurut penuturan Asiung – Pat Thiaw Pan [ pagarawan ], ketika era bus pownis, banyak masyarakat dari luar kota Koba yang berbondong-bondong datang ke Kelenteng Setia Bhakti Koba. Sebulan sebelum perayaan, Asiung dan masyarakat kampung sudah menyewa mobil pownis. Jam 5 sore, mereka beramai-ramai berangkat ke Koba dari Pagarawan hingga prosesi acara chiong si ku selesai. Suasana sungguh ramai dan sulit untuk berjalan ketika perayaan. Banyak umkm yang menjual aneka makanan dan minuman. Namun tidak mengurangi keinginan Asiung dkk untuk datang jauh-jauh dari Pagarawan. Hiburan band yang tersedia merupakan suatu hal yang mewah pada zamannya. 
Saat itu, yang datang ke acara chiong si ku telah makan terlebih dahulu dari rumah. Hal ini dikarenakan jarang saat perayaan ada makanan siap hidang untuk para tamu. Berbeda dengan saat ini, ada makanan mulai dari makanan berat dan ringan yang tersedia saat perayaan. 

Patung Thai Se Ja pada saat itu, dapat dilihat dari kejauhan di seputaran kota Koba. Dan masih jarang, kelenteng yang membuat patung Thai Se Ja.

Era zaman 2010-an, kelenteng Setia Bhakti Koba masih memberikan magnet tersendiri. Sederetan artis-artis ternama ibukota pernah mengisi acara chiong si ku, seperti Yuni Shara, Armada Band, Aura Kasih, Koes Plus Bersaudara,  dan Luna Maya.

2. Kelenteng Ho Hap Miaw – Merawang


Lokasi : Di jalan utama Pangkalpinang – Sungailiat [ bersebelahan SD Negeri 12 Merawang].
Dewa utama : Thai Pak Kung.
Luas bangunan : 8 x 11 meter.


Berdiri pada zaman pendudukan Belanda dan berpindah di dekat jalan raya pada tahun 1960. Kelenteng ini telah mengalami renovasi di tahun 1982 dan 1983. Dengan biaya renovasi pada zaman itu sebesar Rp. 60.000.000,-.

 

Untuk acara chit ngiat pan, kelenteng Ho Hap Miaw menyimpan sejarah panjang. Sejak lama, telah diadakan sembahyang dengan kelengkapan patung Thai Se Ja. Lokasi yang strategis, sehingga banyak masyarakat Tionghoa dari Pangkalpinang, maupun dari Sungailiat yang berbondong-bondong datang ke Kelenteng Ho Hap Miaw. Sehingga jumlah pengunjung akan padat sekali pada saat sembahyang chit ngiat pan. Saat ini, kelenteng Ho Hap Miaw termasuk yang teratur menghadirkan patung Thai Se Ja. 
Berikut beberapa foto yang terdokumentasi dari patung Thai Se Ja dari Kelenteng Ho Hap Miaw.


📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Ho Hap Miaw - Merawang

3. Kelenteng Bhakti – Simpalet (Sungailiat)


Lokasi : Jalan Bakem, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dewa utama : Thai Pak Kung 

Dahulu daerah ini dikenal dengan nama Sin Pa Let  [ Parit Baru -  新巴力 ] atau sekarang menjadi Simpalet. Parit ini mengacu pada areal pertambangan timah yang dibuka oleh orang Tionghoa. Di  sebelah kelenteng ada Wihara Kwan Im. Sedangkan di belakang terdapat layanan posyandu lansia. Area belakang kelenteng ini memiliki pohon – pohon yang rindang dan besar dan luas. Sungguh nyaman berada di kelenteng Bhakti.

📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Bhakti - Simpalet
  

Tradisi Ta Ciau : Diorama 10 Raja Neraka

Pada acara tahun 2024, ada pertunjukan diorama neraka. Oleh orang Tionghoa Bangka dikenal dengan Ta Ciau. Neraka dalam bahasa hakka Pangkalpinang yaitu Jim Kian [ Jim – gelap; Kian – tempat]. Dalam terminologi Tiongkok, alam baka/kematian  dikenal dengan alam dunia bawah tanah.

Dalam ajaran kepercayaan tradisional Tionghoa, ta ciau bersumber pada kitab 玉曆寶鈔 –Yù Lì Bǎo Chāo [Catatan Harta Karun Kalender Giok]. Ditulis pada masa pemerintahan Kaisar Yongzheng dari dinasti Qing. Menurut legenda, seorang praktisi spiritual Dan Chi yang telah melakukan perjalanan ke alam baka dan membawa kitab ini.

Perjalanan manusia meninggal mulai dari penjemputan arwah oleh Hei Wuchang [ 黑無常]  dan Bai Wuchang [白無常]. Mengantarkan ke gerbang neraka. Dimana telah menunggu 2 penjaga neraka  yaitu Niu Tou [Pengawal Berkepala Banteng] dan Ma Mian [Pengawal Berkepala Kuda]. Arwah diantar menghadap 10 Raja Neraka. 
Sebelum pembakaran Thai Se Ja, di Kelenteng Bhakti ada pertunjukan kembang api yang meriah.

 Sepuluh Raja Neraka yang tinggal di masing-masing aula yaitu:


1. Chin Kong Bong [ Hakka Bangka]; [秦廣王 - Qín Guǎng Wáng {M}

Bertugas melakukan pengawasan catatan umur panjang dan kematian dini, kelahiran dan kematian di dunia manusia, serta mengelola penghakiman hantu baik dan buruk yang menderita hukuman di dunia alam bawah tanah.

Untuk yang berbudi luhur, akan terlahir kembali ke surga. Sedangkan yang memiliki perbuatan baik dan buruk yang seimbang, dikirim ke aula ke sepuluh, untuk terlahir kembali sebagai manusia. Yang memiliki perbuatan buruk lebih banyak, dibawa ke cermin karma. Saat disini, arwah yang jahat akan melihat kejahatan hati mereka semasa hidup dan penderitaan yang akan diterima di aula neraka.

Dosa yang akan memperoleh hukuman di aula 1:

a. Bunuh diri
Tidak menghargai betapa berharganya kehidupan manusia kecuali mereka yang mengorbankan hidup mereka untuk kebajikan kesetiaan, bakti kepada orang tua, dan kebenaran akan menjadi Dewa.
Para arwah bunuh diri akan menderita siksaan penyesalan dan dilarang menerima makanan persembahan dan kertas sembahyang.

b. Menghilangkan kata atau frasa saat membaca kitab suci. Akan dibawa ke ruang 
penambahan kitab suci. Setiap kata atau frasa yang dilewatkan akan ditulis dengan jelas dan dilafalkan dengan benar.

c. Menginginkan persembahan selama praktik spiritual. 
Praktisi yang awalnya mempraktikkan kultivasi murni, kemudian menjadi serakah dan mencari persembahan untuk kesenangan.
Setelah memperoleh pengecekan di aula 1, arwah akan dikirim ke aula 2. Demikian seterusnya hingga aula ke 10.                                                                                    

2. Chu Kong Bong [楚江王- Chǔ Jiāng Wáng {M}


Aula ini berisi enam belas neraka kecil  seperti pasir awan hitam, lumpur kotoran dan urin, lima garpu, kelaparan, kehausan, nanah dan darah,  kapak tembaga, kapak tembaga ganda, baju zirah besi, timbangan bin, ayam, sungai abu, memotong dan membelah, daun pedang, rubah dan serigala,dan es dingin.

Dosa yang telah dilakukan:

1) Penculikan anak laki-laki dan Perempuan
2) Merebut harta milik orang lain dengan cara menipu.
3) Sengaja mengakibatkan kerusakan pada telinga, mata, tangan dan kaki orang lain.
4) Mengambil keuntungan dari obat-obatan tanpa bimbingan yang tepat.
5) Pelayan perempuan yang dipekerjakan telah mencapai usia menikah, namun tidak diperbolehkan keluarga menebus untuk mengembalikan kebebasannya.
6) Pernikahan dengan tujuan mendapatkan harta kekayaan dan status sosial. Secara sengaja memalsukan usia.
7) Sebelum pernikahan resmi, diketahui bahwa pria atau wanita tersebut menderita sakit parah atau berwatak jahat. Namun demi uang komisi, co moi ngin [ makelar pernikahan - bahasa hakka Pangkalpinang] menyembunyikan kebenaran tersebut.

 3.   Sung Thi Bong  [ 宋帝王 - Sòng Dì Wáng {M}

Aula ini disebut Neraka Api Tali Hitam. Berisi 16 neraka kecil seperti air garam, cincin dan belenggu rami, penusuk tulang rusuk, wajah dikikis besi, mengikis lemak, hati dan jantung dijepit, mata dicongkel, kulit dikelupas, kaki dipotong, kuku dicabut, darah dihisap, digantung terbalik, tulang bahu dibelah, dimakan belatung, lutut dihancurkan, dan jantung dipotong.

Dosa yang telah diperbuat:

1) Tidak setia pada atasan dan berniat untuk mengkhianati. Tidak peduli dengan nyawa manusia.
2) Ketika sedang bertugas, melihat ada keuntungan, lupa pada moralitas, dan kehilangan patriotisme.
3) Seorang suami yang bertindak amoral dan seorang istri yang tidak lemah lembut dalam ucapan dan perbuatan.
4) Sebagai anak angkat, ia menerima kebaikan berupa pengasuhan. Setelah menerima harta benda, ia langsung lupa balas budi dan kembali ke orang tua kandungnya.
5) Seseorang yang dipercayakan untuk suatu tugas, gagal atau mengkhianati kepercayaan orang lain.
6) Bawahan yang mengkhianati atasan.
7) Bersekongkol dengan rekan-rekan menipu dan mengambil uang orang lain.
8) Seseorang yang melakukan kejahatan dan dipenjara. Namun melarikan diri.
9) Mencegah keluarga yang berduka untuk melaksanakan pemakaman.
10) Menggali kuburan, melihat  peti mati telah terkubur terlebih dahulu. Namun tetap terus menggali.
11) Mengurusi urusan orang lain dan mencuri.
12) Makam leluhur yang tidak terurus dan akhirnya hilang.
13) Mendorong orang lain melakukan kejahatan.
14) Menulis surat untuk memfitnah orang lain.
15) Menulis artikel tanpa izin yang merusak reputasi orang lain.
16) Memalsukan dokumen untuk membatalkan perjanjian.
17) Memalsukan kontrak dan surat untuk menipu.
18) Memalsukan tanda tangan yang berpotensi menimbulkan kerugian.

4. Ng Kon Bong [五官王- Wǔ Guān Wáng {M}

Aula keempat dikenal dengan Neraka Besar Pengumpulan yang memiliki 16 neraka yang lebih kecil yaitu kolam, rantai dan bambu runcing, air mendidih, telapak tangan ditusuk, otot digunting dan tulang dikikis, bahu ditusuk dan kulit disikat, kulit dilubang, jongkok di puncak tajam, baju besi, ditindih kayu batu, tanah dan genteng, mata dicongkel, mulut disumbat abu terbang, dicekoki obat, terpeleset minyak, mulut ditusuk, dan tubuh dikubur batuan pecah.

Perilaku yang memperoleh hukuman yaitu:

1) Penggelapan dan tidak membayar.
2) Menolak membayar sewa.
3) Menggunakan timbangan yang merugikan untuk keuntungan pribadi.
4) Menjual obat palsu sebagai obat asli.
5) Beras yang telah rusak [terendam air], dijual sebagai beras baik.
6) Menggunakan uang palsu untuk berbelanja dan tidak membayar tagihan secara penuh.
7) Menjual barang-barang pemicu kesombongan.
8) Ketika bertemu penyandang disabilitas, orang lansia, dan anak kecil di bus, tidak memberi jalan atau menawarkan tempat duduk.
9) Merampas dan menipu penduduk desa yang kurang berpengetahuan.
10) Menunda penyampaian surat titipan.
11) Mencuri batu paving jalan.
12) Orang miskin yang serakah akan kekayaan yang tak terduga.
13) Orang kaya yang tidak memperdulikan orang tua dan orang miskin.
14) Mengingkari janji meminjamkan uang.
15) Menimbun obat, saat dimana obat tersebut sangat dibutuhkan orang sakit.
16) Merahasiakan resep obat mujarab.
17) Membuang sampah [ pecahan mangkuk dan peralatan bekas] di jalan.
18) Memelihara hewan tanpa kandang, sehingga kotoran mengganggu orang lain.
19) Membiarkan lahan kosong hingga tandus dan terbengkalai.
20) Merusak dinding orang lain.
21) Menggunakan mantra untuk menjahili orang lain.
22) Menyebarkan berita bohong untuk menakuti orang lain.

 5.       Ngiam Lo Bong [閻羅王- Yán Luó Wáng {M}

Ngiam Lo Bong awalnya berada di aula pertama. Namun karena kasihan kepada mereka yang meninggal secara tidak adil dan berulang kali mengirim kembali mereka ke dunia nyata untuk mencari keadilan, maka Ngiam Lo Bong diturunkan ke aula ke-5 yaitu Neraka Besar Jeritan. Memiliki 16 neraka kecil [ dikenal dengan Neraka Pemotong Hati [sanubari]]. Seperti aula ke 2 hingga ke 5, dosa-dosa yang telah dilakukan, akan memperoleh hukuman di neraka besar. Baru dilihat kembali, jika perlu hukuman akan dilanjutkan di neraka kecil. Setelah dari ini, akan menuju aula selanjutnya.

 
Untuk di aula ke 5, sebelum menerima hukuman, para arwah yang bersalah akan dibawa menuju Mimbar Peninjau Kampung Halaman. Arwah akan melihat kenyataan pahit akibat perbuatan buruknya yaitu keluarga menjadi hancur.

19 dosa yang menyebabkan orang dihukum di aula ke -5 yaitu:

1) Tidak percaya terhadap hukum sebab akibat  dan menghalangi orang melakukan perbuatan baik.

2) Pergi ke kuil untuk bersembahyang, namun turut bergosip tentang orang lain.

3) Membakar buku dan artikel yang mempromosikan kebaikan.

4) Menyembah Dewa dan Buddha, namun makan daging.

5) Tidak menyukai orang lain yang melantunkan kitab suci Buddha atau melafalkan mantra.

6) Saat melakukan upacara keagamaan, tidak menjaga kesucian pikiran, ucapan, dan tubuh.

7) Menjelek-jelekkan orang-orang yang mempelajari ajaran Buddha dan mempraktekkan Tao.

8) Orang terpelajar yang enggan berbagi cerita tentang artikel yang memperingatkan dunia.

9) Menggali kuburan orang lain lalu menimbunnya kembali untuk menutup bukti.

10) Menyalakan api yang menyebar dan membakar hutan.

11) Menembak atau membunuh binatang.

12) Membujuk orang sakit untuk berkompetisi dalam kekuatan fisik.

13) Melempar genteng dan batu melewati tembok, dan berakibat melukai orang lain.

14) Meracuni ikan di sungai dengan racun.

15) Memasang perangkap untuk menangkap hewan.

16) Tidak mengubur bangkai hewan secara dalam, sehingga jika tergali kembali, akan membahayakan orang lain.

17) Di musim dingin menggali tanah sehingga serangga mati kedinginan.

18) Menyalahgunakan kekuasaan untuk merampas tanah rakyat.

19) Menimbun sumur tanpa alasan jelas, sehingga menyulitkan orang untuk minum air.


Dosa berupa niat dalam hati sanubari akan masuk ke 16 neraka kecil. Masing – masing neraka memotong jantung arwah yang memiliki niat:

1) Tidak hormat pada Dewa dan meragukan karma.

2) Suka membunuh makhluk hidup.

3) Menunda niat baik dan mendahulukan perbuatan jahat.

4) Serakah akan keabadian - orang yang bergaul dengan kejahatan, berperilaku salah, melanggar kebenaran, mempelajari ilmu sihir dan berfantasi tentang keabadian

5) Menindas yang lemah dan takut pada yang kuat, menyimpan dendam jahat terhadap orang lain.

6) Terkoyak oleh kekhawatiran akan ketenaran dan kekayaan, benar dan salah, serta kecenderungan untuk mengalihkan kesalahan kepada orang lain.

7) Menikmati kesenangan nafsu dan memperkosa wanita

8) Menyakiti orang lain demi keuntungan pribadi.

9) Kikir dan tidak mau memberi sedekah.

10) Mencuri , melawan hati nurani dan menolak untuk membayar hutang.

11) Tidak tahu berterima kasih dan sifat pendendam.

12) Senang berperang, berjudi, dan bersaing. Sampai melibatkan dan menyeret orang lain.

13) Senang ketenaran, kekayaan dan tipu daya

14) Menghasut orang lain melakukan kejahatan.

15) Iri terhadap kebaikan.

16) Keras kepala, menolak bertobat, dan memfitnah orang lain.

Neraka kecil ini untuk menghilangkan niat/hati sanubari yang buruk dari arwah. Dalam terminologi Tiongkok, jantung sebagai pusat dari pikiran dan niat manusia. 


6.       Pian San Bong [卞城王- Biàn Chéng Wáng {M}

Aula ke-6 terkenal dengan nama Neraka Besar Berteriak Keras. Terdapat 16 neraka kecil yaitu: pasir besi, kotoran dan lumpur, penggilingan dan penghancuran berdarah, mulut dijepit dan berisi jarum, ginjal dipotong, jaring duri, daging dan darah, kulit dikoyak, mulut mengandung api, api menyala, kotoran, diinjak sapi dan kuda, ditusuk jarum, kepala dipukul, pinggang dipotong, dan pengulitan.

Dosa yang telah dilakukan:

1) Mengeluh tentang langit dan bumi. Membenci angin, mengutuk guntur, dan membenci hujan.

2) Buang air kecil dan besar atau menangis sambil menghadap ke langit.

3) Mencuri harta karun yang tersembunyi  di dalam patung Dewa dan Buddha.

4) Mengikis emas dan perak dari patung Buddha.

5) Menyebutkan nama atau gelar suci Dewa dan Buddha secara sembarangan.

6) Tidak menghargai kitab suci.

7) Menaburkan atau menumpuk benda kotor di depan atau di belakang kuil.

8) Memasak makanan [ daging berdarah] di dapur yang terdapat altar pemujaan Dewa/Buddha.

9) Menyimpan buku yang melanggar prinsip moral atau pornografi di rumah.

10) Membakar atau merusak buku yang mendorong kebaikan.

11) Mengukir atau melukis simbol-simbol suci pada pakaian dan peralatan.

12) Menyulam simbol kekaisaran seperti liung [naga] dan burung fung pada pakaian.

13) Menyia-nyiakan dan membuang makanan.

14) Menimbun beras dengan harapan menjualnya dengan harga tinggi.


7.       Thai San Bong [泰山王- Tài Shān Wáng {M}

Memerintah Neraka Besar Panas Menyiksa. Memiliki 16 neraka kecil yaitu dipukul hingga mimisan, pembelahan dada,  pematahan kaki, rambut ditarik dan digantung, tulang kering digigit anjing, menangis kesakitan, pemukulan kepala, berjongkok dan memikul batu berat, diserang babi liar dan burung, dikuliti dan diseret babi, kaki menggantung, mencabut lidah dan menusuk pipi, usus ditarik, diinjak keledai dan dikunyah musang, jari dibakar besi panas, direbus dalam kuali minyak.

Kejahatan yang telah dilakukan:

1) Mengonsumsi obat-obatan terlarang

2) Mabuk-mabukan

3) Berfoya-foya

4) Penipuan uang

5) Mencuri harta di kuburan

6) Pencurian mayat

7) Memisahkan orang lain sehingga menderita karena rindu.

8) Menjual menantu perempuan.

9) Membiarkan aborsi.

10) Mengajak berjudi.

11) Guru yang tidak tegas dalam mengajar.

12) Penyiksaan yang berlebihan.

13) Menindas dengan kekayaan dan kekuasaan.

14) Pura pura mabuk dan menentang orang yang lebih tua.


15) Mengucapkan kata-kata jahat, membuat desas-desus dan membongkar urusan pribadi orang lain. 


8.       Tu Se Bong [都市王- Dū Shì Wáng {M}


Namanya Neraka Besar Siksaan Panas Luar Biasa. Dengan neraka kecil:

1) Hancur dilindas

2) Perebusan dalam kuali

3) Dicabik dan dihancurkan.

4) Lubang sempit.

5) Pemotongan lidah.

6) Tenggelam dalam kakus.

7) Pemotongan anggota badan.

8) Organ dalam digoreng.

9) Sumsum tulang dipanggang.

10) Usus ditarik

11) Dibakar sistem sanjiao.

12) Rongga dada dibelah

13) Dada ditikam

14) Ubun-ubun dihancurkan dan gigi dicongkel.

15) Tubuh disayat dan dipotong-potong tiada henti.

16) Ditusuk dengan tombak baja.


Penyebab utama dihukum di neraka ke 8 yaitu tidak menjalankan bakti kepada orang tua seperti:

1) Tidak merawat dan menafkahi orang tua saat masih hidup.

2) Tidak memberikan pemakaman yang layak ketika orang tua meninggal dunia.

3) Menyebabkan orang tua kandung dan mertua merasa ketakutan, panik, sedih dan penuh penderitaan batin.


9.       Phin Ten Bong [平等王- Píng Děng Wáng {M}

Aula ini dikenal dengan Neraka Avici. Terdapat 16 neraka kecil:

1) Tulang dihancurkan dan tubuh dibakar.

2) Urat ditarik.

3) Gagak yang memakan jantung dan hati.

4) Anjing yang memakan usus dan paru-paru.

5) Tubuh disiram minyak panas.

6) Penjepitan kepala, penarikan lidah dan pencabutan gigi.

7) Otak dikeluarkan, rongganya diisi landak.

8) Kepala dikukus dan otak dikeruk.

9) Tubuh dicincang menjadi pasta daging.

10) Ubun-ubun dijepit alat kayu.

11) Penggilingan jantung.

12) Air mendidih diguyur ke seluruh tubuh.

13) Disengat tawon.

14) Dikait dan disengat kalajengking.

15) Tubuh digerogoti semut lalu direbus jadi kaldu.

16) Ular berbisa masuk dalam lubang-lubang tubuh.


Dosa yang terkait neraka ke 9 yaitu:

1) Kejahatan luar biasa secara hukum.

2) Membakar rumah, menghancurkan harta benda dan nyawa orang.

3) Menciptakan ajaran, metode, atau kelompok yang meracuni pikiran. Atau memproduksi obat-obat yang mengacaukan kesadaran.

4) Spesial aborsi.

5) Kejahatan seksual terhadap anak.

6) Produksi materi pornografi.

7) Memproduksi obat-obat terlarang berbahaya.


10.       Con Lun Bong [轉輪王- Zhuǎn Lún Wáng {M}

 
Aula ke 10 merupakan Biro Administrasi Reinkarnasi. Setelah menjalani hukuman dari aula 1 hingga ke 9, di aula ke 10 ditentukan takdir reinkarnasi meliputi jenis kelamin, umur, status sosial,  dan rupa. Semua data dilaporkan kembali ke aula 1 untuk pendaftaran dan pengajuan ke Fengdu.

 

Sebelum terlahir kembali, arwah diwajibkan melewati Teras Kelupaan untuk meminum sup kelupaan Dewi Meng Po. Bertujuan agar seluruh memori tentang kehidupan masa lalu dan siksaan yang diterima di aula, dapat terhapus.

 

Arwah disalurkan ke Empat Benua Besar melalui 6 jembatan [ emas, perak, giok, batu, papan kayu, dan naihe - ketidakberdayaan] dan berinkarnasi melalui 4 macam kelahiran yaitu kandungan, telur, kelembapan, dan metamorfosis.

 

Con Lun Bong menangani kasus-kasus anomali yang memerlukan penanganan khusus seperti:

1) Memanipulasi hukum karma. Pendeta, biksu, atau cendekiawan yang hafal mantra menggunakan untuk menolak penyiksaan di aula 1 – 9.

2) Penipuan seksual dan perusakan nama baik wanita. Pria terpelajar yang merayu, berjanji menikahi, namun mencampakkan wanita tersebut.


3) Tidak berbakti dan banyak membunuh. 


Semoga ilustrasi pertunjukan diaroma 10 neraka ini berfungsi sebagai pengingat visual dan naratif tentang konsekuensi perbuatan baik dan buruk. Lewat melihat siksaan yang mengerikan untuk setiap perbuatan buruk, manusia diharapkan dapat termotivasi untuk berbuat baik, menghindari kejahatan dan tanggung jawab secara moral saat menjalani kehidupan.

🌏 Diorama 10 Raja Neraka dalam Berbagai Tradisi dan Negara

Gambaran siksaan di sepuluh aula alam bawah tanah, dilestarikan di berbagai situs budaya dunia seperti:

1. Kota hantu Fengdu – Chongqing, Tiongkok.
Terletak di tepi utara Sungai Yangtze Di dalamnya terdapat banyak bangunan yang menggambarkan alam dunia bawah. Seperti Gerbang Neraka, Jembatan Ketidakberdayaan – Naihe, Jalan Huangquan, Delapan Belas tingkat Neraka, Istana Kaisar Giok, Istana Putra Surga,  kuil Heng Ha, Kuil Dewa Kekayaan, dan lain-lain. Beberapa basis kitab sehubungan Kota Fengdu yaitu Zhen Gao [taoisme],  sutra Shi Wang Jing [buddhisme], Shen Xian Chuan - Legenda Para Abadi dan Yù Lì Bǎo Chāo. 

2. Museum Neraka Haw Par Villa & Kuil Bao Gong – Singapura. 
Taman hiburan bergaya oriental yang dibangun pada tahun 1937 oleh pencipta Tiger Balm, Aw Boon Haw dan Aw Boon Par.  Taman ini untuk mendidik tentang nilai-nilai dan kepercayaan dalam budaya Tionghoa. Terdapat gambaran Kebajikan dan Kejahatan, Istana Neraka, Gunung Monyet, Perjalanan ke Barat dan Penyeberangan Laut Delapan Dewa. 

Selain ini diorama senada juga terdapat di Kuil Bao Gong [ Jalan Kayu] – kompleks kuil gabungan di 70 Sengkang W. Ave. 

3. Kuil Chin Swee Caves - Genting Highlands, Malaysia. 
Terdapat area Perjalanan Menuju Pencerahan yang menampilkan 10 Kamar Neraka. 


4. Kuil Madou Daitianfu, distrik Madou, Kota Tainan – Taiwan. 
Di taman belakang yaitu “Naga Raksasa Lima Warna” yang dibangun tahun 1979, panjangnya 76 meter dan tinggi 7 meter. Berisi 3 taman yaitu surga, neraka dan istana kristal. Taman neraka memiliki 18 tingkatan neraka dan sepuluh raja neraka. 

5. Taman Buddha, Alam Surga dan Neraka, Wat Saensuk  – Thailand 
Terletak di daerah Bang Saen, provinsi Chonburi. Patung besar yang menggambarkan pemandangan surga dan neraka menurut ajaran Buddha.  Terdapat pula Taman Buddha menceritakan kehidupan Buddha. 

6. Izu Gokurakuen – Shizuoka, Jepang. 
Taman hiburan yang dapat menjelajahi alam baka [ neraka dan surga]. Terletak di kota Izu, prefektur Shizuoka. Berdasarkan teks Buddhis “ Ojo Yoshu” yang disusun tahun 985 M oleh Biksu Genshin. Berisi tulisan tentang mencapai kelahiran kembali di Surga. Dalam taman ini telah mengumpulkan semua Ojo Yoshu dari periode Edo, Meiji, Taisho dan Showa. Dimulai di lantai pertama ceramah tentang kehidupan setelah kematian, menaiki tangga ke neraka, sungai sanzu, Raja Enma [ Yama], delapan neraka besar, dan akhirnya surga yang indah. 

7. Kuil Injoji , Aula Senbon Enma-do - Distrik kamigyo, Kota Kyoto, Jepang. 
Didirikan oleh Ono no Takamura. Terdapat patung besar Raja Yama di aula utama setinggi 2,4 meter. Pada periode Heian, daerah ini dianggap sebagai gerbang menuju alam baka. 

8. Kelenteng Setia Bhakti – Koba, Bangka Tengah. 
Pada dinding utama Kelenteng, terlukis gambaran sepuluh aula raja neraka. Kelenteng dengan Dewa utama – Dewa Kwan Tie. 

9. Vihara Surga Neraka [Dharma Suci Mulia] – Gunung Pasi, Singkawang. 
Di bagian neraka terdapat lukisan kehidupan siksaan. Untuk di bagian surga terdapat altar Kaisar Langit.

4.  Kelenteng Setia Budi – Mesu Benteng


Berdiri sejak decade 1880-an  dengan tuan rumah kelenteng - Thai Pak Kung, bersebelahan dengan Litang Cahaya Kebajikan. Untuk acara chit ngiat pan, lokasi acara diadakan di seberang kelenteng. Lokasi dengan halaman yang cukup luas. Saat ini di tahun 2026, kelenteng utama Setia Budi sedang direnovasi. 

 📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Setia Budi - Mesu Benteng
 

Pada waktu kegiatan perayaan chiong si ku dengan patung Thai Se Ja belum banyak seperti sekarang, kelenteng Setia Budi menjadi salah satu pilihan utama. Walau jalan masih rusak dan belum beraspal, tidak mengurangi banyaknya umat yang datang. Patung Thai Se Ja mulai ada sejak tahun 1960-an.

Keunikan di kelenteng Setia Budi, selain altar Thai Se Ja, terdapat pula altar marga 7 pendekar. Mereka yang mengusir penjajah Belanda keluar dari desa Mesu. Dikenal dengan Chit Siung Ti. Altar persembahan khusus untuk mengenang perjuangan mereka di masa lalu.

 
Tujuh pendekar ini datang dari Tiongkok sebagai kuli tambang. Melihat penderitaan masyarakat akibat penjajahan, mereka bersatu untuk mengusir. Hanya diketahui marga dari tujuh pendekar tersebut yaitu: Tjhen [komandan], Wey, Yap, Cu, Cow, Tju, dan Leaw. Masyarakat desa Mesu Benteng tetap menghargai jasa perjuangan mereka, sehingga setiap perayaan chit ngiat pan, selalu menghadirkan altar khusus.


BACA JUGA:

Untuk melihat kegiatan chiong si ku di Kelenteng Setempat beserta lokasi dan kegiatannya dapat dibaca di Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 3].
---

Oleh: Vau-G | Hak Cipta Dilindungi © 2026 Bapang 007 (www.bapang007.blogspot.com)




Tuesday, 23 June 2026

Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 1]

Daftar Isi:

Ø  - Tentang Chit Ngiat Pan 

- Lokasi Legendaris Chiong Si Ku 

- Chiong Si Ku Kelenteng Setempat

-


Ø  🔮Tentang Chit Ngiat Pan

Chit Ngiat Pan [Pertengahan Bulan ke-7 Imlek]; 七月半 - qī  yuè bàn {M}; chhit-ngia̍t-pán {HM} memiliki 3 sembahyang yang dijalankan oleh orang Hakka  Bangka pada umumnya.

1.       Sembahyang kepada para leluhur yang ke - 3 dalam setahun dilakukan tanggal 14 bulan 7 Imlek.

2.       Sembahyang Khe Ja – orang tua angkat dari kalangan Dewa – dewi untuk anak-anak. Dilaksanakan di tanggal 14 bulan 7 Imlek.  Dalam setahun ada yang sembahyang khe ja pada tanggal 30 bulan 12 Imlek, hari kebesaran Dewa-Dewi yang menjadi orang tua angkat, dan tanggal 14 bulan 7 Imlek.

3.       Sembahyang Dewa-dewi setempat. Ada pula yang terbiasa melakukan sembahyang di kelenteng terdekat rumah . Kelenteng setempat yang berukuran tidak terlalu besar. Walaupun tidak menjadikan orang tua angkat, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa-dewi setempat. Biasanya dilakukan di tanggal 14 bulan 7 imlek dan tanggal 30 bulan 12 imlek [sam sip pu].

4.       Sembahyang chiong si ku [rebut] meliputi persembahan kepada makhluk-makhluk halus dibawah kendali Thai Se Ja. Thai Se Ja hanya bertugas selama bulan 7 imlek.  Puncak acara sembahyang dilakukan ritual rebut oleh masyarakat yang mengikuti acara.


Sembahyang Leluhur [ dok. pribadi]

Sembahyang kepada leluhur dilakukan di rumah pada tanggal 14 bulan 7 imlek. Ini menandakan sudah tidak lama lagi akan ko ngian [ tahun baru imlek ].

Sembahyang chiong si ku  merupakan ritual yang diyakini saat dimana pintu neraka terbuka lebar untuk para arwah. Arwah yang tidak pernah diurus oleh keluarganya setelah kematiannya dan kuburan mereka yang tidak pernah disembahyangi oleh keluarganya. Arwah-arwah ini yang turun ke bumi. Persembahan yang diberikan selama sembahyang rebut merupakan makanan bagi para arwah yang bergentayangan.

Dalam buku sembahyang rebut Kelenteng Kong Fuk Miau – Mentok disampaikan bahwa sekitar 2 bulan sebelum acara, telah dibentuk panitia pelaksanaan acara yang meliputi perwakilan warga. Ketua kelenteng akan membahas pembagian kerja, perancangan, persiapan bahan, konsumsi dan hal-hal lainnya.

Awal mula dilakukan pembuatan patung, kelengkapan sembahyang, dan diiringi memanjatkan doa harapan dan keselamatan. Pengumpulan bambu sebagai bahan penopang patung dan membentuknya sesuai figur patung. Pembuatan patung-patung dilakukan oleh orang-orang berketrampilan khusus. Ada patung kuda dan penunggang, burung hong dan kelabang, istana neraka, miniatur kapal, pencabut arwah, penjaga pintu neraka, penjaga bahan makanan, dan Dewa Bumi. Kerangka bambu dibungkus dengan kertas semen, sedangkan pembuatan kepala menggunakan styrofoam.

Pemakaian kayu reng sebagai kombinasi dengan bambu. Berfungsi untuk memperkuat rangka. Lem sagu sebagai perekat kertas. Kertas emas turut dipergunakan untuk patung Thai Se Ja. Rambut Thai Se Ja menggunakan bahan ijuk atau rafia. Tidak lupa ada gambar Dewi Kwan Im dan payung di atas kepala patung Thai Se Ja. Dewi Kwan Im yang menjaga Thai Se Ja.

Thai Se Ja dengan tangan kanan memegang pena untuk menulis arwah – arwah yang tidak terurus.  Sedangkan tangan kiri memegang bendera yang memiliki arti lambang kesejahteraan [ Thai Se Ja – Kelenteng Kong Fuk Miau; Mentok]. Ada Thai Se Ja yang memegang buku di tangan kiri. Selain itu ada yang memegang tulisan 分衣施 - fēn yī shī shí  artinya membagi pakaian dan memberi makanan.

Setelah perlengkapan sembahyang selesai, sebelum sembahyang chiong si ku dimulai, warga akan memberikan sumbangan bahan makanan pokok. Panitia akan menyiapkan daging ayam, babi, udang, menara nasi, buah dan kue tradisi. Kue tradisi terdiri dari kue ku, kue apem dan kue lapis.

Penataan kelengkapan sembahyang terdapat di dalam dan di luar kelenteng. Untuk mempermudah proses sembahyang, diberi no. urut pada setiap altar. Setelah semua perlengkapan sembahyang selesai dipersiapkan, kepala kelenteng akan memukul tambur dan lonceng sebagai dimulainya prosesi sembahyang rebut.

Penyembelihan ayam jantan muda  untuk diambil darahnya. Darah digunakan dalam prosesi pembukaan mata Thai Se Ja, patung dewa dan patung  penjaga. Pemimpin akan melakukan sembahyang untuk doa persembahan dan penghormatan kepada Dewa – Dewi. Agar diberi kelancaran dalam proses sembahyang rebut. Pemimpin sembahyang akan membuka kain penutup patung. Penutup mata yang dibuka untuk mengundang roh masuk ke dalam patung.

Setelah prosesi pembukaan kain merah, umat dipersilahkan untuk sembahyang mengikuti no.urutan altar sembahyang. Waktu sembahyang hingga larut malam jam 00.00 WIB. Sesaat sebelum acara puncak yaitu pembakaran patung Thai Se Ja dan kelengkapan patung sembahyang rebut.

Pihak kelenteng juga menyediakan makanan untuk para umat yang datang sembahyang dan para tamu undangan. Selain sebagai ritual keagamaan, banyak juga masyarakat umum yang tertarik menyaksikan sembahyang chiong si ku sebagai daya tarik wisata. Tidak ketinggalan kedatangan barongsai yang silih berganti dari berbagai perguruan barongsai.

Penutupan acara chiong si ku  dengan membakar patung Thai Se Ja dan patung perlengkapan lainnya. Menandakan pengantaran arwah kembali dan pintu akhirat telah ditutup. 

Kelenteng yang tidak membuat patung Thai Se Ja. Dapat mendirikan phang si ku.

棚四角- péng sì jiǎo {M}; phâng-si-kok {HM} [phang – struktur yang terbuat dari kayu; si – empat; ku – sudut. Struktur kayu tempat persembahan yang ditopang oleh 4 tiang [ hingga muncul 4 sudut], bertatakan papan.

Sembahyang chiong si ku yang dikenal dengan sembahyang rebut.

搶四角- qiǎng sì jiao {M}; Chhióng-si-kok {HM} [chiong – rebut; si – empat; ku – sudut -  berebut di empat sudut. Berebut dari empat penjuru arah].

Selain itu dikenal pula dengan pai si ku.

摆四角- bǎi sì jiao {M}; Pái-si-kok {HM} [pai – menata; si – empat; ku – sudut  - menata di empat sudut. Menata segala jenis persembahan di phang si ku].

Untuk tanggal 15 bulan 7 imlek, baru dilakukan persembahyangan di klenteng utama [ klenteng besar ]. Secara umum, orang hakka Bangka menamakan klenteng dengan thai pak kung. Walaupun Dewa atau Dewi yang menjadi tuan rumah klenteng adalah selain thai pak kung [ da bo gong] seperti Dewa Kwan Tie, Kwan Jim Nyong-Nyong, Dewa Fa Kong, Dewa Pet Tie, tetapi tetap klenteng tersebut disebut thai pak kung.

Umumnya selain altar persembahan mengunakan phang si ku  terdapat pula altar/meja persembahan untuk Thai Se Ja. Dan pendirian Thai Se Ja dapat menggunakan gambar atau patung. Untuk persembahan yang diperebutkan, yang berada di area phang si ku. Untuk persembahan di altar Thai Se Ja, tidak untuk diperebutkan. Ini akan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.


Altar Thai Se Ja & Phang Si Ku [dok. pribadi]

Namun karena tradisi setempat, ada pula klenteng setempat [ bukan klenteng utama] yang merayakan persembahyangan di tanggal 15 bulan 7 imlek, walaupun secara umum di tanggal 14. Ada pula kelenteng utama yang merayakan persembahyangan sampai 3 hari berturut-turut seperti Kelenteng Cetya Dharma Abadi Pohin, Air Duren – Sungailiat.

Pertimbangan kelenteng yang tidak melakukan ritual rebut pada persembahan phang si ku. Ini untuk menjaga agar barang-barang masih utuh saat diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sehingga barang yang layak dimakan, tidak banyak yang mengalami kerusakan akibat diperebutkan. Demikian juga demi keamanan dan ketertiban acara.

Persembahan yang disajikan di phang si ku berupa hasil pertanian seperti sayur, buah, umbi-umbian, dan kacang. Terdapat pula makanan instan seperti mie, ikan kaleng, dan kue kaleng.

Menjelang chit ngiat pan, terdapat lip - lip chiung / lip – lip hiong [ kunang – kunang ]; 萤火虫 - yíng huǒ chóng [serangga api yang bersinar] {M}.  Ini cukup memberikan suasana yang mistis di zaman dahulu. Kunang – kunang yang muncul di kegelapan hutan, sering dipersonifikasi sebagai kuku hantu telah keluar di perayaan chit ngiat pan. Anak-anak pun senang untuk mengambil kunang-kunang dan dimasukkan di dalam botol hingga botol menjadi bercahaya. Dapat menjadi hiasan di gelap malam.

Tentu saja dengan kedatangan barongsai menambah meriah suasana. Pada acara tahun 2024, Klenteng Amal Bakti Batu Rusa menyediakan tonggak [ tiang pancang/high poles] untuk pertunjukan barongsai.

Angin chit ngiat pan memiliki kondisi yang berbeda dengan angin ko ngian [ hari raya Imlek]. Cenderung angin akan berhembus lebih kencang sepanjang hari. Di Pangkalpinang, fase ini akan memasuki musim kemarau.

Klenteng yang menyelenggarakan chiong si ku  dengan memasang Thai Se Ja di Pangkalpinang, pernah dilaksanakan di area pusat kota dekat sekolah Fui Kon - sekolah tionghoa [ bioskop Golden ]. Namun tidak diadakan lagi hingga sekarang. Di Pangkalpinang, Thai Se Ja pernah diadakan di Klenteng Shen Mu Miau – Dewi Laut kawasan Tanjung Bunga.

Secara rutin, Thai Se Ja ada di Vihara Sukhavati – Gudang Padi yang terselenggara di tanggal 24 bulan 7 Imlek. Semoga di masa mendatang, Thai Se Ja dapat ditemukan lebih banyak di kawasan Pangkalpinang.

BACA SELANJUTNYA:

Ingin mengetahui lokasi - lokasi legendaris penyelenggara Chiong Si Ku pada zaman dahulu, dimana banyak orang Pangkalpinang dan sekitarnya berduyun-duyun datang ke sana. Serta mengenai Ta Ciau [ diorama 10 Raja Neraka]? Simak ulasan lengkapnya di Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 2].

---
Oleh: Vau-G | Hak Cipta Dilindungi © 2026 Bapang 007 (www.bapang007.blogspot.com)