Tuesday, 22 September 2026

Ngiat Kong Pan - Kue Bulan Perayaan Pat Ngiat Pan Khas Bangka

Mengenal Ngiat Kong Pan

Setiap tanggal 15 bulan 8 imlek, masyarakat Tionghoa Bangka merayakan Pat Ngiat Pan – perayaan pertengahan bulan 8 [ 八月半 ]. Di Tiongkok daratan, festival ini dinamakan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur [中秋节 – zhōng qiū jié {M}].

Bagi masyarakat Tionghoa Bangka, momen ini erat kaitannya dengan tradisi Pai Ngiat Kong [bahasa hakka Bangka]; 拜月光- bài yuè guāng {M} . Secara harafiah berarti “Sembahyang Bulan Terang [ Bulan Purnama]”. Makna keseluruhan, “ Sembahyang Bulan”. 

Dalam perayaan ini, kehadiran hidangan khas berupa Ngiat Kong Pan - 月光粄 [yuè guāng gāo]; Kue terang bulan atau kue bulan. Di Tiongkok daratan mengenal kue ini dengan 月餅 – yuè bǐng [kue bulan]. Sedangkan orang hakka Singkawang mengenal dengan Nyiat Ko. 


Jenis Ngiat Pan Tradisional Bangka 

1. Ngiat kong pan [ kue terang bulan]

Secara tradisi, penyebutan kue bulan Bangka akan mengacu pada salah satu varian yaitu ngiat kong pan. Kue berwarna putih terbuat dari tepung ketan dan gula. Selain polos dan ada pula yang menambahkan biji-bijian, kacang, tung kua thong [tangkwe], dan lain-lain. Adonan dimasukkan ke cetakan dengan beragam desain. Seperti gambar Kwan Jim Nyong-Nyong [ Dewi Kwan Im] dan bunga. Untuk di Pangkalpinang, ngiat kong pan diisi kacang tanah dengan tekstur kue agak padat dan difungsikan sebagai saraa persembahan di altar sembahyang. Kue bulan khas hakka mirip ngiat kong pan Bangka yaitu kue kose atau kue koa. 

Untuk ngiat kong pan yang polos, sering juga dipanggil dengan kose. 


2. Cu Chong Kaw [ kue usus babi; 猪肠糕 - zhū cháng gāo]

Terbuat dari adonan tepung ketan dan gula dibentuk model gulungan memanjang seperti usus babi, polos tanpa isian. Aroma khas yaitu pisang. Bagian luarnya ada yang polos dan ada yang dilumuri dengan jiu ma [wijen]. 

Nama lainnya kue kiw chong kaw [ kiw – lama, chong – panjang ; kue panjang umur]. 

Cu chong kaw  merupakan variasi produk khas orang hakka yang tidak banyak lagi dibuat selain di Moiyan [ Meizhou]. Moiyan sebagai kampung halaman utama orang hakka di dunia atau ibu kota hakka dunia. 

Selain itu keluarga dekat cu chong kaw yaitu kue chi pa. Kue mochi khas Bangka. Isian kacang tanah yang dihaluskan. Chi pa biasanya disajikan pada pesta ulang tahun. Bentuk chi pa bulat kecil mirip mochi Jepang dan Sukabumi.

Di Singkawang dikenal dengan Nyion Ko [ kue lembut/lunak] atau Neng Ko [ Tio Ciu Kal-Bar]. Di Kalimantan varian isi nyion ko seperti rasa mangga, teh hijau,  talas, anggur, pisang, red  velvet, strawberry, bubble gum, dan kue lapis.

Kue bulan cu chong kaw memiliki saudara lainnya yaitu kue yangko dari Yogyakarta. Yangko berbentuk kotak kecil dengan isian kacang tanah. Terdapat juga aneka rasa buah-buahan seperti rasa durian, coklat, strawberry dan lain-lain. Yangko menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta.

Di Indonesia, cu chong kaw terlihat masih terpelihara dengan baik di Bangka dan Belitung. 


3. Thew sa piang [ Kue bulan khas Kanton ]

Kulit berwarna coklat dengan ragam varian isi. Di Pangkalpinang, dengan isi kacang hijau tanpa kupas kulit [ pasta berwarna hitam], kacang hijau kupas kulit [ pasta berwarna kuning]  dan ng jin piang [ kue lima isian ]


4. Kue thot phi piang atau kue pia [ kue bulan khas Suzhou ]

Terbuat dari tepung terigu, kulit tipis berlapis-lapis garing, dengan isi kacang hijau tanpa kupas kulit dan kacang hijau kupas kulit. Di Bangka dikenal pula dengan Chian Chung Pan [kue seribu lapisan]. Di Singkawang dikenal pula dengan:

- Jiu Tui dengan variasi sung liau/sung cin.

- Thot Khok Piang / Pok Khok Piang [ kue kulit [luar/tempurung] lepas]

- Lut Khok Piang [ kue kulit [luar/tempurung] terkelupas]

- Lut Phi Piang [ kue kulit terkelupas] 


Saran penyajian: menikmati potongan ngiat kong pan cocok jika disandingkan dengan secangkir Nam Pong Cha atau Teh Tayu yaitu teh hijau [ chiang cha] khas dari Dusun Tayu [ Thai Jiu], Kecamatan Jebus, Bangka Barat. Nam pong merupakan nama dalam bahasa hakka untuk Jebus. Nam – Selatan; pong – papan pengumuman. Makna keseluruhan berarti “ Papan Pengumuman Selatan”.

Dusun Tayu sebagai tempat penanaman nampong cha. Dalam bahasa hakka, Tayu dikenal dengan Thai Jiu yang berarti “ ada dalam jumlah yang besar atau kelimpahan besar “. Dusun yang memiliki kelimpahan besar yang lahir dari kejayaan kongsi tambang yang berganti menjadi berkah warisan teh. 

Di Thai Jiu, ditemukan perkebunan nam pong cha yang telah berusia 150 tahun. Merupakan teh jenis dataran rendah dengan bibit teh dibawa oleh leluhur untuk kebutuhan sehari-hari dan persembahyangan.


Produsen Ngiat Pan Khas Bangka

A. Lim Jun Fo

Kue bulan produksi Lim Jun Fo [林永和月饼 - Kue Bulan Lim Jun Fo]  berupa kue ngiat kong pan [ motif burung merak, teratai, , cu chong kaw, dan thew sa piang. Lim Jun Fo juga memproduksi roti legendaris yaitu Cendrawasih.


B. Sampoerna

Sampoerna memproduksi kue bulan festival pertengahan musim gugur 中秋月饼 ( zhōngqiū yuèbǐng). Berdiri sejak tahun 1971 dengan variasi produk:

1. Ngiat kong pan dengan gambar bunga teratai, buah persik dan Sam Bu Khung [ Dewa Sun Go Kong]. Berbentuk bulat dengan ukuran 10 cm, 14 cm dan 17 cm. Variasi bentuk lain yaitu bintang kecil.

2. Cu chong kaw

3. Kue pia rontok – Dalam produksi Sampoerna kue ini disebut tausapia atau tewsapia. Kue pia rontok ini mirip dengan jiu tui atau phok khok piang Singkawang. 

4. Khoi fa piang [ kue bunga mekar]. Isian aneka kacang, tungkua /tangkwe [manisan buah kundur] dan minyak bawang. Ini menjadi produk unik dari Sampoerna.

5. Kue bulan pia dengan isi kacang merah, gojin, kacang hijau – polos & isi telor, serta keju. 

6. Ma piang [ kue wijen] ukuran kecil dan besar. 


C. Citra Sari Wangi

Beroperasi sejak tahun 1995 di Pangkalpinang. Menghadirkan inovasi rasa modern dan varian produk sebagai berikut:

- Cu chong kaw – kue tradisional lembut dan kenyal dengan taburan wijen sangrai yang wangi dan menggugah selera.

- Tausa Hitam [kacang merah : polos, isi telur 1, telor 2. Ada juga variasi choco ferrero.

- Tauyung [ kacang hijau lepas kulit] : polos, isi telur 1, telur 2, durian, cempedak, pandan, milo, talas, kenari, dan greentea.

- Lotus [ teratai ]: polos, isi telur 1 dan telur 2. 

- Gojin vegetarian

- Variasi kombinasi regular [ tau yung, tausa hitam, durian dan telur 1]

- Variasi kombinasi vegan [ tau yung, tausa hitam, pandan dan talas ]

- Tausa pia: polos, pandan telur dan durian.

- Ma piang [ kue wijen ]

- Tau yung mini 9 rasa

- Mooncake premium – milo choco Ferrero, taro oreo, tausa hitam cadburry, tausa hitam choco ferrero.


Produk Citra Sari Wangi dijamin 100% halal dari MUI, vegetarian dan vegan. 

Ketahanan produk di suhu ruangan 6-8 hari sedangkan di chiller lemari es dapat bertahan hingga 10 hari. 


D. Naga 

Memiliki varian produk berupa cu chong kaw dan kue chian chung pan [ pia]. 


E. Naga dan Phoenix

Varian produk kue bulan thew sa piang dan chian chung pan.


E. Sian Ho 

Membuat kue bulan dengan model cu chong kaw, chian chung pan, dan thew sa piang. 


F. Bunga Rose 

Diproduksi oleh IKM Bunga Rose. Jl. Batu Nirwana II Rt.06/Rw.01 Kel. Semabung lama, Kec.Bukit Intan, Pangkalpinang. Kue bulan thew sa piang dengan isian kacang putih [ original dan telur] dan kacang hitam. 

G. Queen Mooncake

Varian produk thew sa piang isi tausa putih, tausa merah. Terdapat juga isian telur. 

H. Jill Cake

Thew sa piang dan ma piang. 


Pusat penjualan kue bulan di Pangkalpinang ada di Jalan Jendral Sudirman, berdekatan dengan Kelenteng Kwan Ti Miaw. Dari arah Jalan Jendral Sudirman [ Bank Mandiri kota Pangkalpinang], melewati Jalan Toni Wen, sebelum tikungan ke kiri arah Jalan M.H Muhidin [ d/h dikenal dengan jalan Garuda]. Namun penjualan kue bulan di sini hanya pada waktu perayaan saja. 

Dapat pula membeli aneka kue bulan di toko garu Star Lotus [Loi Moi] – Kampung Bintang, Toko kue Lie-lie dan bakpao Ahon Bangka – Kampung Bintang, Toko Agung Pangkalpinang, dan toko Gampang Ingat [ Jl. Soekarno Hatta]. 


Produsen Kue Bulan di Pulau Belitung

Kue bulan Nam Hoi

Berlokasi di Tanjung Pandan dan telah berproduksi sejak 1985. Menggunakan tepung ketan yang digiling sendiri. 

- Kue bulan khas Belitung ukuran kecil dan besar [ kue bulan kou]. Terdapat tulisan fu [hoki] di kue bagian atas.

- Cu chong kau [mochi snow skin]

- Wu ma kau [ mochi lapis]

Terbuat dari tepung beras ketan, gula asir, air, minyak sayur, banana flavour, wijen hitam dan wijen putih. 


Kue bulan As Tjong Njan Thjong

Berdiri sejak 1970 oleh Asauw Ko. Terletak di Jl. Sriwijayat, Tanjungpandan – Belitung. Selain produksi kue bulan, juga memproduksi bakpao dan bakpia. 

1. Pia tausa putih dan hitam. Untuk tausa putih terdapat varian isian kuning telur bebek. 

2. Tan bong [ cun bong] tau sa. Pilihan tausa original [ kacang hijau kupas] dan tausa hitam dengan  telur bebek.

3. Eng yin pia – kue bulan dengan isian manisan kundur, wijen, dan kacang mede. 

4. Sui cin pia – dengan isian manisan kundur

5. Huo thui thanbong / fothui chunbong. Variasi original dan dengan telur. Isian ham, kacang mede, manisan kundur, biji wijen dan kuning telur bebek.


Nyiat Ko khas Singkawang, Kalimantan Barat

Ko ciet. Ko pat nyiat ciet [ Melewati perayaan. Melewati perayaan bulan kedelapan]. Kue bulan disebut Nyiat Ko di Singkawang. Sehari sebelum perayaan kue bulan di tanggal 14, orang singkawang akan masak besar dan kumpul makan malam bersama.

Ragam varian Nyiat Ko khas Singkawang meliputi:


1. Phak nyiet koh [nyiet ko piang] atau tau sa ko


Phak berarti putih

Nyiet berarti bulan

Koh berarti kue


Kue bulan putih yang bertekstur seperti pasir halus, empuk, padat dan sedikit rapuh. Mirip kue koya atau kose [Bangka]. Nama lainnya dalam dialek tiociu yaitu tau sa ko [ tau sa – pasta kacang; ko – kue]. Terbuat dari tepung beras ketan yang diadon dengan gula pasir, kemudian dipanggang.

Terdapat variasi isi 1 lapis, 2 lapis dan 3 lapis. Seperti isi kacang hijau, kacang hijau pandan, kacang hijau hitam, dan gojin. 

Phak nyiet koh memiliki saudara yaitu jai thong ko. Phak nyiet koh terbuat dari tepung ketan + gula pasir sehingga kulitnya berwarna putih. Sedangkan jai thong ko dari tepung ketan dicampur gula kelapa sehingga berwarna krem. 


2. Nyon Ko

Berasal dari dialek hakka singkawang yang berarti kue lembut. Dalam bahasa tio ciu dikenal dengan Neng Ko.  

Ada yang menyebutnya dengan Ah Ma Ko [ kue nenek] atau Lau Ma Ko, mochi khas Singkawang dan kue ketan salju khas Kalimantan.

Bentuknya persegi panjang memipih, terbuat dari tepung beras ketan dengan variasi:

- Isi tradisional

a. Putih isi tausa [kacang hijau]

b. Hijau pandan isi tausa

c. Putih polos dengan motif garis warna-warni / coklat tanpa isi

d. Wijen dengan motif garis warna-warni / coklat tanpa isi


- Lapis salju

Lapisan luar dari ketan dengan lapis legit di dalam. Memberikan sensasi unik tekstur luar yang kenyal dan kelembutan lapis legit. Berbentuk gulungan kotak memanjang. Varian yang tersedia yaitu lapisan luar original, pandan, pink, wijen, labu, papaya, ketan hitam, kacang hijau, ubi ungu, dan almond.

Kue nyon ko Singkawang dengan varian putih polos dan wijen dengan motif garis warna-warni memiliki kemiripan dengan cu cong kaw Bangka. Dimana cu cong kaw berbentuk silinder [bulat memanjang] seperti usus.

 

3. Jiu tui / phok khok piang/lapia/sia si piang

Terbuat dari tepung terigu, kulit tipis, mudah terkelupas. Dengan isi kacang hitam, kacang hijau, dan go jin. Dengan variasi produk sung cin/sung liau yaitu ½ lapisan tausa dan ½ lapisan gojin.

La berasal dialek tiociu yang artinya lemak babi  dan pia berarti kue. Kue bulan gaya Chaozhou [ kue bulan gaya Tiociu] yang dikenal sebagai kue minyak babi merupakan kue kering berlapis tradisional  dari wilayah budaya Chaoshan di propinsi Guangdong. Wilayah budaya Chaoshan meliputi Chaozhou, Shantou, dan Jieyang. Dengan sub-etnis dan dialek Tiociu [Teochew]. Kue ini lebih harum dan gurih. Tekstur kulit berlapis-lapis. Isian kacang hijau kupas yang creamy. 

Kue bulan gaya chaoshan merupakan salah satu dari 4 gaya kue bulan utama di Tiongkok dan sebagai salah satu dari 9 kategori kue bulan utama dalam edisi revisi 2024 [ Kue bulan Kanton, Beijing, Suzhou, Chaoshan, Yunnan, Shanxi, Hainan, Taiwan, dan Harbin]. Memiliki warna keemasan yang cerah, kulit yang tipis dan renyah, isian yang lembut, manis dan menyegarkan, namun tidak berminyak. Masyarakat Chaozhou lebih suka menikmati kue bulan sambil menyeduh teh. Tahun 2012, teknik pembuatan kue bulan gaya Chaozhu dimasukkan dalam daftar warisan budaya tak benda propinsi Guangdong.  

Jiu tui berasal dari jiu yang secara harafiah berarti minyak atau lemak. Merujuk pada penggunaan lemak babi. Tui berarti sepasang. Makna keseluruhan berarti kue minyak. 

Sung liau dari kata sung - ganda dan liau - bahan/isian. Secara keseluruhan berarti isian campuran. Sung cin berasal dari sung – ganda atau dobel dan cin – biji. Makna keseluruhan berarti  biji ganda. Dalam kue bulan sung liau / sung cin berarti ½ lapisan tausa dan ½ lapisan gojin dalam 1 bagian kue. 

Sia si piang berarti kue panggang yang tipis. 


4. Pia

Kue bulan khas Kanton atau Guangdong berasal dari toko kue di kanton [ merupakan penamaan dalam bahasa inggris untuk Guangzhou; Guangzhou adalah ibukota dari Guangdong] bagian barat pada tahun 1889 yaitu Toko kue Lianxianglou. Tekstur yang lembut aroma yang manis, kulit tipis, dan isian melimpah [pasta biji teratai].

Secara mendasar kue bulan ini dengan isian pasta biji teratai dan isian campuran. Isian campuran seperti ng jin [go jin], labu siam, dan kacang merah. Isi labu siam merupakan kue bulan khas Taishan sedangkan isi kacang merah + jeruk mandarin khas Jiangmen. 

Hong kong membuat kue bulan custard lava dan kulit salju.

Di Bangka dan Singkawang memiliki variasi isi kacang hijau, kacang hitam, kacang merah, wijen hitam, tausa pandan, pasta biji teratai, dan ng jin [go jin]. Terdapat tambahan isi telur 1 dan 2.

Untuk ng jin [ ng – lima; jin – biji/kacang] merupakan isian tradisional yang terdiri dari campuran 5 biji/kacang. Standard nasional Tiongkok untuk ng jin terdiri dari kacang kenari, almond, zaitun, biji melon dan biji wijen. Sekarang terdapat tambahan berupa manisan melon, manisan perut babi, dan manisan kulit jeruk. 


5. Luk theu koh 

Dikenal pula dengan luk tau koh. Kue bulan dari sari kacang hijau. Diproses dengan dikukus. Terdapat variasi non isi, isi tausa. Ada pula variasi luk theu koh pandan isi tausa.

Bangka memiliki kue luk thew ko yang berwarna putih. Biasa menjadi kue khas ko ngian. Proses pembuatannya dengan menggoreng kacang hijau, kemudian dihaluskan dicampur gula pasir halus. Ditambahkan sedikit air. Adonan tersebut dicetak di cetakan kue dari kayu. Sebelumnya cetakan diolesi sedikit sagu agar tidak lengket. Kue luk thew ko yang telah tercetak, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Tekstur kue luk thew ko Bangka agak padat


6. Jai thong ko 

Kue bulan khas yang terbuat dari tepung ketan dan gula kelapa [ pohon kelapa santan]


7. Siat ko 

Kue bulan kulit salju merupakan kue khas festival pertengahan musim gugur yang berasal dari Hong Kong pada tahun 1980-an. Tidak dipanggang dan penyimpanan di lemari es. Kulitnya secara umum berwarna putih susu. Memiliki tekstur yang lembut dan halus. Merk Taipan Bread & Cakes tahun 1989 merupakan awal dari kue bulan kulit salju. Tujuan pembuatan kue bulan ini untuk produk yang lebih segar dan sehat dibandingkan kue bulan tradisional.

Dikenal pula dengan snow skin mooncake. Di Singkawang dikenal dengan siat ko. Ragam warna kue ini  seperti ungu, hijau, merah jambu dan lain-lain. Isian kacang hijau original, kacang hijau pandan, tausa hitam dan kacang merah.

Kulit siat ko cenderung lembut dan lembab. Bertahan sekitar 7-10 hari di suhu ruangan. Untuk ketahanan lebih lama, dapat disimpan di lemari es. 


8. Tan huang su 

Kue bulan isi kuning telur asin merupakan kue tradisional dari Taiwan. Dikenal dengan kue kuning telur. Teknik kue berlapis yang renyah, isian kacang hijau atau tausa hitam dengan kuning telur asin di dalamnya. 

Beberapa merk kue kuning telur rekomendasi di Taiwan yaitu : 

a. Chen Yun Bao Quan [Taichung]

Chen Yun Bao Quan adalah toko berusia seabad dan merupakan “pengembang kue kuning telur”. Isian kacang merah Wandan buatan sendiri. Kue ini telah memenangkan 3 penghargaan dalam sepuluh oleh-oleh terbaik Taichung.

b. Li Ji [Taipei]

Dimulai pada tahun 1894. Hanya memiliki satu toko di Chang’an Timur, distrik Zhongshan – Taipei. Kue dibuat sepenuhnya dengan tangan. Salah satu produk kue kuning telurnya adalah Kotak Hadiah Fengcai dengan isi kue kacang hijau dan kuning telur asin, kue kacang merah renyah dan kuning telur asin, kue pasta kurma dan kuning telur asin. 

c. Bu Er Fang [Changhua]. 

Dikenal sebagai restoran yang “layak antri”. Selalu ramai dikunjungi pada festival pertengahan musim gugur. 


Di Singkawang, tan huang su dikenal pula dengan Tan Bong Si dengan isi 1 box sebanyak 9 pcs. Terdapat varian isi tausa yaitu original, hitam dan pandan.


9. Jiu ma ko

Kue bulan wijen, tersedia dalam 3 isian yaitu tausa original, tausa hitam dan tausa pandan. Terbuat dari beras ketan yang dilumuri wijen.


Produsen nyiat ko ternama di Singkawang yaitu:

A. Bong Sau Chong

Merupakan pionir dalam pembuatan kue bulan di kota Singkawang sejak 1952, Halal dengan LPPOM MUI. Terletak di Jl. Pastoran No.5 Singkawang Barat 79123.

Beberapa produk khas Bong Sau Chong:

1. Tau sa koh / phak nyiet koh isi kacang hijau [ original, isi tebal, dan kombinasi 3 rasa]

2. Jiu tui [Lapia]: isi tausa [kacang hijau] dan kacang hijau + gojin.

3. Phia – tausa [ polos + kuning telor asin ], tausa hitam [ polos & kuning telor asin ], tausa pandan, tausa + go jin [ polos dan kuning telur asin ]. Nb: kuning telor asin ada yang 1 dan 2. Go Jin [ Ng Jin] dengan isi kacang hijau, kundur, kuaci, wijen dan kacang]. 

4. Luk theu koh [ luk tau koh]: pia kacang hijau yang dikukus polos dan variasi 2 lapis, 4 lapis dan isi kacang hijau

5. Nyonko [ mochi khas singkawang] 

6. Tan huang su original

7. Siat Ko isi tausa, tausa pandan, tausa hitam.

8. Jai thong ko isi kacang tanah dan kacang hijau.


B. Bong Meu Chong

Terletak di Jl. Yos Sudarso No.109, Melayu, Kecamatan Singkawang Barat. Kota Singkawang. 

Jenis produk Bong Meu Chong yaitu: 

1. Tausa ko – biasa dan tausa ko 3 rasa terbuat dari tepung beras ketan, dengan 3 rasa yaitu tausa murni, hitam dan pandan. 

2. Tausa hitam pia. Variasi dengan telur 1 dan telur 2. 

3. Tausa pia – kacang kupas. Variasi isi telur 1 dan telur 2.

4. Tausa gojin pia – kacang hijau dengan campuran 5 bahan yaitu buah kundur, wijen, kacang mete, kacang kanari, kuaci dan kulit jeruk. 

5. Siat ko 

6. Tan Huang Shu [salted egg mooncake] – tausa hitam isi kuning telur asin

7. Jai thong ko – kulit dari gula merah dan tepung beras ketan dengan isi kacang hijau. 

8. Jiu ma ko

9. Pok kok piang

10. Gojin piang telur asin. Ada yang 1 telur dan 2 telur. 

11. Luk theu ko – dari kacang kupas murni dan isi tausa.


C. Jun Choi

Terletak di Jalan Kalimantan No.8 Kel. Condong, Kota Singkawang – Kalimantan Barat. Produksi sejak tahun 1989. Telah tersertifikasi halal, varian vegetarian dan vegan

Produk khas Jun Choi:

1. Tau sa ko 

2. Jiu tui [phok khok piang/ lapia] tausa : kacang hijau polos dan dua rasa [tausa mix gojin]

3. Nyonko : rasa original, wijen, pandan, kacang hijau, bunga

4. Tan huang su isi kacang hijau + telur, dengan kulit luar krispy dan gurih

5. Pia – isi tausa, tausa+gojin,  kacang merah dan wijen hitam. Ada yang gambar Liung Fung [ Naga dan Burung Hong].

6. Luk theu ko – tausa

7. Jai thong ko

8. Siat ko – tausa pandan dan azuki red bean

9. Jiu ma ko

10. Nyonko bunga, pandan isi kacang hijau, kacang hijau, 


D. Hon Phiau 1988

Terletak di Jalan Kalimantan No.52 A, Singkawang.

Hanya diproduksi setahun 1x menjelang festival kue bulan [ dari tanggal 20 bulan 7 hingga tanggal 12 bulan 8 imlek]. Dengan isian klasik dan modern. Produk non halal di Singkawang dengan produk meliputi:

1. Tausa ko/ Nyiat Ko

- Varian 1 lapis, 2 lapis [tausa hitam dan pandan] dan 3 lapis [tausa hitam, gojin dan tausa pandan].

- Tausa ko pandan: kulit pandan isi tausa original

2. Pok khok piang / jiu tui/sung cin/sung liau. Kue berlapis renyah lembut. Isi tausa original, tausa hitam, tausa pandan dan gojin [ campuran kulit jeruk nipis, wijen, kundur, kacang koro, dan bawang merah]. Ukuran jumbo, no.1, no.2 dan no.3. Untuk jiu tui sung liau adalah ½ lapisan tausa dan ½ lapisan gojin.

3. Tan huang su [tan bong si]– kulit renyah lembut dengan isi telur kuning asin. Isi tausa original, tausa hitam, tausa pandan, gojin, ayam jamur dan durian. 1 box isi 9 pcs. Terdapat pula variasi terbaru yaitu x ferrero rocher dan dodol durian tausa.

4. Pia isi tausa original, tausa hitam, tausa pandan, gojin, ayam jamur dan durian. Dengan telur 1 dan telur 2. Kuning telur asin. 1 tabung isi 4 pcs. Rasa bisa dicampur. Terdapat pilihan ukuran A [paling besar],1,2, dan 3. Varian lain yaitu sung liau pia dengan isian campuran terdiri 1 lapisan tausa dan 1 gojin dalam 1 pia.

5. Jiumako [mochi tabur wijen] – kulit dari beras ketan dilumuri wijen. Isian tausa original, tausa hitam, dan tausa pandan.

6. Jai thong ko – kue bulan beras ketan campur gula merah. Isian tausa.

7. Nyion ko pandan. Kulit dari beras ketan dan pandan. Isi tausa hitam dan tausa original. . Terdapat pula nyion ko ketan hitam

8. Luk theu ko [sari kacang hijau] kukus.

9. Siat Ko [snowskin mooncake] – kulit dari beras ketan dengan varian rasa: tausa original, tausa hitam, dan tausa pandan. Isi 4 pcs.


E. Sin Hap Hin

Sejak 1952. Terletak di Jalan Niaga No. 173, Kota Singkawang. Kalimantan Barat 79111. Kue bulan dengan proses pembuatan secara tradisional sama seperti zaman dahulu. Meliputi adonan diulen manual, kue dicetak satu demi satu, pemanggangan dengan arang dan kayu bakar, dan pengemasan satu per satu. Metode yang telah teruji oleh waktu untuk mendapatkan rasa otentik, tekstur yang renyah, dan perpaduan rasa gurih manis yang sempurna.

Harapan akan setiap langkah yang penuh cinta dan perhatian, maka setiap gigitan akan membawa nostalgia ke masa lalu dengan rasa otentik dan aroma yang khas. 

Jenis produk:

1. Tau sa ko [phak ko] – terbuat dari tepung ketan dengan isian 1 lapis tau sa [2 ukuran]. Variasi isi 2 lapis [ kacang hijau original dan pandan] dan 3 lapis [ isi kacang hijau original, pandan, dan 1 lapis lagi kacang hijau original].

2. Luk tau ko – campuran dari tepung dan tau sa [kacang hijau]. Terdapat variasi tanpa isi [ 2 buah] dan isian tausa. 

3. Jai thong ko – kulit terbuat dari gula merah dengan isian kacang tanah [2 ukuran]

4. Pia 

a. Gojin dengan isi wijen, kundur, kwaci, kacang bogor, kulit jeruk nipis, dan bawang merah [ dengan 3 ukuran]. Non halal

b. Tau sa dengan isi kacang hijau [ 3 ukuran]. Variasi telur isi 1 dan 2. Isian telur, 1 bungkus 4 pcs kue. 

5. Jiu tui – dengan lapisan kulit yang tipis dan isi tau sa. 1 kotak isi 2 pcs. Terdapat 3 ukuran. Non halal. Ada pula variasi sung cin – dua rasa yaitu  1 lapisan tau sa dan lapisan ke 2 yaitu go jin. Untuk sung cin terdapat 2 ukuran. 

6. Tan huang su [ pastri kuning telur ]. Kue pastri tradisional khas Taiwan. Balutan lapisan kulit yang tipis dan isi tau sa dan telur asin. 1 kotak isi 9 pcs. 


F. Kue Bulan Sin Fung

Sin fung memproduksi kue bulan yang unik yaitu kue bulan Shiu Kho [ kue bulan panjang umur] untuk sembahyang ulang tahun Dewa-Dewi Kelenteng dan lain-lain. Sin Fung secara harfiah berarti  Angin Baru. Makna secara keseluruhan berarti Angin Perubahan. Dimulai dari tahun 1995 dan telah memproduksi roti tawari sejak 1989.

Produk Sin Fung:

1. Tausa ko kombinasi 3 Rasa.

2. Tausa jenis murni dan hitam dengan telur 1 dan telur 2,

3. Gojin telur 2

4. Jiu tui tausa murni

5. Siat ko

6. Jiu ma ko

7. Liuk theu ko

8. Tan huang su

9. Tan huang su tausa hitam


Jejak Budaya Kue Bulan Hakka di Asia


Malaysia

Kue bulan atau nyet piang dan festival pertengahan musim gugur [ phat nyet pan atau chung chiew chet] pun dirayakan di Malaysia. Komunitas hakka yang cukup dominan terdapat di Sarawak dan Sabah. Kue bulan khas hakka dapat ditemui di:

- Kuala Lumpur

A. Lee Kee Bakery

Taman Jinjang Baru, Kuala lumpur. Toko roti tradisional lebih dari 50 tahun. Produksi buatan tangan dengan cita rasa tradisional.

Cetakan kue dari Tiongkok berupa gambar bulan purnama, naga dan phoenix. Ada jug Phoenix dan kelinci bulan. Proses pembuatan yang lama dan melelahkan. Langkah yang paling krusial saat mencetak kue.  Kue yang telah selesai, dilanjutkan dengan menghiasnya dengan warna-warna cerah. Pigmen warna ini aman dikonsumsi. Kue cahaya bulan khas hakka ini memiliki masa simpan lebih lama dibandingkan varian yang lain.

Namun di wilayah yang memiliki etnis hakka yang cukup dominan yaitu Sarawak dan Sabah, umumnya ditemukan kue bulan khas kanton. Untuk produk kue bulan khas Hakka dapat ditemui di toko kue tradisional atau pasar malam.


- Sarawak

A. Kue bulan lapis

Dengan variasi kulit panggang dan kulit salju. Kulit salju dari tepung beras yang dimasak tanpa perlu dipanggang di oven dan kue bulan “kulit panggang” yang perlu dipanggang hingga kulitnya berwarna kuning keemasan. 

B. Chawan Muah Piah

Di Kuching, kue muah piah atau kue wijen yang berasal dari sub kelompok etnis Tionghoa yaitu Hokkien yang berasal dari kabupaten Zhao’an di Provinsi Fujian, Tiongkok. Dikenal kue ini dengan sebutan Chawan Muah Piah. Dengan tekstur agak kenyal dan menjadi keras jika dibiarkan terlalu lama. Untuk melembutkannya kembali dengan dipanggang. 

C. Chin Hian Chia [ dahulu Chin Hiang Chay]

Alamat 165, Jalan Padungan, 93100, Kuching – Sarawak. Hp. +60 82243814. Telah berdiri sejak tahun 1941. Dengan gaya teochiu.  Kue bulan dengan kemasan tradisional model kantong kertas dan metode pemanggangan zaman dahulu. Salah satu produk kue bulannya yaitu Ou Mua Lar Kor [ dengan wijen hitam, lemak babi dan isian pasta kacang hijau khas tiociu]

D. Wing Hiong 

Diproduksi oleh Wing Hiong Enterprise Co. dengan gaya kanton. Metode pengerjaan tradisional. Isian khas berupa telur asin kenari. Beroperasi di 193 Jalan Padungan, Kuching. Merupakan salah satu toko kue dan manisan tertua di Padungan. Didirikan oleh Leonard Siaw. 


- Sabah

A. Kee fui bakery [ Lahad Datu]

Toko roti tradisional di Lahad Datu – Sabah. Berdiri sejak 1967, terkenal dengan kue bulannya. Terdapat keunikan pada kemasan kaleng kue bulan yang unik khas Sabah.  Menampilkan seorang gadis Kadazandusun. 


B. Chung fatt [Sandakan] 

Mulai beroperasi tahun 1968. Dikenal selain produsen kue bulan, juga membuat roti. Terdapat kue bulan rendah gula dan produk kuning telor sebanyak 4 buah per kue bulan.


C. Tat hwa [Kudat]

Terletak di jalan bawah no. 553, Batu 1, 89058 Kudat.


D. Deli delite [ Tambunan]

E. Swan cake house [ Tawau]

Berada di Jalan Apas, Taman Bintang. Berdiri sejak tahun 1995 


Singapura

Kue bulan khas hakka disebut yue gao berbentuk cakram putih salju. Terbuat dari tepung beras ketan, gula, ekstrak malt, dan glukosa.  Memberikan tekstur lembut di mulut. Bahan ini mirip dengan kue tradisional Meizhou – Guangdong, yaitu yun pian gao atau kue awan. Kue bulan hakka dihiasi dengan ukiran berbentuk bunga.

Ada yang polos dan ada dengan isian biji wijen atau bumbu lima rempah. Dapat di temui di Mei’s Store, 34 Upper Cross St, #01-146, Singapore 050034


Taiwan


A. Kue bulan khas Hakka Taiwan menyerupai “cahaya bulan” [ orang Hakka menyebut bulan dengan “cahaya bulan”. Kue cahaya bulan Taiwan berbentuk bulat dan warna yang keemasan. 


Sebelum tahun 1970-an, masyarakat Taiwan, pulih dari kehancuran pasca perang dan ubi jalar digunakan untuk melengkapi kekurangan beras. Tepung ubi jalar digunakan untuk membuat kue bulan dengan isian dari ubi jalar dan talas. Kulitnya lebih keras dibandingkan dengan kue cahaya bulan modern.


Toko yang menyediakan kue bulan tradisional Taiwan:

1. Toko kue Lu Shunxing 

Telah berusia 159 tahun, terletak di Xinpu - Hsinchu. Memiliki ciri khas stempel berbentuk persegi untuk kue ubi jalar dan stempel berbentuk bulat untuk kue ubi talas. Kulitnya yang tipis, namun isian melimpah. Produksi dengan tangan yang menghasilkan tampilan, tekstur dan rasa yang berbeda dibanding mesin.


2. Toko Roti Longyuan di  Beipu, Hsinchu.

Mulai berdiri sejak 1871. Selain memproduksi kue bulan ubi jalar, juga kue bulan talas dan kue Lei Cha. Karakteristik kulit yang tipis dan renyah. Ciri khas dengan gambar bulan sabit tercetak di kulitnya.



Perbedaan kue cahaya bulan Taiwan dengan kue terang bulan Bangka yaitu pada warna kue. Dimana di Taiwan berwarna kuning, sedangkan di Bangka berwarna putih. Bahan di Taiwan dari tepung ubi jalar, di Bangka dari tepung beras ketan. 


3. Kue bulan Pusar Miaoli – Kabupaten Miaoli

Terbuat dari kacang hijau dan ubi jalar, berbentuk mirip pusar. 


Kue bulan hakka tradisional khas Taiwan mempertahankan bahan baku yang sederhana dari hasil panen alami dan budaya mengucapkan terima kasih kepada Dewa Bumi dan Dewi Bulan saat perayaan. 


Bentuk kue merupakan tanda lahir budaya yang dipercayakan oleh leluhur Hakka, tersembunyi dalam bentuknya, melambangkan ikatan spiritual yang tak terputus. 



B. Kue bulan khas Hokkien Taiwan

Kue Ludou peng atau kue kacang hijau berasal dari Fengyuan, Taichung. Nama lain kue ini adalah kue kepingan salju. 


Toko yang menyediakan kue kacang hijau tradisional:

1. Shekou Li Ji, Shengang.

Didirikan oleh Zhang Linli pada pemerintahan Kaisar Guangxu – Dinasti Qing [1894]. Dan hanya di no.520, Jalan Zhongshan, Distrik Shengang, Kota Taichung, toko kue ini beroperasi tanpa cabang. Beberapa produk andalan seperti kue bulan isi pasta kacang hijau dengan daging babi rebus dan kue bulan vegan isi kacang hijau. 


2. Xuehuazhai – Fengyuan, Taichung

Didirikan tahun 1900 oleh Lu Shui atau Paman Ashui di jalan Zhongzheng, kota Fengyuan. Nama lain kue kacang hijau berasal dari toko ini yaitu kue bulan kepingan salju dan kue bulan Fengyuan. Dengan kerak seputih salju. 


Produknya seperti kue bulan kepingan salju [kue bulan kacang hijau], kue bulan kepingan salju isi kacang merah, dan kue isi daging. Seri vegetarian yaitu kue bulan isi susu kacang hijau murni.


C. Kue bulan kuning telur


Chen Yunbaoquan –  Fengyuan - Taichung 

Terletak  di Jalan Zhongzheng. Didirikan tahun 1908 oleh Chen Yun, yang telah diwariskan selama 5 generasi.


Generasi ke-3, Chen Zengxiong menggabungkan keahlian pembuatan kue kering Taiwan dan wagashi Jepang [ manisan Jepang]. Eksperimen awalnya adalah “kue bulan kecil” hingga menghasilkan kue kuning telur. Awalnya berbentuk seperti zaitun. Secara bertahap berevolusi menjadi bulat dengan kulit kue berlapis seperti sekarang.


Produk unggulan lainnya yaitu: kue kacang hijau dan kue bulan mini pasta kacang putih, 


Kue kacang hijau khas Chen Yun Bao memiliki rasa setengah manis dan setengah asin dengan isian kacang hijau. 


Meizhou – Tiongkok Daratan 

A. Kue Terang Bulan 

Kue tradisional hakka, memiliki pola yang indah dan seputih salju dengan bahan tepung beras ketan dan gula pasir. Pada pengembangan modern, terdapat pula variasi isian biji wijen, kacang tanah dan manisan kundur. 


Secara tradisional, kue terang bulan sering dihiasi dengan motif keberuntungan seperti “Fu Lu Shou – keberuntungan, kemakmuran dan umur panjang”, ayam Jantan, Chang’e terbang ke bulan, bunga osmanthus, dan bulan purnama. Semua dicetak dengan warna merah. 


B. Cu chong kao [] – kue usus babi

Merupakan salah satu camilan tradisional khas hakka. Terbuat dari tepung beras ketan, sirup dan jus pisang. Dibentuk menyerupai usus babi. Tekstur lembut, manis dan kenyal. Kue ini menjadi makanan selama festival pertengahan musim gugur. Produksi Pabrik Youluo Hou Meizhou memenangkan gelar “camilan terkenal Guangdong”. 


Di Luhe, kue cu chong kao dikenal sebagai kue air dingin. Karena teksturnya yang dingin.


Banyak merk terkenal cu chong kao yang tetap mempertahankan membuat produknya dengan tangan. Formula tradisional memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga di formula modern menyesuaikan kandungan gula untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. 


Dalam tinjauan makna budaya, cu yang berarti “babi” adalah homofon dengan “merah”, melambangkan kegembiraan dan keberuntungan. Chong yang berarti usus, homofon dengan “panjang” yang melambangkan kesehatan, umur panjang dan keberuntungan yang langgeng. Kao yang berarti “kue”, homofon dengan “tinggi”. Mencerminkan pepatah rakyat “segala sesuatu naik tinggi”, melambangkan kemajuan yang berkelanjutan. Kue Cu chong kao mewujudkan harapan masyarakat hakka akan keberuntungan, umur panjang dan kemajuan.   


Cu chong kao bulan, kue potong putih dan kue bulan membentuk kue tradisional hakka untuk perayaan pertengahan musim gugur, membawa kenangan lokal orang hakka. 


C. Bai qie gao [] – kue potong putih

Kue bulan tradisional legendaris khas Meizhou. Berbentuk balok atau bata berwarna putih, dikonsumsi dengan dipotong menggunakan pisau. Terbuat dari tepung beras ketan, gula putih, wijen hitam, kacang tanah, dan manisan kundur. 


Sajian ngiat kong pan dan beragam variasi kue bulan Hakka bukan sekedar kudapan manis musiman, melainkan warisan budaya yang menyimpan jejak Sejarah, kerja keras, dan kehangatan tradisi keluarga yaitu kumpul keluarga. Semoga di Bangka dapat memunculkan kembali kue potong putih sebagai bagian dari varian ngiat pan khas Bangka. 

Selamat merayakan pat ngiat pan! Di malam yang indah ini, mari kita sejenak pai ngiat kong dan menikmati manisnya ngiat kong pan bersama keluarga tercinta. Semoga cahaya rembulan dan Ngiat Kong Nyong-Nyong memberi berkah kesehatan, kebahagiaan bagi kita semua di Bangka.


Referensi

1. Mardiastuti, Aditya; Mengenal Yangko Oleh-oleh Khas Jogja yang Jadi Warisan Tak Benda, www.detik.com; diakses tanggal 19 April 2026, Jam 19.55 WIB. 




Sunday, 23 August 2026

Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 3]

Perayaan Chiong Si Ku di Pulau Bangka diselenggarakan pula di kelenteng setempat. Melanjutkan pembahasan dari Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 2], pada bagian 3 ini kita akan mengulas deretan kelenteng setempat penyelenggara Chiong Si Ku.

Chiong Si Ku Kelenteng Setempat


Pada umumnya kelenteng setempat yang menyelenggarakan chiong si ku di tanggal 14 bulan 7 imlek.

 

A.      Kelenteng Amal Bakti – Ketapang; Pangkal Balam


Kelenteng yang terletak di Jalan Malahayati, Ketapang. Tepat di sudut jalan pertemuan antara jalan Malahayati dan Ketapang II.

📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Amal Bakti - Ketapang; Pangkal Balam 

 
Kelenteng dengan tuan rumah kelenteng - Sui Pak Kung [Pak Kung Air]. Meskipun tidak menghadirkan patung Thai Se Ja, di sini menyediakan phang si ku untuk meletakkan persembahan. Terdapat pula panggung hiburan rakyat berupa pertunjukan organ tunggal dan hidangan makanan. Hidangan makanan merupakan sumbangan bersama dari masyarakat Ketapang.

Toleransi dari masyarakat non tionghoa terjalin dengan baik. Mereka ikut serta membantu persiapan penyelenggaraan chiong si ku. Sampai pada pengamanan acara meliputi penggunaan jalan di Jalan Ketapang II ke arah Pangkal Arang. Sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.

B.      Kelenteng Sip Sam Fun – Desa Beluluk, Bangka Tengah.


Kelenteng yang terletak di Dusun Sip Sam Fun,  Kecamatan Pangkalan Baru- Bangka Tengah. Kelenteng yang diresmikan tahun 2010. Memiliki luas sekitar 2500 meter persegi. Dengan ukuran bangunan 20 x 35 meter. Kelenteng ini berada di pinggiran aliran sungai.  Dengan tuan rumah kelenteng - Dewa Kwan Tie.

 
Tahun 2015, saat chiong si ku ada kegiatan melepas lampion sedangkan di tahun 2019 terdapat pertunjukan jalan di atas bara api, lelang payung Thai Se Ja, dan doorprize.

Chiong si ku 2024, kelenteng Sip Sam Fun dengan kelengkapan altar Thai Se Ja [berbentuk papan nama tulisan],  phang si ku, miniatur pesawat dan pertunjukan barongsai.

 

C.      Kelenteng Sam Thai Pak Kung Thai Hin – Semabung Lama, Pangkalpinang.


Kelenteng yang terletak di Jalan Batu Nirwana 1 [ tepat di depan Pabrik Air Minum dalam Kemasan Bolesa]. Terdapat 3 Pak Kung yaitu Sak Thew Pak Kung – Pak Kung Batu [ tuan rumah kelenteng], Sui Pak Kung – Pak Kung Air, dan Muk Su Pak Kung – Pak Kung Kayu. Dan altar Kakek. 


Kelenteng yang berawal dari sembahyang di bawah pohon jambu hutan. Lalu dengan swadaya masyarakat setempat, dibangun kelenteng permanen. Sempat mengalami 1 kali renovasi. Menurut penuturan seorang  Thai Pak [ orang pintar],  Pak Kung melindungi masyarakat setempat dari kondisi yang angker pada masa lalu. Karena jalan Batu Nirwana terletak di bawah areal pekuburan Sentosa dan masih berwilayah hutan. Sekarang Pak Kung masih sering berkeliling sambil membawa senjata golok. Kebaikan hati Pak Kung terpancar ketika pohon yang menjadi cikal bakal tempat bernaung yaitu pohon jambu hutan mengalami patah dahan hingga menimpa atap. Pak Kung lebih senang jika pohon tersebut ditebang demi keselamatan banyak orang. Karena selain umat yang sering datang, karyawan dan keluarga yang bekerja di pabrik Bolesa pun senang duduk di gazebo Pak Kung. Pak Kung merelakan pohon jambu hutan ditebang demi kepentingan orang banyak.


Setiap chiong si ku, kelenteng Sam Thai Pak Kung Thai Hin mengikuti tradisi yang telah turun temurun dilaksanakan pada tanggal 15 bulan 7 Imlek. Dimana secara umum, kelenteng setempat akan merayakan sembahyang rebut di tanggal 14. Setiap tahun pabrik Air Minum Bolesa secara rutin menyumbangkan beras yang akan dibagikan merata ke masyarakat setempat. Persembahan chiong si ku setelah selesai acara, akan dibagi-bagi ke masyarakat setempat.


Pada perayaan chit ngiat pan, kelenteng ini ramai didatangi oleh umat yang melakukan ritual sembahyang Khe – Ja dan sembahyang Thai Pak Kung. 


(Bersambung ke bagian 4: Tradisi Ullambana, Pattidana, dan Jing He Ping)

---

Oleh: Vau-G | Hak Cipta Dilindungi © 2026 Bapang 007 (www.bapang007.blogspot.com)





Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [Bagian 2]

Perayaan Chit Ngiat Pan di Pulau Bangka merupakan tradisi yang kaya sejarah. Melanjutkan pembahasan pada Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [Bagian 1], pada bagian kedua ini kita akan mengulas lokasi legendaris penyelenggara Chiong Si Ku.

Lokasi Legendaris Chiong Si Ku 



Perayaan Chiong Si Ku yang menghadirkan patung Thai Se Ja banyak ditemukan di area Kabupaten Bangka. Pada tahun 2025 ini ada penampilan perdana Thai Se Ja di Cetya Setia Budi,  Dusun Cengel [ Jurung – Merawang]. Sementara tahun 2026, patung Thai Se Ja juga hadir di Kelenteng Thai Pak Kung Ciong [ 26 Agustus 2026] dan lukisan Thai Se Ja  di Kelenteng Sempurna Jaya [ tanggal 27 Agustus 2026]. Keduanya terletak di di Fathin - Lubuk Kelik. 

Ada beberapa kelenteng legendaris yang menjadi pusat perhatian saat perayaan chiong si ku:

1.       Kelenteng Setia Bhakti Koba
 

Alamat : Jalan Kenanga Atas No.9 Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Dewa Utama : Dewa Kwan Tie.
Luas Bangunan : 20x15  meter [ luas lahan 70x50 meter].


📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Setia Bhakti Koba
 



Kelenteng yang telah berumur lebih dari satu abad ini, dibangun oleh orang Tiongkok yang datang ke Bangka. Memiliki kenangan mendalam bagi warga Bangka. Zaman dahulu, tidak banyak kelenteng yang menyelenggarakan chiong si ku dengan ornamen lengkap dengan patung Thai Se Ja yang tinggi dan besar, panggung hiburan band, hingga acara lelang sumbangan barang elektronik.
Tradisi Lelang Barang: donatur menyumbangkan bahan pokok [beras, minyak], alat elektronik [kulkas, TV, radio] hingga sepeda. Harga barang lelang dengan pembayaran setoran awal keikutsertaan yang dapat dicicil pembayaran hingga 1 tahun, dimana seluruh hasilnya disumbangkan untuk operasional kelenteng. Barang lelang yang paling bernilai adalah payung di atas kepala Thai Se Ja, yang dipercaya membawa perlindungan dari kesialan dan kemalangan. Pada tahun 2025, Cetya Setia Budi Cengel memecahkan rekor lelang payung senilai Rp. 150.000.000,- 
Kemeriahan acara : menurut penuturan Asiung – Pat Thiaw Pan [ pagarawan ], ketika era bus pownis, banyak masyarakat dari luar kota Koba yang berbondong-bondong datang ke Kelenteng Setia Bhakti Koba. Sebulan sebelum perayaan, Asiung dan masyarakat kampung sudah menyewa mobil pownis. Jam 5 sore, mereka beramai-ramai berangkat ke Koba dari Pagarawan hingga prosesi acara chiong si ku selesai. Suasana sungguh ramai dan sulit untuk berjalan ketika perayaan. Banyak umkm yang menjual aneka makanan dan minuman. Namun tidak mengurangi keinginan Asiung dkk untuk datang jauh-jauh dari Pagarawan. Hiburan band yang tersedia merupakan suatu hal yang mewah pada zamannya. 
Saat itu, yang datang ke acara chiong si ku telah makan terlebih dahulu dari rumah. Hal ini dikarenakan jarang saat perayaan ada makanan siap hidang untuk para tamu. Berbeda dengan saat ini, ada makanan mulai dari makanan berat dan ringan yang tersedia saat perayaan. 

Patung Thai Se Ja pada saat itu, dapat dilihat dari kejauhan di seputaran kota Koba. Dan masih jarang, kelenteng yang membuat patung Thai Se Ja.

Era zaman 2010-an, kelenteng Setia Bhakti Koba masih memberikan magnet tersendiri. Sederetan artis-artis ternama ibukota pernah mengisi acara chiong si ku, seperti Yuni Shara, Armada Band, Aura Kasih, Koes Plus Bersaudara,  dan Luna Maya.

2. Kelenteng Ho Hap Miaw – Merawang


Lokasi : Di jalan utama Pangkalpinang – Sungailiat [ bersebelahan SD Negeri 12 Merawang].
Dewa utama : Thai Pak Kung.
Luas bangunan : 8 x 11 meter.


Berdiri pada zaman pendudukan Belanda dan berpindah di dekat jalan raya pada tahun 1960. Kelenteng ini telah mengalami renovasi di tahun 1982 dan 1983. Dengan biaya renovasi pada zaman itu sebesar Rp. 60.000.000,-.

 

Untuk acara chit ngiat pan, kelenteng Ho Hap Miaw menyimpan sejarah panjang. Sejak lama, telah diadakan sembahyang dengan kelengkapan patung Thai Se Ja. Lokasi yang strategis, sehingga banyak masyarakat Tionghoa dari Pangkalpinang, maupun dari Sungailiat yang berbondong-bondong datang ke Kelenteng Ho Hap Miaw. Sehingga jumlah pengunjung akan padat sekali pada saat sembahyang chit ngiat pan. Saat ini, kelenteng Ho Hap Miaw termasuk yang teratur menghadirkan patung Thai Se Ja. 
Berikut beberapa foto yang terdokumentasi dari patung Thai Se Ja dari Kelenteng Ho Hap Miaw.


📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Ho Hap Miaw - Merawang

3. Kelenteng Bhakti – Simpalet (Sungailiat)


Lokasi : Jalan Bakem, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dewa utama : Thai Pak Kung 

Dahulu daerah ini dikenal dengan nama Sin Pa Let  [ Parit Baru -  新巴力 ] atau sekarang menjadi Simpalet. Parit ini mengacu pada areal pertambangan timah yang dibuka oleh orang Tionghoa. Di  sebelah kelenteng ada Wihara Kwan Im. Sedangkan di belakang terdapat layanan posyandu lansia. Area belakang kelenteng ini memiliki pohon – pohon yang rindang dan besar dan luas. Sungguh nyaman berada di kelenteng Bhakti.

📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Bhakti - Simpalet
  

Tradisi Ta Ciau : Diorama 10 Raja Neraka

Pada acara tahun 2024, ada pertunjukan diorama neraka. Oleh orang Tionghoa Bangka dikenal dengan Ta Ciau. Neraka dalam bahasa hakka Pangkalpinang yaitu Jim Kian [ Jim – gelap; Kian – tempat]. Dalam terminologi Tiongkok, alam baka/kematian  dikenal dengan alam dunia bawah tanah.

Dalam ajaran kepercayaan tradisional Tionghoa, ta ciau bersumber pada kitab 玉曆寶鈔 –Yù Lì Bǎo Chāo [Catatan Harta Karun Kalender Giok]. Ditulis pada masa pemerintahan Kaisar Yongzheng dari dinasti Qing. Menurut legenda, seorang praktisi spiritual Dan Chi yang telah melakukan perjalanan ke alam baka dan membawa kitab ini.

Perjalanan manusia meninggal mulai dari penjemputan arwah oleh Hei Wuchang [ 黑無常]  dan Bai Wuchang [白無常]. Mengantarkan ke gerbang neraka. Dimana telah menunggu 2 penjaga neraka  yaitu Niu Tou [Pengawal Berkepala Banteng] dan Ma Mian [Pengawal Berkepala Kuda]. Arwah diantar menghadap 10 Raja Neraka. 
Sebelum pembakaran Thai Se Ja, di Kelenteng Bhakti ada pertunjukan kembang api yang meriah.

 Sepuluh Raja Neraka yang tinggal di masing-masing aula yaitu:


1. Chin Kong Bong [ Hakka Bangka]; [秦廣王 - Qín Guǎng Wáng {M}

Bertugas melakukan pengawasan catatan umur panjang dan kematian dini, kelahiran dan kematian di dunia manusia, serta mengelola penghakiman hantu baik dan buruk yang menderita hukuman di dunia alam bawah tanah.

Untuk yang berbudi luhur, akan terlahir kembali ke surga. Sedangkan yang memiliki perbuatan baik dan buruk yang seimbang, dikirim ke aula ke sepuluh, untuk terlahir kembali sebagai manusia. Yang memiliki perbuatan buruk lebih banyak, dibawa ke cermin karma. Saat disini, arwah yang jahat akan melihat kejahatan hati mereka semasa hidup dan penderitaan yang akan diterima di aula neraka.

Dosa yang akan memperoleh hukuman di aula 1:

a. Bunuh diri
Tidak menghargai betapa berharganya kehidupan manusia kecuali mereka yang mengorbankan hidup mereka untuk kebajikan kesetiaan, bakti kepada orang tua, dan kebenaran akan menjadi Dewa.
Para arwah bunuh diri akan menderita siksaan penyesalan dan dilarang menerima makanan persembahan dan kertas sembahyang.

b. Menghilangkan kata atau frasa saat membaca kitab suci. Akan dibawa ke ruang 
penambahan kitab suci. Setiap kata atau frasa yang dilewatkan akan ditulis dengan jelas dan dilafalkan dengan benar.

c. Menginginkan persembahan selama praktik spiritual. 
Praktisi yang awalnya mempraktikkan kultivasi murni, kemudian menjadi serakah dan mencari persembahan untuk kesenangan.
Setelah memperoleh pengecekan di aula 1, arwah akan dikirim ke aula 2. Demikian seterusnya hingga aula ke 10.                                                                                    

2. Chu Kong Bong [楚江王- Chǔ Jiāng Wáng {M}


Aula ini berisi enam belas neraka kecil  seperti pasir awan hitam, lumpur kotoran dan urin, lima garpu, kelaparan, kehausan, nanah dan darah,  kapak tembaga, kapak tembaga ganda, baju zirah besi, timbangan bin, ayam, sungai abu, memotong dan membelah, daun pedang, rubah dan serigala,dan es dingin.

Dosa yang telah dilakukan:

1) Penculikan anak laki-laki dan Perempuan
2) Merebut harta milik orang lain dengan cara menipu.
3) Sengaja mengakibatkan kerusakan pada telinga, mata, tangan dan kaki orang lain.
4) Mengambil keuntungan dari obat-obatan tanpa bimbingan yang tepat.
5) Pelayan perempuan yang dipekerjakan telah mencapai usia menikah, namun tidak diperbolehkan keluarga menebus untuk mengembalikan kebebasannya.
6) Pernikahan dengan tujuan mendapatkan harta kekayaan dan status sosial. Secara sengaja memalsukan usia.
7) Sebelum pernikahan resmi, diketahui bahwa pria atau wanita tersebut menderita sakit parah atau berwatak jahat. Namun demi uang komisi, co moi ngin [ makelar pernikahan - bahasa hakka Pangkalpinang] menyembunyikan kebenaran tersebut.

 3.   Sung Thi Bong  [ 宋帝王 - Sòng Dì Wáng {M}

Aula ini disebut Neraka Api Tali Hitam. Berisi 16 neraka kecil seperti air garam, cincin dan belenggu rami, penusuk tulang rusuk, wajah dikikis besi, mengikis lemak, hati dan jantung dijepit, mata dicongkel, kulit dikelupas, kaki dipotong, kuku dicabut, darah dihisap, digantung terbalik, tulang bahu dibelah, dimakan belatung, lutut dihancurkan, dan jantung dipotong.

Dosa yang telah diperbuat:

1) Tidak setia pada atasan dan berniat untuk mengkhianati. Tidak peduli dengan nyawa manusia.
2) Ketika sedang bertugas, melihat ada keuntungan, lupa pada moralitas, dan kehilangan patriotisme.
3) Seorang suami yang bertindak amoral dan seorang istri yang tidak lemah lembut dalam ucapan dan perbuatan.
4) Sebagai anak angkat, ia menerima kebaikan berupa pengasuhan. Setelah menerima harta benda, ia langsung lupa balas budi dan kembali ke orang tua kandungnya.
5) Seseorang yang dipercayakan untuk suatu tugas, gagal atau mengkhianati kepercayaan orang lain.
6) Bawahan yang mengkhianati atasan.
7) Bersekongkol dengan rekan-rekan menipu dan mengambil uang orang lain.
8) Seseorang yang melakukan kejahatan dan dipenjara. Namun melarikan diri.
9) Mencegah keluarga yang berduka untuk melaksanakan pemakaman.
10) Menggali kuburan, melihat  peti mati telah terkubur terlebih dahulu. Namun tetap terus menggali.
11) Mengurusi urusan orang lain dan mencuri.
12) Makam leluhur yang tidak terurus dan akhirnya hilang.
13) Mendorong orang lain melakukan kejahatan.
14) Menulis surat untuk memfitnah orang lain.
15) Menulis artikel tanpa izin yang merusak reputasi orang lain.
16) Memalsukan dokumen untuk membatalkan perjanjian.
17) Memalsukan kontrak dan surat untuk menipu.
18) Memalsukan tanda tangan yang berpotensi menimbulkan kerugian.

4. Ng Kon Bong [五官王- Wǔ Guān Wáng {M}

Aula keempat dikenal dengan Neraka Besar Pengumpulan yang memiliki 16 neraka yang lebih kecil yaitu kolam, rantai dan bambu runcing, air mendidih, telapak tangan ditusuk, otot digunting dan tulang dikikis, bahu ditusuk dan kulit disikat, kulit dilubang, jongkok di puncak tajam, baju besi, ditindih kayu batu, tanah dan genteng, mata dicongkel, mulut disumbat abu terbang, dicekoki obat, terpeleset minyak, mulut ditusuk, dan tubuh dikubur batuan pecah.

Perilaku yang memperoleh hukuman yaitu:

1) Penggelapan dan tidak membayar.
2) Menolak membayar sewa.
3) Menggunakan timbangan yang merugikan untuk keuntungan pribadi.
4) Menjual obat palsu sebagai obat asli.
5) Beras yang telah rusak [terendam air], dijual sebagai beras baik.
6) Menggunakan uang palsu untuk berbelanja dan tidak membayar tagihan secara penuh.
7) Menjual barang-barang pemicu kesombongan.
8) Ketika bertemu penyandang disabilitas, orang lansia, dan anak kecil di bus, tidak memberi jalan atau menawarkan tempat duduk.
9) Merampas dan menipu penduduk desa yang kurang berpengetahuan.
10) Menunda penyampaian surat titipan.
11) Mencuri batu paving jalan.
12) Orang miskin yang serakah akan kekayaan yang tak terduga.
13) Orang kaya yang tidak memperdulikan orang tua dan orang miskin.
14) Mengingkari janji meminjamkan uang.
15) Menimbun obat, saat dimana obat tersebut sangat dibutuhkan orang sakit.
16) Merahasiakan resep obat mujarab.
17) Membuang sampah [ pecahan mangkuk dan peralatan bekas] di jalan.
18) Memelihara hewan tanpa kandang, sehingga kotoran mengganggu orang lain.
19) Membiarkan lahan kosong hingga tandus dan terbengkalai.
20) Merusak dinding orang lain.
21) Menggunakan mantra untuk menjahili orang lain.
22) Menyebarkan berita bohong untuk menakuti orang lain.

 5.       Ngiam Lo Bong [閻羅王- Yán Luó Wáng {M}

Ngiam Lo Bong awalnya berada di aula pertama. Namun karena kasihan kepada mereka yang meninggal secara tidak adil dan berulang kali mengirim kembali mereka ke dunia nyata untuk mencari keadilan, maka Ngiam Lo Bong diturunkan ke aula ke-5 yaitu Neraka Besar Jeritan. Memiliki 16 neraka kecil [ dikenal dengan Neraka Pemotong Hati [sanubari]]. Seperti aula ke 2 hingga ke 5, dosa-dosa yang telah dilakukan, akan memperoleh hukuman di neraka besar. Baru dilihat kembali, jika perlu hukuman akan dilanjutkan di neraka kecil. Setelah dari ini, akan menuju aula selanjutnya.

 
Untuk di aula ke 5, sebelum menerima hukuman, para arwah yang bersalah akan dibawa menuju Mimbar Peninjau Kampung Halaman. Arwah akan melihat kenyataan pahit akibat perbuatan buruknya yaitu keluarga menjadi hancur.

19 dosa yang menyebabkan orang dihukum di aula ke -5 yaitu:

1) Tidak percaya terhadap hukum sebab akibat  dan menghalangi orang melakukan perbuatan baik.

2) Pergi ke kuil untuk bersembahyang, namun turut bergosip tentang orang lain.

3) Membakar buku dan artikel yang mempromosikan kebaikan.

4) Menyembah Dewa dan Buddha, namun makan daging.

5) Tidak menyukai orang lain yang melantunkan kitab suci Buddha atau melafalkan mantra.

6) Saat melakukan upacara keagamaan, tidak menjaga kesucian pikiran, ucapan, dan tubuh.

7) Menjelek-jelekkan orang-orang yang mempelajari ajaran Buddha dan mempraktekkan Tao.

8) Orang terpelajar yang enggan berbagi cerita tentang artikel yang memperingatkan dunia.

9) Menggali kuburan orang lain lalu menimbunnya kembali untuk menutup bukti.

10) Menyalakan api yang menyebar dan membakar hutan.

11) Menembak atau membunuh binatang.

12) Membujuk orang sakit untuk berkompetisi dalam kekuatan fisik.

13) Melempar genteng dan batu melewati tembok, dan berakibat melukai orang lain.

14) Meracuni ikan di sungai dengan racun.

15) Memasang perangkap untuk menangkap hewan.

16) Tidak mengubur bangkai hewan secara dalam, sehingga jika tergali kembali, akan membahayakan orang lain.

17) Di musim dingin menggali tanah sehingga serangga mati kedinginan.

18) Menyalahgunakan kekuasaan untuk merampas tanah rakyat.

19) Menimbun sumur tanpa alasan jelas, sehingga menyulitkan orang untuk minum air.


Dosa berupa niat dalam hati sanubari akan masuk ke 16 neraka kecil. Masing – masing neraka memotong jantung arwah yang memiliki niat:

1) Tidak hormat pada Dewa dan meragukan karma.

2) Suka membunuh makhluk hidup.

3) Menunda niat baik dan mendahulukan perbuatan jahat.

4) Serakah akan keabadian - orang yang bergaul dengan kejahatan, berperilaku salah, melanggar kebenaran, mempelajari ilmu sihir dan berfantasi tentang keabadian

5) Menindas yang lemah dan takut pada yang kuat, menyimpan dendam jahat terhadap orang lain.

6) Terkoyak oleh kekhawatiran akan ketenaran dan kekayaan, benar dan salah, serta kecenderungan untuk mengalihkan kesalahan kepada orang lain.

7) Menikmati kesenangan nafsu dan memperkosa wanita

8) Menyakiti orang lain demi keuntungan pribadi.

9) Kikir dan tidak mau memberi sedekah.

10) Mencuri , melawan hati nurani dan menolak untuk membayar hutang.

11) Tidak tahu berterima kasih dan sifat pendendam.

12) Senang berperang, berjudi, dan bersaing. Sampai melibatkan dan menyeret orang lain.

13) Senang ketenaran, kekayaan dan tipu daya

14) Menghasut orang lain melakukan kejahatan.

15) Iri terhadap kebaikan.

16) Keras kepala, menolak bertobat, dan memfitnah orang lain.

Neraka kecil ini untuk menghilangkan niat/hati sanubari yang buruk dari arwah. Dalam terminologi Tiongkok, jantung sebagai pusat dari pikiran dan niat manusia. 


6.       Pian San Bong [卞城王- Biàn Chéng Wáng {M}

Aula ke-6 terkenal dengan nama Neraka Besar Berteriak Keras. Terdapat 16 neraka kecil yaitu: pasir besi, kotoran dan lumpur, penggilingan dan penghancuran berdarah, mulut dijepit dan berisi jarum, ginjal dipotong, jaring duri, daging dan darah, kulit dikoyak, mulut mengandung api, api menyala, kotoran, diinjak sapi dan kuda, ditusuk jarum, kepala dipukul, pinggang dipotong, dan pengulitan.

Dosa yang telah dilakukan:

1) Mengeluh tentang langit dan bumi. Membenci angin, mengutuk guntur, dan membenci hujan.

2) Buang air kecil dan besar atau menangis sambil menghadap ke langit.

3) Mencuri harta karun yang tersembunyi  di dalam patung Dewa dan Buddha.

4) Mengikis emas dan perak dari patung Buddha.

5) Menyebutkan nama atau gelar suci Dewa dan Buddha secara sembarangan.

6) Tidak menghargai kitab suci.

7) Menaburkan atau menumpuk benda kotor di depan atau di belakang kuil.

8) Memasak makanan [ daging berdarah] di dapur yang terdapat altar pemujaan Dewa/Buddha.

9) Menyimpan buku yang melanggar prinsip moral atau pornografi di rumah.

10) Membakar atau merusak buku yang mendorong kebaikan.

11) Mengukir atau melukis simbol-simbol suci pada pakaian dan peralatan.

12) Menyulam simbol kekaisaran seperti liung [naga] dan burung fung pada pakaian.

13) Menyia-nyiakan dan membuang makanan.

14) Menimbun beras dengan harapan menjualnya dengan harga tinggi.


7.       Thai San Bong [泰山王- Tài Shān Wáng {M}

Memerintah Neraka Besar Panas Menyiksa. Memiliki 16 neraka kecil yaitu dipukul hingga mimisan, pembelahan dada,  pematahan kaki, rambut ditarik dan digantung, tulang kering digigit anjing, menangis kesakitan, pemukulan kepala, berjongkok dan memikul batu berat, diserang babi liar dan burung, dikuliti dan diseret babi, kaki menggantung, mencabut lidah dan menusuk pipi, usus ditarik, diinjak keledai dan dikunyah musang, jari dibakar besi panas, direbus dalam kuali minyak.

Kejahatan yang telah dilakukan:

1) Mengonsumsi obat-obatan terlarang

2) Mabuk-mabukan

3) Berfoya-foya

4) Penipuan uang

5) Mencuri harta di kuburan

6) Pencurian mayat

7) Memisahkan orang lain sehingga menderita karena rindu.

8) Menjual menantu perempuan.

9) Membiarkan aborsi.

10) Mengajak berjudi.

11) Guru yang tidak tegas dalam mengajar.

12) Penyiksaan yang berlebihan.

13) Menindas dengan kekayaan dan kekuasaan.

14) Pura pura mabuk dan menentang orang yang lebih tua.


15) Mengucapkan kata-kata jahat, membuat desas-desus dan membongkar urusan pribadi orang lain. 


8.       Tu Se Bong [都市王- Dū Shì Wáng {M}


Namanya Neraka Besar Siksaan Panas Luar Biasa. Dengan neraka kecil:

1) Hancur dilindas

2) Perebusan dalam kuali

3) Dicabik dan dihancurkan.

4) Lubang sempit.

5) Pemotongan lidah.

6) Tenggelam dalam kakus.

7) Pemotongan anggota badan.

8) Organ dalam digoreng.

9) Sumsum tulang dipanggang.

10) Usus ditarik

11) Dibakar sistem sanjiao.

12) Rongga dada dibelah

13) Dada ditikam

14) Ubun-ubun dihancurkan dan gigi dicongkel.

15) Tubuh disayat dan dipotong-potong tiada henti.

16) Ditusuk dengan tombak baja.


Penyebab utama dihukum di neraka ke 8 yaitu tidak menjalankan bakti kepada orang tua seperti:

1) Tidak merawat dan menafkahi orang tua saat masih hidup.

2) Tidak memberikan pemakaman yang layak ketika orang tua meninggal dunia.

3) Menyebabkan orang tua kandung dan mertua merasa ketakutan, panik, sedih dan penuh penderitaan batin.


9.       Phin Ten Bong [平等王- Píng Děng Wáng {M}

Aula ini dikenal dengan Neraka Avici. Terdapat 16 neraka kecil:

1) Tulang dihancurkan dan tubuh dibakar.

2) Urat ditarik.

3) Gagak yang memakan jantung dan hati.

4) Anjing yang memakan usus dan paru-paru.

5) Tubuh disiram minyak panas.

6) Penjepitan kepala, penarikan lidah dan pencabutan gigi.

7) Otak dikeluarkan, rongganya diisi landak.

8) Kepala dikukus dan otak dikeruk.

9) Tubuh dicincang menjadi pasta daging.

10) Ubun-ubun dijepit alat kayu.

11) Penggilingan jantung.

12) Air mendidih diguyur ke seluruh tubuh.

13) Disengat tawon.

14) Dikait dan disengat kalajengking.

15) Tubuh digerogoti semut lalu direbus jadi kaldu.

16) Ular berbisa masuk dalam lubang-lubang tubuh.


Dosa yang terkait neraka ke 9 yaitu:

1) Kejahatan luar biasa secara hukum.

2) Membakar rumah, menghancurkan harta benda dan nyawa orang.

3) Menciptakan ajaran, metode, atau kelompok yang meracuni pikiran. Atau memproduksi obat-obat yang mengacaukan kesadaran.

4) Spesial aborsi.

5) Kejahatan seksual terhadap anak.

6) Produksi materi pornografi.

7) Memproduksi obat-obat terlarang berbahaya.


10.       Con Lun Bong [轉輪王- Zhuǎn Lún Wáng {M}

 
Aula ke 10 merupakan Biro Administrasi Reinkarnasi. Setelah menjalani hukuman dari aula 1 hingga ke 9, di aula ke 10 ditentukan takdir reinkarnasi meliputi jenis kelamin, umur, status sosial,  dan rupa. Semua data dilaporkan kembali ke aula 1 untuk pendaftaran dan pengajuan ke Fengdu.

 

Sebelum terlahir kembali, arwah diwajibkan melewati Teras Kelupaan untuk meminum sup kelupaan Dewi Meng Po. Bertujuan agar seluruh memori tentang kehidupan masa lalu dan siksaan yang diterima di aula, dapat terhapus.

 

Arwah disalurkan ke Empat Benua Besar melalui 6 jembatan [ emas, perak, giok, batu, papan kayu, dan naihe - ketidakberdayaan] dan berinkarnasi melalui 4 macam kelahiran yaitu kandungan, telur, kelembapan, dan metamorfosis.

 

Con Lun Bong menangani kasus-kasus anomali yang memerlukan penanganan khusus seperti:

1) Memanipulasi hukum karma. Pendeta, biksu, atau cendekiawan yang hafal mantra menggunakan untuk menolak penyiksaan di aula 1 – 9.

2) Penipuan seksual dan perusakan nama baik wanita. Pria terpelajar yang merayu, berjanji menikahi, namun mencampakkan wanita tersebut.


3) Tidak berbakti dan banyak membunuh. 


Semoga ilustrasi pertunjukan diaroma 10 neraka ini berfungsi sebagai pengingat visual dan naratif tentang konsekuensi perbuatan baik dan buruk. Lewat melihat siksaan yang mengerikan untuk setiap perbuatan buruk, manusia diharapkan dapat termotivasi untuk berbuat baik, menghindari kejahatan dan tanggung jawab secara moral saat menjalani kehidupan.

🌏 Diorama 10 Raja Neraka dalam Berbagai Tradisi dan Negara

Gambaran siksaan di sepuluh aula alam bawah tanah, dilestarikan di berbagai situs budaya dunia seperti:

1. Kota hantu Fengdu – Chongqing, Tiongkok.
Terletak di tepi utara Sungai Yangtze Di dalamnya terdapat banyak bangunan yang menggambarkan alam dunia bawah. Seperti Gerbang Neraka, Jembatan Ketidakberdayaan – Naihe, Jalan Huangquan, Delapan Belas tingkat Neraka, Istana Kaisar Giok, Istana Putra Surga,  kuil Heng Ha, Kuil Dewa Kekayaan, dan lain-lain. Beberapa basis kitab sehubungan Kota Fengdu yaitu Zhen Gao [taoisme],  sutra Shi Wang Jing [buddhisme], Shen Xian Chuan - Legenda Para Abadi dan Yù Lì Bǎo Chāo. 

2. Museum Neraka Haw Par Villa & Kuil Bao Gong – Singapura. 
Taman hiburan bergaya oriental yang dibangun pada tahun 1937 oleh pencipta Tiger Balm, Aw Boon Haw dan Aw Boon Par.  Taman ini untuk mendidik tentang nilai-nilai dan kepercayaan dalam budaya Tionghoa. Terdapat gambaran Kebajikan dan Kejahatan, Istana Neraka, Gunung Monyet, Perjalanan ke Barat dan Penyeberangan Laut Delapan Dewa. 

Selain ini diorama senada juga terdapat di Kuil Bao Gong [ Jalan Kayu] – kompleks kuil gabungan di 70 Sengkang W. Ave. 

3. Kuil Chin Swee Caves - Genting Highlands, Malaysia. 
Terdapat area Perjalanan Menuju Pencerahan yang menampilkan 10 Kamar Neraka. 


4. Kuil Madou Daitianfu, distrik Madou, Kota Tainan – Taiwan. 
Di taman belakang yaitu “Naga Raksasa Lima Warna” yang dibangun tahun 1979, panjangnya 76 meter dan tinggi 7 meter. Berisi 3 taman yaitu surga, neraka dan istana kristal. Taman neraka memiliki 18 tingkatan neraka dan sepuluh raja neraka. 

5. Taman Buddha, Alam Surga dan Neraka, Wat Saensuk  – Thailand 
Terletak di daerah Bang Saen, provinsi Chonburi. Patung besar yang menggambarkan pemandangan surga dan neraka menurut ajaran Buddha.  Terdapat pula Taman Buddha menceritakan kehidupan Buddha. 

6. Izu Gokurakuen – Shizuoka, Jepang. 
Taman hiburan yang dapat menjelajahi alam baka [ neraka dan surga]. Terletak di kota Izu, prefektur Shizuoka. Berdasarkan teks Buddhis “ Ojo Yoshu” yang disusun tahun 985 M oleh Biksu Genshin. Berisi tulisan tentang mencapai kelahiran kembali di Surga. Dalam taman ini telah mengumpulkan semua Ojo Yoshu dari periode Edo, Meiji, Taisho dan Showa. Dimulai di lantai pertama ceramah tentang kehidupan setelah kematian, menaiki tangga ke neraka, sungai sanzu, Raja Enma [ Yama], delapan neraka besar, dan akhirnya surga yang indah. 

7. Kuil Injoji , Aula Senbon Enma-do - Distrik kamigyo, Kota Kyoto, Jepang. 
Didirikan oleh Ono no Takamura. Terdapat patung besar Raja Yama di aula utama setinggi 2,4 meter. Pada periode Heian, daerah ini dianggap sebagai gerbang menuju alam baka. 

8. Kelenteng Setia Bhakti – Koba, Bangka Tengah. 
Pada dinding utama Kelenteng, terlukis gambaran sepuluh aula raja neraka. Kelenteng dengan Dewa utama – Dewa Kwan Tie. 

9. Vihara Surga Neraka [Dharma Suci Mulia] – Gunung Pasi, Singkawang. 
Di bagian neraka terdapat lukisan kehidupan siksaan. Untuk di bagian surga terdapat altar Kaisar Langit.

4.  Kelenteng Setia Budi – Mesu Benteng


Berdiri sejak decade 1880-an  dengan tuan rumah kelenteng - Thai Pak Kung, bersebelahan dengan Litang Cahaya Kebajikan. Untuk acara chit ngiat pan, lokasi acara diadakan di seberang kelenteng. Lokasi dengan halaman yang cukup luas. Saat ini di tahun 2026, kelenteng utama Setia Budi sedang direnovasi. 

 📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Setia Budi - Mesu Benteng
 

Pada waktu kegiatan perayaan chiong si ku dengan patung Thai Se Ja belum banyak seperti sekarang, kelenteng Setia Budi menjadi salah satu pilihan utama. Walau jalan masih rusak dan belum beraspal, tidak mengurangi banyaknya umat yang datang. Patung Thai Se Ja mulai ada sejak tahun 1960-an.

Keunikan di kelenteng Setia Budi, selain altar Thai Se Ja, terdapat pula altar marga 7 pendekar. Mereka yang mengusir penjajah Belanda keluar dari desa Mesu. Dikenal dengan Chit Siung Ti. Altar persembahan khusus untuk mengenang perjuangan mereka di masa lalu.

 
Tujuh pendekar ini datang dari Tiongkok sebagai kuli tambang. Melihat penderitaan masyarakat akibat penjajahan, mereka bersatu untuk mengusir. Hanya diketahui marga dari tujuh pendekar tersebut yaitu: Tjhen [komandan], Wey, Yap, Cu, Cow, Tju, dan Leaw. Masyarakat desa Mesu Benteng tetap menghargai jasa perjuangan mereka, sehingga setiap perayaan chit ngiat pan, selalu menghadirkan altar khusus.


BACA JUGA:

Untuk melihat kegiatan chiong si ku di Kelenteng Setempat beserta lokasi dan kegiatannya dapat dibaca di Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 3].
---

Oleh: Vau-G | Hak Cipta Dilindungi © 2026 Bapang 007 (www.bapang007.blogspot.com)