Perayaan Chit Ngiat Pan di Pulau Bangka merupakan tradisi yang kaya sejarah. Melanjutkan pembahasan pada Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [Bagian 1], pada bagian kedua ini kita akan mengulas lokasi legendaris penyelenggara Chiong Si Ku.
Lokasi Legendaris Chiong Si Ku
Perayaan Chiong Si Ku yang menghadirkan patung Thai Se Ja banyak ditemukan di area Kabupaten Bangka. Pada tahun 2025 ini ada penampilan perdana Thai Se Ja di Cetya Setia Budi, Dusun Cengel [ Jurung – Merawang]. Sementara tahun 2026, patung Thai Se Ja juga hadir di Kelenteng Thai Pak Kung Ciong [ 26 Agustus 2026] dan lukisan Thai Se Ja di Kelenteng Sempurna Jaya [ tanggal 27 Agustus 2026]. Keduanya terletak di di Fathin - Lubuk Kelik.
Ada beberapa kelenteng legendaris yang menjadi pusat perhatian saat perayaan chiong si ku:
1. Kelenteng Setia Bhakti Koba
• Alamat : Jalan Kenanga Atas No.9 Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
• Dewa Utama : Dewa Kwan Tie.
• Luas Bangunan : 20x15 meter [ luas lahan 70x50 meter].
📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Setia Bhakti Koba
Kelenteng yang telah berumur lebih dari satu abad ini, dibangun oleh orang Tiongkok yang datang ke Bangka. Memiliki kenangan mendalam bagi warga Bangka. Zaman dahulu, tidak banyak kelenteng yang menyelenggarakan chiong si ku dengan ornamen lengkap dengan patung Thai Se Ja yang tinggi dan besar, panggung hiburan band, hingga acara lelang sumbangan barang elektronik.
• Tradisi Lelang Barang: donatur menyumbangkan bahan pokok [beras, minyak], alat elektronik [kulkas, TV, radio] hingga sepeda. Harga barang lelang dengan pembayaran setoran awal keikutsertaan yang dapat dicicil pembayaran hingga 1 tahun, dimana seluruh hasilnya disumbangkan untuk operasional kelenteng. Barang lelang yang paling bernilai adalah payung di atas kepala Thai Se Ja, yang dipercaya membawa perlindungan dari kesialan dan kemalangan. Pada tahun 2025, Cetya Setia Budi Cengel memecahkan rekor lelang payung senilai Rp. 150.000.000,-
• Kemeriahan acara : menurut penuturan Asiung – Pat Thiaw Pan [ pagarawan ], ketika era bus pownis, banyak masyarakat dari luar kota Koba yang berbondong-bondong datang ke Kelenteng Setia Bhakti Koba. Sebulan sebelum perayaan, Asiung dan masyarakat kampung sudah menyewa mobil pownis. Jam 5 sore, mereka beramai-ramai berangkat ke Koba dari Pagarawan hingga prosesi acara chiong si ku selesai. Suasana sungguh ramai dan sulit untuk berjalan ketika perayaan. Banyak umkm yang menjual aneka makanan dan minuman. Namun tidak mengurangi keinginan Asiung dkk untuk datang jauh-jauh dari Pagarawan. Hiburan band yang tersedia merupakan suatu hal yang mewah pada zamannya.
Saat itu, yang datang ke acara chiong si ku telah makan terlebih dahulu dari rumah. Hal ini dikarenakan jarang saat perayaan ada makanan siap hidang untuk para tamu. Berbeda dengan saat ini, ada makanan mulai dari makanan berat dan ringan yang tersedia saat perayaan.
Patung Thai Se Ja pada saat itu, dapat dilihat dari kejauhan di seputaran kota Koba. Dan masih jarang, kelenteng yang membuat patung Thai Se Ja.
Era zaman 2010-an, kelenteng Setia Bhakti Koba masih memberikan magnet tersendiri. Sederetan artis-artis ternama ibukota pernah mengisi acara chiong si ku, seperti Yuni Shara, Armada Band, Aura Kasih, Koes Plus Bersaudara, dan Luna Maya.
2. Kelenteng Ho Hap Miaw – Merawang
• Lokasi : Di jalan utama Pangkalpinang – Sungailiat [ bersebelahan SD Negeri 12 Merawang].
• Dewa utama : Thai Pak Kung.
• Luas bangunan : 8 x 11 meter.
Berdiri pada zaman pendudukan Belanda dan berpindah di dekat jalan raya pada tahun 1960. Kelenteng ini telah mengalami renovasi di tahun 1982 dan 1983. Dengan biaya renovasi pada zaman itu sebesar Rp. 60.000.000,-.
Untuk acara chit ngiat pan, kelenteng Ho Hap Miaw menyimpan sejarah panjang. Sejak lama, telah diadakan sembahyang dengan kelengkapan patung Thai Se Ja. Lokasi yang strategis, sehingga banyak masyarakat Tionghoa dari Pangkalpinang, maupun dari Sungailiat yang berbondong-bondong datang ke Kelenteng Ho Hap Miaw. Sehingga jumlah pengunjung akan padat sekali pada saat sembahyang chit ngiat pan. Saat ini, kelenteng Ho Hap Miaw termasuk yang teratur menghadirkan patung Thai Se Ja.
Berikut beberapa foto yang terdokumentasi dari patung Thai Se Ja dari Kelenteng Ho Hap Miaw.
📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Ho Hap Miaw - Merawang
3. Kelenteng Bhakti – Simpalet (Sungailiat)
• Lokasi : Jalan Bakem, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
• Dewa utama : Thai Pak Kung
Dahulu daerah ini dikenal dengan nama Sin Pa Let [ Parit Baru - 新巴力 ] atau sekarang menjadi Simpalet. Parit ini mengacu pada areal pertambangan timah yang dibuka oleh orang Tionghoa. Di sebelah kelenteng ada Wihara Kwan Im. Sedangkan di belakang terdapat layanan posyandu lansia. Area belakang kelenteng ini memiliki pohon – pohon yang rindang dan besar dan luas. Sungguh nyaman berada di kelenteng Bhakti.
📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Bhakti - Simpalet
Tradisi Ta Ciau : Diorama 10 Raja Neraka
Pada acara tahun 2024, ada pertunjukan diorama neraka. Oleh orang Tionghoa Bangka dikenal dengan Ta Ciau. Neraka dalam bahasa hakka Pangkalpinang yaitu Jim Kian [ Jim – gelap; Kian – tempat]. Dalam terminologi Tiongkok, alam baka/kematian dikenal dengan alam dunia bawah tanah.
Dalam ajaran kepercayaan tradisional Tionghoa, ta ciau bersumber pada kitab 玉曆寶鈔 –Yù Lì Bǎo Chāo [Catatan Harta Karun Kalender Giok]. Ditulis pada masa pemerintahan Kaisar Yongzheng dari dinasti Qing. Menurut legenda, seorang praktisi spiritual Dan Chi yang telah melakukan perjalanan ke alam baka dan membawa kitab ini.
Perjalanan manusia meninggal mulai dari penjemputan arwah oleh Hei Wuchang [ 黑無常] dan Bai Wuchang [白無常]. Mengantarkan ke gerbang neraka. Dimana telah menunggu 2 penjaga neraka yaitu Niu Tou [Pengawal Berkepala Banteng] dan Ma Mian [Pengawal Berkepala Kuda]. Arwah diantar menghadap 10 Raja Neraka.
Sebelum pembakaran Thai Se Ja, di Kelenteng Bhakti ada pertunjukan kembang api yang meriah.
Sepuluh Raja Neraka yang tinggal di masing-masing aula yaitu:
1. Chin Kong Bong [ Hakka Bangka]; [秦廣王 - Qín Guǎng Wáng {M}
Bertugas melakukan pengawasan catatan umur panjang dan kematian dini, kelahiran dan kematian di dunia manusia, serta mengelola penghakiman hantu baik dan buruk yang menderita hukuman di dunia alam bawah tanah.
Untuk yang berbudi luhur, akan terlahir kembali ke surga. Sedangkan yang memiliki perbuatan baik dan buruk yang seimbang, dikirim ke aula ke sepuluh, untuk terlahir kembali sebagai manusia. Yang memiliki perbuatan buruk lebih banyak, dibawa ke cermin karma. Saat disini, arwah yang jahat akan melihat kejahatan hati mereka semasa hidup dan penderitaan yang akan diterima di aula neraka.
Dosa yang akan memperoleh hukuman di aula 1:
a. Bunuh diri
Tidak menghargai betapa berharganya kehidupan manusia kecuali mereka yang mengorbankan hidup mereka untuk kebajikan kesetiaan, bakti kepada orang tua, dan kebenaran akan menjadi Dewa.
Para arwah bunuh diri akan menderita siksaan penyesalan dan dilarang menerima makanan persembahan dan kertas sembahyang.
b. Menghilangkan kata atau frasa saat membaca kitab suci. Akan dibawa ke ruang
penambahan kitab suci. Setiap kata atau frasa yang dilewatkan akan ditulis dengan jelas dan dilafalkan dengan benar.
c. Menginginkan persembahan selama praktik spiritual.
Praktisi yang awalnya mempraktikkan kultivasi murni, kemudian menjadi serakah dan mencari persembahan untuk kesenangan.
Setelah memperoleh pengecekan di aula 1, arwah akan dikirim ke aula 2. Demikian seterusnya hingga aula ke 10.
2. Chu Kong Bong [楚江王- Chǔ Jiāng Wáng {M}
Aula ini berisi enam belas neraka kecil seperti pasir awan hitam, lumpur kotoran dan urin, lima garpu, kelaparan, kehausan, nanah dan darah, kapak tembaga, kapak tembaga ganda, baju zirah besi, timbangan bin, ayam, sungai abu, memotong dan membelah, daun pedang, rubah dan serigala,dan es dingin.
Dosa yang telah dilakukan:
1) Penculikan anak laki-laki dan Perempuan
2) Merebut harta milik orang lain dengan cara menipu.
3) Sengaja mengakibatkan kerusakan pada telinga, mata, tangan dan kaki orang lain.
4) Mengambil keuntungan dari obat-obatan tanpa bimbingan yang tepat.
5) Pelayan perempuan yang dipekerjakan telah mencapai usia menikah, namun tidak diperbolehkan keluarga menebus untuk mengembalikan kebebasannya.
6) Pernikahan dengan tujuan mendapatkan harta kekayaan dan status sosial. Secara sengaja memalsukan usia.
7) Sebelum pernikahan resmi, diketahui bahwa pria atau wanita tersebut menderita sakit parah atau berwatak jahat. Namun demi uang komisi, co moi ngin [ makelar pernikahan - bahasa hakka Pangkalpinang] menyembunyikan kebenaran tersebut.
3. Sung Thi Bong [ 宋帝王 - Sòng Dì Wáng {M}
Aula ini disebut Neraka Api Tali Hitam. Berisi 16 neraka kecil seperti air garam, cincin dan belenggu rami, penusuk tulang rusuk, wajah dikikis besi, mengikis lemak, hati dan jantung dijepit, mata dicongkel, kulit dikelupas, kaki dipotong, kuku dicabut, darah dihisap, digantung terbalik, tulang bahu dibelah, dimakan belatung, lutut dihancurkan, dan jantung dipotong.
Dosa yang telah diperbuat:
1) Tidak setia pada atasan dan berniat untuk mengkhianati. Tidak peduli dengan nyawa manusia.
2) Ketika sedang bertugas, melihat ada keuntungan, lupa pada moralitas, dan kehilangan patriotisme.
3) Seorang suami yang bertindak amoral dan seorang istri yang tidak lemah lembut dalam ucapan dan perbuatan.
4) Sebagai anak angkat, ia menerima kebaikan berupa pengasuhan. Setelah menerima harta benda, ia langsung lupa balas budi dan kembali ke orang tua kandungnya.
5) Seseorang yang dipercayakan untuk suatu tugas, gagal atau mengkhianati kepercayaan orang lain.
6) Bawahan yang mengkhianati atasan.
7) Bersekongkol dengan rekan-rekan menipu dan mengambil uang orang lain.
8) Seseorang yang melakukan kejahatan dan dipenjara. Namun melarikan diri.
9) Mencegah keluarga yang berduka untuk melaksanakan pemakaman.
10) Menggali kuburan, melihat peti mati telah terkubur terlebih dahulu. Namun tetap terus menggali.
11) Mengurusi urusan orang lain dan mencuri.
12) Makam leluhur yang tidak terurus dan akhirnya hilang.
13) Mendorong orang lain melakukan kejahatan.
14) Menulis surat untuk memfitnah orang lain.
15) Menulis artikel tanpa izin yang merusak reputasi orang lain.
16) Memalsukan dokumen untuk membatalkan perjanjian.
17) Memalsukan kontrak dan surat untuk menipu.
18) Memalsukan tanda tangan yang berpotensi menimbulkan kerugian.
4. Ng Kon Bong [五官王- Wǔ Guān Wáng {M}
Aula keempat dikenal dengan Neraka Besar Pengumpulan yang memiliki 16 neraka yang lebih kecil yaitu kolam, rantai dan bambu runcing, air mendidih, telapak tangan ditusuk, otot digunting dan tulang dikikis, bahu ditusuk dan kulit disikat, kulit dilubang, jongkok di puncak tajam, baju besi, ditindih kayu batu, tanah dan genteng, mata dicongkel, mulut disumbat abu terbang, dicekoki obat, terpeleset minyak, mulut ditusuk, dan tubuh dikubur batuan pecah.
Perilaku yang memperoleh hukuman yaitu:
1) Penggelapan dan tidak membayar.
2) Menolak membayar sewa.
3) Menggunakan timbangan yang merugikan untuk keuntungan pribadi.
4) Menjual obat palsu sebagai obat asli.
5) Beras yang telah rusak [terendam air], dijual sebagai beras baik.
6) Menggunakan uang palsu untuk berbelanja dan tidak membayar tagihan secara penuh.
7) Menjual barang-barang pemicu kesombongan.
8) Ketika bertemu penyandang disabilitas, orang lansia, dan anak kecil di bus, tidak memberi jalan atau menawarkan tempat duduk.
9) Merampas dan menipu penduduk desa yang kurang berpengetahuan.
10) Menunda penyampaian surat titipan.
11) Mencuri batu paving jalan.
12) Orang miskin yang serakah akan kekayaan yang tak terduga.
13) Orang kaya yang tidak memperdulikan orang tua dan orang miskin.
14) Mengingkari janji meminjamkan uang.
15) Menimbun obat, saat dimana obat tersebut sangat dibutuhkan orang sakit.
16) Merahasiakan resep obat mujarab.
17) Membuang sampah [ pecahan mangkuk dan peralatan bekas] di jalan.
18) Memelihara hewan tanpa kandang, sehingga kotoran mengganggu orang lain.
19) Membiarkan lahan kosong hingga tandus dan terbengkalai.
20) Merusak dinding orang lain.
21) Menggunakan mantra untuk menjahili orang lain.
22) Menyebarkan berita bohong untuk menakuti orang lain.
5. Ngiam Lo Bong [閻羅王- Yán Luó Wáng {M}
Ngiam Lo Bong awalnya berada di aula pertama. Namun karena kasihan kepada mereka yang meninggal secara tidak adil dan berulang kali mengirim kembali mereka ke dunia nyata untuk mencari keadilan, maka Ngiam Lo Bong diturunkan ke aula ke-5 yaitu Neraka Besar Jeritan. Memiliki 16 neraka kecil [ dikenal dengan Neraka Pemotong Hati [sanubari]]. Seperti aula ke 2 hingga ke 5, dosa-dosa yang telah dilakukan, akan memperoleh hukuman di neraka besar. Baru dilihat kembali, jika perlu hukuman akan dilanjutkan di neraka kecil. Setelah dari ini, akan menuju aula selanjutnya.
Untuk di aula ke 5, sebelum menerima hukuman, para arwah yang bersalah akan dibawa menuju Mimbar Peninjau Kampung Halaman. Arwah akan melihat kenyataan pahit akibat perbuatan buruknya yaitu keluarga menjadi hancur.
19 dosa yang menyebabkan orang dihukum di aula ke -5 yaitu:
1) Tidak percaya terhadap hukum sebab akibat dan menghalangi orang melakukan perbuatan baik.
2) Pergi ke kuil untuk bersembahyang, namun turut bergosip tentang orang lain.
3) Membakar buku dan artikel yang mempromosikan kebaikan.
4) Menyembah Dewa dan Buddha, namun makan daging.
5) Tidak menyukai orang lain yang melantunkan kitab suci Buddha atau melafalkan mantra.
6) Saat melakukan upacara keagamaan, tidak menjaga kesucian pikiran, ucapan, dan tubuh.
7) Menjelek-jelekkan orang-orang yang mempelajari ajaran Buddha dan mempraktekkan Tao.
8) Orang terpelajar yang enggan berbagi cerita tentang artikel yang memperingatkan dunia.
9) Menggali kuburan orang lain lalu menimbunnya kembali untuk menutup bukti.
10) Menyalakan api yang menyebar dan membakar hutan.
11) Menembak atau membunuh binatang.
12) Membujuk orang sakit untuk berkompetisi dalam kekuatan fisik.
13) Melempar genteng dan batu melewati tembok, dan berakibat melukai orang lain.
14) Meracuni ikan di sungai dengan racun.
15) Memasang perangkap untuk menangkap hewan.
16) Tidak mengubur bangkai hewan secara dalam, sehingga jika tergali kembali, akan membahayakan orang lain.
17) Di musim dingin menggali tanah sehingga serangga mati kedinginan.
18) Menyalahgunakan kekuasaan untuk merampas tanah rakyat.
19) Menimbun sumur tanpa alasan jelas, sehingga menyulitkan orang untuk minum air.
Dosa berupa niat dalam hati sanubari akan masuk ke 16 neraka kecil. Masing – masing neraka memotong jantung arwah yang memiliki niat:
1) Tidak hormat pada Dewa dan meragukan karma.
2) Suka membunuh makhluk hidup.
3) Menunda niat baik dan mendahulukan perbuatan jahat.
4) Serakah akan keabadian - orang yang bergaul dengan kejahatan, berperilaku salah, melanggar kebenaran, mempelajari ilmu sihir dan berfantasi tentang keabadian
5) Menindas yang lemah dan takut pada yang kuat, menyimpan dendam jahat terhadap orang lain.
6) Terkoyak oleh kekhawatiran akan ketenaran dan kekayaan, benar dan salah, serta kecenderungan untuk mengalihkan kesalahan kepada orang lain.
7) Menikmati kesenangan nafsu dan memperkosa wanita
8) Menyakiti orang lain demi keuntungan pribadi.
9) Kikir dan tidak mau memberi sedekah.
10) Mencuri , melawan hati nurani dan menolak untuk membayar hutang.
11) Tidak tahu berterima kasih dan sifat pendendam.
12) Senang berperang, berjudi, dan bersaing. Sampai melibatkan dan menyeret orang lain.
13) Senang ketenaran, kekayaan dan tipu daya
14) Menghasut orang lain melakukan kejahatan.
15) Iri terhadap kebaikan.
16) Keras kepala, menolak bertobat, dan memfitnah orang lain.
Neraka kecil ini untuk menghilangkan niat/hati sanubari yang buruk dari arwah. Dalam terminologi Tiongkok, jantung sebagai pusat dari pikiran dan niat manusia.
6. Pian San Bong [卞城王- Biàn Chéng Wáng {M}
Aula ke-6 terkenal dengan nama Neraka Besar Berteriak Keras. Terdapat 16 neraka kecil yaitu: pasir besi, kotoran dan lumpur, penggilingan dan penghancuran berdarah, mulut dijepit dan berisi jarum, ginjal dipotong, jaring duri, daging dan darah, kulit dikoyak, mulut mengandung api, api menyala, kotoran, diinjak sapi dan kuda, ditusuk jarum, kepala dipukul, pinggang dipotong, dan pengulitan.
Dosa yang telah dilakukan:
1) Mengeluh tentang langit dan bumi. Membenci angin, mengutuk guntur, dan membenci hujan.
2) Buang air kecil dan besar atau menangis sambil menghadap ke langit.
3) Mencuri harta karun yang tersembunyi di dalam patung Dewa dan Buddha.
4) Mengikis emas dan perak dari patung Buddha.
5) Menyebutkan nama atau gelar suci Dewa dan Buddha secara sembarangan.
6) Tidak menghargai kitab suci.
7) Menaburkan atau menumpuk benda kotor di depan atau di belakang kuil.
8) Memasak makanan [ daging berdarah] di dapur yang terdapat altar pemujaan Dewa/Buddha.
9) Menyimpan buku yang melanggar prinsip moral atau pornografi di rumah.
10) Membakar atau merusak buku yang mendorong kebaikan.
11) Mengukir atau melukis simbol-simbol suci pada pakaian dan peralatan.
12) Menyulam simbol kekaisaran seperti liung [naga] dan burung fung pada pakaian.
13) Menyia-nyiakan dan membuang makanan.
14) Menimbun beras dengan harapan menjualnya dengan harga tinggi.
7. Thai San Bong [泰山王- Tài Shān Wáng {M}
Memerintah Neraka Besar Panas Menyiksa. Memiliki 16 neraka kecil yaitu dipukul hingga mimisan, pembelahan dada, pematahan kaki, rambut ditarik dan digantung, tulang kering digigit anjing, menangis kesakitan, pemukulan kepala, berjongkok dan memikul batu berat, diserang babi liar dan burung, dikuliti dan diseret babi, kaki menggantung, mencabut lidah dan menusuk pipi, usus ditarik, diinjak keledai dan dikunyah musang, jari dibakar besi panas, direbus dalam kuali minyak.
Kejahatan yang telah dilakukan:
1) Mengonsumsi obat-obatan terlarang
2) Mabuk-mabukan
3) Berfoya-foya
4) Penipuan uang
5) Mencuri harta di kuburan
6) Pencurian mayat
7) Memisahkan orang lain sehingga menderita karena rindu.
8) Menjual menantu perempuan.
9) Membiarkan aborsi.
10) Mengajak berjudi.
11) Guru yang tidak tegas dalam mengajar.
12) Penyiksaan yang berlebihan.
13) Menindas dengan kekayaan dan kekuasaan.
14) Pura pura mabuk dan menentang orang yang lebih tua.
15) Mengucapkan kata-kata jahat, membuat desas-desus dan membongkar urusan pribadi orang lain.
8. Tu Se Bong [都市王- Dū Shì Wáng {M}
Namanya Neraka Besar Siksaan Panas Luar Biasa. Dengan neraka kecil:
1) Hancur dilindas
2) Perebusan dalam kuali
3) Dicabik dan dihancurkan.
4) Lubang sempit.
5) Pemotongan lidah.
6) Tenggelam dalam kakus.
7) Pemotongan anggota badan.
8) Organ dalam digoreng.
9) Sumsum tulang dipanggang.
10) Usus ditarik
11) Dibakar sistem sanjiao.
12) Rongga dada dibelah
13) Dada ditikam
14) Ubun-ubun dihancurkan dan gigi dicongkel.
15) Tubuh disayat dan dipotong-potong tiada henti.
16) Ditusuk dengan tombak baja.
Penyebab utama dihukum di neraka ke 8 yaitu tidak menjalankan bakti kepada orang tua seperti:
1) Tidak merawat dan menafkahi orang tua saat masih hidup.
2) Tidak memberikan pemakaman yang layak ketika orang tua meninggal dunia.
3) Menyebabkan orang tua kandung dan mertua merasa ketakutan, panik, sedih dan penuh penderitaan batin.
9. Phin Ten Bong [平等王- Píng Děng Wáng {M}
Aula ini dikenal dengan Neraka Avici. Terdapat 16 neraka kecil:
1) Tulang dihancurkan dan tubuh dibakar.
2) Urat ditarik.
3) Gagak yang memakan jantung dan hati.
4) Anjing yang memakan usus dan paru-paru.
5) Tubuh disiram minyak panas.
6) Penjepitan kepala, penarikan lidah dan pencabutan gigi.
7) Otak dikeluarkan, rongganya diisi landak.
8) Kepala dikukus dan otak dikeruk.
9) Tubuh dicincang menjadi pasta daging.
10) Ubun-ubun dijepit alat kayu.
11) Penggilingan jantung.
12) Air mendidih diguyur ke seluruh tubuh.
13) Disengat tawon.
14) Dikait dan disengat kalajengking.
15) Tubuh digerogoti semut lalu direbus jadi kaldu.
16) Ular berbisa masuk dalam lubang-lubang tubuh.
Dosa yang terkait neraka ke 9 yaitu:
1) Kejahatan luar biasa secara hukum.
2) Membakar rumah, menghancurkan harta benda dan nyawa orang.
3) Menciptakan ajaran, metode, atau kelompok yang meracuni pikiran. Atau memproduksi obat-obat yang mengacaukan kesadaran.
4) Spesial aborsi.
5) Kejahatan seksual terhadap anak.
6) Produksi materi pornografi.
7) Memproduksi obat-obat terlarang berbahaya.
10. Con Lun Bong [轉輪王- Zhuǎn Lún Wáng {M}
Aula ke 10 merupakan Biro Administrasi Reinkarnasi. Setelah menjalani hukuman dari aula 1 hingga ke 9, di aula ke 10 ditentukan takdir reinkarnasi meliputi jenis kelamin, umur, status sosial, dan rupa. Semua data dilaporkan kembali ke aula 1 untuk pendaftaran dan pengajuan ke Fengdu.
Sebelum terlahir kembali, arwah diwajibkan melewati Teras Kelupaan untuk meminum sup kelupaan Dewi Meng Po. Bertujuan agar seluruh memori tentang kehidupan masa lalu dan siksaan yang diterima di aula, dapat terhapus.
Arwah disalurkan ke Empat Benua Besar melalui 6 jembatan [ emas, perak, giok, batu, papan kayu, dan naihe - ketidakberdayaan] dan berinkarnasi melalui 4 macam kelahiran yaitu kandungan, telur, kelembapan, dan metamorfosis.
Con Lun Bong menangani kasus-kasus anomali yang memerlukan penanganan khusus seperti:
1) Memanipulasi hukum karma. Pendeta, biksu, atau cendekiawan yang hafal mantra menggunakan untuk menolak penyiksaan di aula 1 – 9.
2) Penipuan seksual dan perusakan nama baik wanita. Pria terpelajar yang merayu, berjanji menikahi, namun mencampakkan wanita tersebut.
3) Tidak berbakti dan banyak membunuh.
Semoga ilustrasi pertunjukan diaroma 10 neraka ini berfungsi sebagai pengingat visual dan naratif tentang konsekuensi perbuatan baik dan buruk. Lewat melihat siksaan yang mengerikan untuk setiap perbuatan buruk, manusia diharapkan dapat termotivasi untuk berbuat baik, menghindari kejahatan dan tanggung jawab secara moral saat menjalani kehidupan.
🌏 Diorama 10 Raja Neraka dalam Berbagai Tradisi dan Negara
Gambaran siksaan di sepuluh aula alam bawah tanah, dilestarikan di berbagai situs budaya dunia seperti:
1. Kota hantu Fengdu – Chongqing, Tiongkok.
Terletak di tepi utara Sungai Yangtze Di dalamnya terdapat banyak bangunan yang menggambarkan alam dunia bawah. Seperti Gerbang Neraka, Jembatan Ketidakberdayaan – Naihe, Jalan Huangquan, Delapan Belas tingkat Neraka, Istana Kaisar Giok, Istana Putra Surga, kuil Heng Ha, Kuil Dewa Kekayaan, dan lain-lain. Beberapa basis kitab sehubungan Kota Fengdu yaitu Zhen Gao [taoisme], sutra Shi Wang Jing [buddhisme], Shen Xian Chuan - Legenda Para Abadi dan Yù Lì Bǎo Chāo.
2. Museum Neraka Haw Par Villa & Kuil Bao Gong – Singapura.
Taman hiburan bergaya oriental yang dibangun pada tahun 1937 oleh pencipta Tiger Balm, Aw Boon Haw dan Aw Boon Par. Taman ini untuk mendidik tentang nilai-nilai dan kepercayaan dalam budaya Tionghoa. Terdapat gambaran Kebajikan dan Kejahatan, Istana Neraka, Gunung Monyet, Perjalanan ke Barat dan Penyeberangan Laut Delapan Dewa.
Selain ini diorama senada juga terdapat di Kuil Bao Gong [ Jalan Kayu] – kompleks kuil gabungan di 70 Sengkang W. Ave.
3. Kuil Chin Swee Caves - Genting Highlands, Malaysia.
Terdapat area Perjalanan Menuju Pencerahan yang menampilkan 10 Kamar Neraka.
4. Kuil Madou Daitianfu, distrik Madou, Kota Tainan – Taiwan.
Di taman belakang yaitu “Naga Raksasa Lima Warna” yang dibangun tahun 1979, panjangnya 76 meter dan tinggi 7 meter. Berisi 3 taman yaitu surga, neraka dan istana kristal. Taman neraka memiliki 18 tingkatan neraka dan sepuluh raja neraka.
5. Taman Buddha, Alam Surga dan Neraka, Wat Saensuk – Thailand
Terletak di daerah Bang Saen, provinsi Chonburi. Patung besar yang menggambarkan pemandangan surga dan neraka menurut ajaran Buddha. Terdapat pula Taman Buddha menceritakan kehidupan Buddha.
6. Izu Gokurakuen – Shizuoka, Jepang.
Taman hiburan yang dapat menjelajahi alam baka [ neraka dan surga]. Terletak di kota Izu, prefektur Shizuoka. Berdasarkan teks Buddhis “ Ojo Yoshu” yang disusun tahun 985 M oleh Biksu Genshin. Berisi tulisan tentang mencapai kelahiran kembali di Surga. Dalam taman ini telah mengumpulkan semua Ojo Yoshu dari periode Edo, Meiji, Taisho dan Showa. Dimulai di lantai pertama ceramah tentang kehidupan setelah kematian, menaiki tangga ke neraka, sungai sanzu, Raja Enma [ Yama], delapan neraka besar, dan akhirnya surga yang indah.
7. Kuil Injoji , Aula Senbon Enma-do - Distrik kamigyo, Kota Kyoto, Jepang.
Didirikan oleh Ono no Takamura. Terdapat patung besar Raja Yama di aula utama setinggi 2,4 meter. Pada periode Heian, daerah ini dianggap sebagai gerbang menuju alam baka.
8. Kelenteng Setia Bhakti – Koba, Bangka Tengah.
Pada dinding utama Kelenteng, terlukis gambaran sepuluh aula raja neraka. Kelenteng dengan Dewa utama – Dewa Kwan Tie.
9. Vihara Surga Neraka [Dharma Suci Mulia] – Gunung Pasi, Singkawang.
Di bagian neraka terdapat lukisan kehidupan siksaan. Untuk di bagian surga terdapat altar Kaisar Langit.
4. Kelenteng Setia Budi – Mesu Benteng
Berdiri sejak decade 1880-an dengan tuan rumah kelenteng - Thai Pak Kung, bersebelahan dengan Litang Cahaya Kebajikan. Untuk acara chit ngiat pan, lokasi acara diadakan di seberang kelenteng. Lokasi dengan halaman yang cukup luas. Saat ini di tahun 2026, kelenteng utama Setia Budi sedang direnovasi.
📍Petunjuk Lokasi Google Maps: Kelenteng Setia Budi - Mesu Benteng
Pada waktu kegiatan perayaan chiong si ku dengan patung Thai Se Ja belum banyak seperti sekarang, kelenteng Setia Budi menjadi salah satu pilihan utama. Walau jalan masih rusak dan belum beraspal, tidak mengurangi banyaknya umat yang datang. Patung Thai Se Ja mulai ada sejak tahun 1960-an.
Keunikan di kelenteng Setia Budi, selain altar Thai Se Ja, terdapat pula altar marga 7 pendekar. Mereka yang mengusir penjajah Belanda keluar dari desa Mesu. Dikenal dengan Chit Siung Ti. Altar persembahan khusus untuk mengenang perjuangan mereka di masa lalu.
Tujuh pendekar ini datang dari Tiongkok sebagai kuli tambang. Melihat penderitaan masyarakat akibat penjajahan, mereka bersatu untuk mengusir. Hanya diketahui marga dari tujuh pendekar tersebut yaitu: Tjhen [komandan], Wey, Yap, Cu, Cow, Tju, dan Leaw. Masyarakat desa Mesu Benteng tetap menghargai jasa perjuangan mereka, sehingga setiap perayaan chit ngiat pan, selalu menghadirkan altar khusus.
BACA JUGA:
Untuk melihat kegiatan chiong si ku di Kelenteng Setempat beserta lokasi dan kegiatannya dapat dibaca di Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 3].
---
No comments:
Post a Comment