Perayaan Chiong Si Ku di Pulau Bangka diselenggarakan pula di kelenteng setempat. Melanjutkan pembahasan dari Kembalinya Chit Ngiat Pan Bangka [ Bagian 2], pada bagian 3 ini kita akan mengulas deretan kelenteng setempat penyelenggara Chiong Si Ku.
Chiong Si Ku Kelenteng Setempat
Pada umumnya kelenteng setempat yang menyelenggarakan chiong si ku di tanggal 14 bulan 7 imlek.
A. Kelenteng Amal Bakti – Ketapang; Pangkal Balam
Kelenteng yang terletak di Jalan Malahayati, Ketapang. Tepat di sudut jalan pertemuan antara jalan Malahayati dan Ketapang II.
Kelenteng dengan tuan rumah kelenteng - Sui Pak Kung [Pak Kung Air]. Meskipun tidak menghadirkan patung Thai Se Ja, di sini menyediakan phang si ku untuk meletakkan persembahan. Terdapat pula panggung hiburan rakyat berupa pertunjukan organ tunggal dan hidangan makanan. Hidangan makanan merupakan sumbangan bersama dari masyarakat Ketapang.
Toleransi dari masyarakat non tionghoa terjalin dengan baik. Mereka ikut serta membantu persiapan penyelenggaraan chiong si ku. Sampai pada pengamanan acara meliputi penggunaan jalan di Jalan Ketapang II ke arah Pangkal Arang. Sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.
B. Kelenteng Sip Sam Fun – Desa Beluluk, Bangka Tengah.
Kelenteng yang terletak di Dusun Sip Sam Fun, Kecamatan Pangkalan Baru- Bangka Tengah. Kelenteng yang diresmikan tahun 2010. Memiliki luas sekitar 2500 meter persegi. Dengan ukuran bangunan 20 x 35 meter. Kelenteng ini berada di pinggiran aliran sungai. Dengan tuan rumah kelenteng - Dewa Kwan Tie.
Tahun 2015, saat chiong si ku ada kegiatan melepas lampion sedangkan di tahun 2019 terdapat pertunjukan jalan di atas bara api, lelang payung Thai Se Ja, dan doorprize.
Chiong si ku 2024, kelenteng Sip Sam Fun dengan kelengkapan altar Thai Se Ja [berbentuk papan nama tulisan], phang si ku, miniatur pesawat dan pertunjukan barongsai.
C. Kelenteng Sam Thai Pak Kung Thai Hin – Semabung Lama, Pangkalpinang.
Kelenteng yang terletak di Jalan Batu Nirwana 1 [ tepat di depan Pabrik Air Minum dalam Kemasan Bolesa]. Terdapat 3 Pak Kung yaitu Sak Thew Pak Kung – Pak Kung Batu [ tuan rumah kelenteng], Sui Pak Kung – Pak Kung Air, dan Muk Su Pak Kung – Pak Kung Kayu. Dan altar Kakek.
Kelenteng yang berawal dari sembahyang di bawah pohon jambu hutan. Lalu dengan swadaya masyarakat setempat, dibangun kelenteng permanen. Sempat mengalami 1 kali renovasi. Menurut penuturan seorang Thai Pak [ orang pintar], Pak Kung melindungi masyarakat setempat dari kondisi yang angker pada masa lalu. Karena jalan Batu Nirwana terletak di bawah areal pekuburan Sentosa dan masih berwilayah hutan. Sekarang Pak Kung masih sering berkeliling sambil membawa senjata golok. Kebaikan hati Pak Kung terpancar ketika pohon yang menjadi cikal bakal tempat bernaung yaitu pohon jambu hutan mengalami patah dahan hingga menimpa atap. Pak Kung lebih senang jika pohon tersebut ditebang demi keselamatan banyak orang. Karena selain umat yang sering datang, karyawan dan keluarga yang bekerja di pabrik Bolesa pun senang duduk di gazebo Pak Kung. Pak Kung merelakan pohon jambu hutan ditebang demi kepentingan orang banyak.
Setiap chiong si ku, kelenteng Sam Thai Pak Kung Thai Hin mengikuti tradisi yang telah turun temurun dilaksanakan pada tanggal 15 bulan 7 Imlek. Dimana secara umum, kelenteng setempat akan merayakan sembahyang rebut di tanggal 14. Setiap tahun pabrik Air Minum Bolesa secara rutin menyumbangkan beras yang akan dibagikan merata ke masyarakat setempat. Persembahan chiong si ku setelah selesai acara, akan dibagi-bagi ke masyarakat setempat.
Pada perayaan chit ngiat pan, kelenteng ini ramai didatangi oleh umat yang melakukan ritual sembahyang Khe – Ja dan sembahyang Thai Pak Kung.
(Bersambung ke bagian 4: Tradisi Ullambana, Pattidana, dan Jing He Ping)
---
No comments:
Post a Comment